[ad_1]
Ketika kampas kopling mulai habis atau aus, beberapa ciri gejalanya akan langsung dirasakan oleh pengendara. Pasalnya, salah satu komponen dalam susunan konstruksi mesin motor roda dua ini mempunyai fungsi penting dalam penyaluran tenaga yang dihasilkan mesin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kampas kopling berperaan sebagai pemutus serta penyalur tenaga mesin dari poros engkol ke transmisi. Jika kondisi kampas kopling mulai aus, proses penyaluran tenaga dari mesin ke transmisi akan terganggu.
Dalam buku pedoman pemilik kendaraan, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kondisi kopling setiap 12,000 km atau 12 bulan. Selain untuk mempertahankan performa mesin, pemeriksaan dan bertujuan untuk mengetahui kondisi kampas kopling, apakah masih dalam kondisi baik atau mulai habis. Selain masa pemakaian, gaya berkendara dan sangat memengaruhi kondisi serta usia pakai kampas kopling.
Berikut beberapa gelaja yang akan dirasakan langsung oleh pengendara saat kondisi kampas kopling mulai menipis atau aus:
- Saat kampas kopling aus, tenaga sepertinya tidak akan tersalur secara maksimal. Akibat daya cengkram kampas saat proses penyaluran tenaga dari poros engkol ke poros enter transmisi sepertinya tidak maksimal. Akibatnya mesin motor terasa tak responsif di tiap posisi tools. Dalam kondisi ini, mesin dipaksa berputar lebih tinggi untuk menggerakkan motor. Memiliki pengaruh pada lainnya, motor akan sulit hingga kecepatan maksimum dan konsumsi bahan bakar menjadi boros.
- Gejala lain saat kampas kopling aus dan dapat dirasakan saat perpindahan tools yang terus menerus merasakan selip atau mesin seperti kehilangan tenaga. Selain tersebut, sulit memindahkan gigi ke posisi netral dan dapat jadi salah satu indikasi kampas kopling mulai aus sebab kehilangan atau berkurangnya daya cengkram kampas pada plat gesek.
- Hilangnya daya cengkram kampas pada plat gesek membuat kedua komponen ini lebih terus menerus bergesekan dengan begitu menimbulkan panas berlebih. Selain tersebut, panas dan dapat ditimbulkan oleh mesin yang sepanjang waktu bekerja di putaran tinggi. Andaikan, dalam kondisi customary mesin bekerja 5000 rpm untuk dapatkan kecepatan 60 km/jam. Tapi saat kampas kopling aus, mesin harus segera bekerja di 7000 rpm untuk hingga kecepatan yang sama. Alternatifnya, saat kampas kopling habis putaran mesin akan terasa serta terdengar kasar saat dipacu pada kecepatan tinggi.
Jika salah satu atau ketiga gejala itu mulai dirasakan, segeralah lakukan pemeriksaan serta perbaikan ke jaringan bengkel resmi motor Honda terdekat. Jangan lupa dan yah untuk melakukan perawatan serta pemeriksaan berkala secara rutin di bengkel AHASS supaya motor roda dua sepanjang waktu dalam kondisi prima.
Sumber:
[ad_2]
Sumber: motorkux








