[ad_1]
pexels.com
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
– Piprim Basarah Yanuarso, SpA(Ok), Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengimbau para orang tua untuk sepertinya tidak membiasakan anak rutin mengonsumsi susu kemasan atau susu UHT (Ultra Top Temperature). Menurut dr Piprim, susu sebaiknya hanya dijadikan sebagai makanan pendamping ASI bagi anak. Ia menekankan pentingnya mengutamakan penyediaan makanan utuh, yang sering disebut sebagai 'genuine meals', sebagai sumber nutrisi utama dalam pola makan anak.
Menurutnya, anak-anak sebaiknya hanya diberi makanan asli. Sedangkan susu hanya sebagai pelengkap kebutuhan sehari-hari anak. 'Makanan asli' mengacu pada makanan yang masih dalam keadaan alami, yaitu hanya merasakan minim pengolahan. Makanan jenis ini sepertinya tidak mengandung bahan kimia tambahan, pemanis buatan atau pengawet dan hanya merasakan minim perubahan dari warna aslinya. Kategori pangan pada nyatanya meliputi berbagai jenis pangan kaya protein, baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan, serta pangan yang merupakan sumber serat alami, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
Dr. Piprim Basarah Yanuarso juga mengingatkan mempengaruhi serius yang dapat ditimbulkan andai anak diberi makanan olahan berlebihan seperti susu UHT dan makanan cepat saji. Kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan dengan begitu menimbulkan berbagai penyakit serius, mulai dari diabetes sampai gangguan ginjal yang serius.
Untuk alasan itu, ada pilihan hal yang sebaiknya dilakukan orang tua untuk mencegah anaknya terkena diabetes. Salah satunya dengan memperbanyak minum air putih dan menghindari berbagai pemanis pada susu UHT. Selain itu, ada pilihan alasan lain mengapa susu UHT berisiko meningkatkan glikosuria pada anak. Sebagai sekuel dari Makanan Brilio Dilansir Rabu (24/7) dari berbagai sumber, berikut 8 alasannya.
1. Ditambahkan kandungan gula.
foto: pexels.com
Beberapa susu UHT, terutama susu beraroma, tak henti-hentinya kali mengandung tambahan gula. Konsumsi gula berlebihan secara tertata bisa dikarenakan resistensi insulin dan meningkatkan efek glikosuria tipe 2.
2. Indeks glikemik tinggi.
Susu UHT mungkin saja mempunyai indeks glikemik yang lebih tinggi dibandingkan susu segar sebab proses pemanasan yang tinggi bisa mengubah struktur protein dan karbohidrat pada susu.
3. Sepertinya tidak mengandung serat.
foto: pexels.com
Susu UHT sepertinya tidak mengandung serat. Konsumsi berlebihan tanpa makanan kaya serat seimbang bisa memiliki pengaruh pada kadar gula darah.
4. Tinggi kalori.
foto: pexels.com
Beberapa susu UHT, terutama susu beraroma, mungkin saja mengandung kalori tinggi. Konsumsi berlebihan bisa dikarenakan penambahan berat badan yang merupakan efek samping diabetes.
5. Perubahan komposisi gizi.
Proses UHT bisa mengurangi beberapa nutrisi penting dalam susu, meski efeknya minimum.
6. Kebiasaan makan.
foto: pexels.com
Ketergantungan pada susu UHT bisa menggantikan konsumsi makanan segar yang lebih bergizi seimbang.
7. Aditif.
Beberapa susu UHT mungkin saja mengandung bahan tambahan untuk memperpanjang umur simpan, yang bisa menimbulkan konsekuensi kesehatan andai dikonsumsi berlebihan.
8. Bagian konsumsi.
foto: pexels.com
Kenyamanan dan rasa lezat pada susu UHT mungkin saja mendorong konsumsi berlebihan.
Perlu diketahui bahwa susu UHT sendiri sepertinya tidak berbahaya andai dikonsumsi secara wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang. Risikonya meningkat andai konsumsinya berlebihan, yakni merubah makanan segar lainnya. Selalu disarankan untuk membaca label nutrisi, untuk membuat pilihan varietas rendah gula dan mengonsumsinya dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak Anda.
Makanan dan minuman yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak.
1. Sayur mayur segar seperti wortel, brokoli, bayam, kangkung, tomat, mentimun yang kaya serat, diet dan mineral dengan indeks glikemik rendah.
2. Buah-buahan segar seperti apel, pir, jeruk, stroberi, blueberry yang mengandung serat dan diet, dengan indeks glikemik lebih rendah.
3. Makanan berprotein seperti ikan salmon, daging tanpa lemak, telur dan kacang-kacangan yang membantu mengontrol rasa kenyang dan kadar gula darah.
4. Biji-bijian utuh seperti nasi merah, roti gandum utuh, dan oatmeal kaya akan serat yang secara perlahan melepaskan gula ke dalam darah.
5. Kacang-kacangan seperti almond, walnut, biji chia, dan biji labu mengandung protein, serat, dan lemak sehat.
6. Susu dan produk susu rendah lemak seperti yogurt tanpa tambahan gula dan keju cottage merupakan sumber kalsium dan protein yang baik.
7. Air putih merupakan minuman utama yang dianjurkan, tanpa kalori dan gula.
8. Smoothie buah tanpa tambahan gula, terbuat dari buah segar dan yogurt tanpa pemanis.
9. Teh natural tanpa gula sebagai pengganti minuman sehat bebas kafein.
10. Sup sayur yang kaya nutrisi dan rendah kalori.
11. Telur rebus merupakan sumber protein berkualitas tinggi.
12. Ubi jalar panggang kaya akan serat dan diet, dengan indeks glikemik lebih rendah dibandingkan kentang biasa.
Tapi ingat, porsinya harus segera diperhatikan ya. Bahkan untuk makanan sehat. Variasi makanan juga membantu memenuhi berbagai kebutuhan nutrisi.
Anda juga sebaiknya menghindari minuman manis dan makanan olahan tinggi gula. Ajak anak untuk minum air putih secara tertata. Gabungkan makanan ini dengan aktivitas teratur untuk kesehatan optimum.
Ingat, Anda harus segera selalu berkonsultasi dengan mahir nutrisi bayi atau anak untuk dapatkan rekomendasi nutrisi yang lebih non-public, terutama andai anak Anda mempunyai masalah kesehatan khusus.
(brl/lut)
[ad_2]
Source link








