Pedagang nasi uduk di Padalarang KBB menjerit, harga beras sentuh Rp18 ribu

- Penulis

Jumat, 23 Februari 2024 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,-Muhammad Hanafi (36) warga Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali keluhkan harga beras melambung tinggi, pada Jumat 23 Februari 2024.

Kerap disapa Hanafi, sebagai pedagang kuliner nasi uduk pecel lele di jalan Raya Padalarang ini menyebut, meroketnya harga membuat sedikitnya pembeli menurun drastis.

Diakui dirinya, menurunnya pembeli dampak dari kenaikan harga beras yang menjadi menu utama pecel lele.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nasi uduk kan bahan utamanya pasti beras, jelas kenaikan ini sangat memberatkan saya ditambah pembeli semakin berkurang,” kata Hanafi saat berbincang langsung dengan pewarta SekitarKita.id Jumat malam.

Muhammad Hanafi (36) warga Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Muhammad Hanafi (36) warga Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Biasanya, kata dia, dalam sehari ia mampu menghabiskan puluhan porsi dengan nilai keuntungan sebesar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu.

“Sekarang cuman dapet sekitar Rp300 ribu, ya alhamdulilah sih, cuman kalau harga terus naik bisa-bisa bangkrut,” kata dia kembali.

Kendati harga naik, lanjut dia, pihaknya tidak menurunkan kualitas dan porsi, lantaran ia takut pelanggan beralih ketempat lain.

Baca Juga:  Nasib Pilu Entin Kartini, Warga Bandung Barat yang Terhambat Regulasi BPJS hingga Open Donasi

“Harga beras naik tetep porsi nasi tidak dikurangi apalagi lauknya, seperti biasa meskipun sedikit rugi,” jelasnya.

Nasi uduk di jalan Raya Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)
Nasi uduk di jalan Raya Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Saat ini, untuk harga beras di pasar tradisional Tagog Padalarang bisa mencapai Rp17.000 ribu per kilogram bahkan lebih.

“Biasanya beli Rp14.000 per kilogram sekarang udah mencapai Rp17.000- Rp18.000 ada juga yang Rp16.500 per kilogramnya,” keluhnya.

“Saya berharap pemerintah segera mengambil langkah tepat supaya harga stabil dan pembeli enggak kabur apa lagi menjelang bulan puasa Ramadhan,” tandasnya.

Pantauan di pasar Tradisional Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, harga beras jenis medium saat ini sudah mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara untuk beras jenis premium menginjak di harga Rp16.500 per kilogram.

Pukul 20.10 WIB tim SekitarKita.id menemukan sejumlah titik minimarket di Padalarang kelangkaan beras. Hal ini terjadi semenjak kenaikan harga beras.

“Udah kosong kang udah lama sejak pas naik ajah, di stok gudang juga enggak ada,” kata petugas minimarket enggan disebutkan namanya.

 



Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana dkk Tersangka Korupsi Penyimpangan MBG
Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029
Meriahkan HUT ke-19 KBB, DPRD Sajikan Turnamen Voli Putri dengan Sentuhan Proliga
Pemerintah Buka Suara soal Pencopotan Kepala BGN: Program MBG Tetap Jadi Prioritas
Sahroni Desak Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Pesantren
Soroti Tingginya Pengangguran Lulusan SMK, Lestari Moerdijat Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif
Harga Emas Antam 2 Juni 2026 Turun, Ukuran 0,5 Gram Dijual Mulai Rp1,437 Juta
Polisi Bongkar Video Pocong Viral di Bandung Barat, 5 Pemuda Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:11 WIB

Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana dkk Tersangka Korupsi Penyimpangan MBG

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:58 WIB

Lawatan ke Partai Perindo, KPU KBB Beberkan 6 Skema Penambahan Dapil untuk Pemilu 2029

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:03 WIB

Meriahkan HUT ke-19 KBB, DPRD Sajikan Turnamen Voli Putri dengan Sentuhan Proliga

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:25 WIB

Pemerintah Buka Suara soal Pencopotan Kepala BGN: Program MBG Tetap Jadi Prioritas

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:24 WIB

Sahroni Desak Polri dan Kemenag Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Seksual di Pesantren

Berita Terbaru