Karawang | SekitarKita.id,- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Karawang menggelar Simposium pemuda dan deklarasi Pemilu Damai tahun 2024, Kamis (28/12/2023).
Acara yang digelar di Aula Husni Hamid, Kabupaten Karawang bertajuk peningkatan kesadaran politik dan hukum pemuda dalam mewujudkan demokrasi 2024 yang berintegritas.
Ketua pelaksana Ahmad Sobirin dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya bersyukur dalam kesempatan ini bisa menghadirkan suatu diskusi tentang kesadaran politik pemuda diwilayahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bisa kita jalankan dengan bener, yang memiliki potensi yang besar sebagai organisasi kepemudaan dan harus berperan aktif menjaga privasi dengan baik,” ucap Ahmad Sobirin.
Ia mengatakan, bahwa pemuda harus bersama-sama bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Karawang, TNI-Polri dalam menjaga keamanan menjelang pemilu 2024 mendatang.
“Bagaimana peran pemuda ini bisa terus kita maksimalkan memiliki nilai produktif tentang produktivitas yang baik serta menjaga kualitas dan keharmonisan dalam membangun bangsa ini,” ucapnya.
Senada dikatakan, Ketua Harian KNPI Jabar, Ihsanudin, ia menyampaikan dalam kontek pemilu 2024 ini harus menjaga kesadaran masyarakat terutama di Kabupaten Karawang agar semakin tercerahkan dengan kepedulian, perlu adanya sosialisasi dari KNPI.
“Angka golongan putih alias golput di Kabupaten Karawang yang pragmatisme tidak akan pernah surut, ini sebagai bahan evaluasi kita agar kedepan kita semakin kritis, dan semakin memfungsikan kita. Semua ini adalah kader-kader terbaik di Karawang,” ucap Ihsanudin
Ihsanudin juga menyinggung terkait many politik (politik uang), ia menyebut, di Kabupaten Karawang termasuk 3 besar memiliki prestasi politik praktis, dan ini merupakan prestasi negatif (tidak pantas di contoh).
“Ketika kita mengandalkan isi amplop (uang) yang kita terima itu artinya harga diri kita masih sangat rendah. Dalam 5 tahun kedepan ketika masyarakat menagih kembali dia akan katakan saya sudah beli suara untuk 5 tahun kedepan,” ujarnya.
“Yang artinya ada dampaknya terhadap perubahan pasif yang selanjutnya keyakinan bahwa suara mereka tidak berdampak signifikan,” pungkasnya.
Kontributor Karawang: Dyka
Editor: Abdul Kholilulloh








