SEKITARKITA.id- Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi memperpanjang status tanggap darurat kekeringan hingga 28 September 2024, mengingat kondisi kekeringan yang belum sepenuhnya teratasi.
Menghadapi situasi ini, Gerakan Petani wilayah Bekasi utara mengajukan permohonan audiensi dengan Pj Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi, terkait minimnya pasokan udara untuk lahan pertanian.
Menanggapi permintaan tersebut, Pj Bupati Dedy Supriyadi memutuskan untuk langsung berdiskusi dengan para petani di Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, pada Senin (23/9/2024), alih-alih menerima audiensi di kantornya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak usah temui saya, biar saya yang temui kalian, karena saya adalah pelayan kalian, rakyat adalah raja,” dia disambut tepuk tangan riuh para petani.
Dalam pertemuan tersebut, Dedy menyampaikan apresiasi terhadap upaya para petani yang telah aktif membersihkan sampah di sungai sebagai bagian dari solusi kekeringan.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah sedang melakukan normalisasi dan pengerukan sungai untuk memastikan pasokan udara kembali lancar.
“Sabar ya Bapak-bapak, proses pekerjaan sedang berjalan. Secepatnya air dari hulu bisa sampai ke hilir,” kata Dedy.
Dedy juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama aliran sungai, dengan melibatkan masyarakat dalam edukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Jaga kebersihan, terutama kelestarian sungai. Jaga alam, niscaya alam akan menjaga kita,” tambahnya.
Samanhudi, perwakilan petani, menyampaikan terima kasih atas kesediaan Pj Bupati yang turun langsung menemui petani dan mendukung pengentasan kekeringan di wilayah tersebut.
“Kami sangat berterima kasih. Ini suatu hal yang besar, baik secara teknis maupun non teknis. Saluran-saluran irigasi mulai dari sungai hingga saluran sekunder akan dirawat,” ujarnya.
Pertemuan ini membawa harapan baru bagi petani, yang sebelumnya bingung ke mana harus mengadu terkait permasalahan kekeringan.
Mereka pun mendoakan agar Dedy Supriyadi selalu diberi kesehatan dan kekayaan dalam prestasinya.
Dengan adanya audiensi ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan petani dapat mempercepat solusi atas masalah kekeringan, sehingga lahan pertanian di Kabupaten Bekasi kembali produktif.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: jeje








