[ad_1]
Saya dan istri baru-baru ini merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke-54, yang secara teknis mustahil sebab usia saya tidak mungkin saja lebih dari 43 tahun. Tetapi demikian, kami mempunyai dokumen yang membuktikan fakta bahwa kami berdua, anggota generasi Child Boomer, telah menikah dalam waktu singkat. Bagaimana orang dapat tetap menikah dalam jangka waktu yang lama? Apa saja rahasia Child Boomer yang bisa diketahui oleh generasi muda seperti Gen-Z? Saya di sini untuk berbagi.
Berikut adalah hal-hal yang diajarkan generasi Child Increase tentang tetap menikah yang bisa dipelajari oleh Gen-Z:
Tidak punya rahasia
KAYYY B | Pexels
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akui bahwa memang Andalah yang meninggalkan dudukan rest room atau memakan kue keping coklat terakhir. Akui bahwa sepanjang 17 tahun terakhir Anda telah menjadi mata-mata Korea Utara yang menyamar.
Sebuah observasi pada tahun 2023 memperlihatkan bahwa mempertahankan pernikahan tanpa rahasia bukanlah hal yang best. Meski demikian privasi pada tingkat tertentu itu sehat, mendatanya rahasia penting dari pasangan Anda bisa sangat merusak kepuasan dan kepercayaan hubungan.
Rahasia tak henti-hentinya kali dilihat sebagai gejala, bukan penyebab masalah dalam hubungan. Studi tersebut juga memperlihatkan bahwa individu yang mendatanya rahasia dari pasangannya melaporkan kepuasan dan kesejahteraan hubungan yang lebih rendah.
2. Turunkan ekspektasi Anda
PeopleImages.com – Yuri A | stok foto
Pernikahan tidak selalu sempurna. Terkadang akan ada gundukan di jalan. Jadi, ketika ada gundukan di jalan, ingat bahwa itu itu hampir selalu merupakan kesalahan pasangan Anda sebab Anda akan mengambil jalan lain, mungkin saja jalan antar negara bagian.
Temuan dari studi tahun 2018 memperlihatkan bahwa menurunkan ekspektasi dalam pernikahan terkadang bisa meningkatkan kebahagiaan. Hal ini terutama berlaku ketika pasangan mempunyai ekspektasi yang tidak realistis atau terlalu tinggi dengan begitu sulit dipenuhi.
Menurunkan ekspektasi bisa menciptakan pengalaman yang lebih positif dengan memudahkan Anda merasa puas dengan hubungan tersebut. Tetapi, penting untuk mempertahankan standar yang masuk akal dan tidak menerima rasa hormat yang kurang dari dasar dan perilaku sehat dalam suatu kemitraan.
3. Jangan mendatanya dendam
Studio Prostock | stok foto
Tetapi selalu simpan satu di dekat Anda untuk berjaga-jaga andai seseorang meminta Anda mencuci piring walaupun Anda lebih untuk memilih untuk terus menelusuri Fb tanpa berpikir panjang. Kemudian Anda bisa mengambilnya dan berkata, maaf, saya tidak dapat, saya mendatanya dendam dengan begitu tangan saya penuh.
Observasi dari College of Georgia memperlihatkan bahwa pasangan menikah yang mempraktikkan sikap memaafkan dan menghindari mendatanya dendam cenderung mempunyai kepuasan hubungan dan kesejahteraan yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasangan yang memendam kebencian. Observasi menyoroti bahwa memaafkan pasangan setelah konflik adalah kunci menjaga pernikahan yang sehat.
4. Hindari topik yang kontroversial
Branislav Nenin | stok foto
Jangan pernah membahas politik, agama, uang, kebiasaan kamar mandi, membesarkan anak, saudara ipar, mencuci piring, pasar saham, atau Taylor Swift. Tetapi hal ini mungkin saja hanya menyisakan satu topik yang aman bagi Anda: variasi dalam indeks suhu-kelembaban, yang semua orang bisa dengan mudah menyetujuinya, sama sekali tidak berguna.
5. Meluangkan waktu untuk Anda berdua sebagai pasangan
foto_insta | stok foto
Jangan menjawab bel pintu kecuali sekelompok paramedis berlari ke arah Anda dengan membawa ventilator. Seringkali menyelinaplah ke tempat-tempat di mana Anda dapat menyendiri, seperti dalam perjalanan Danau Erie. Bersembunyi bersama di lemari ketika tetangga Anda datang dan bertanya mengapa paramedis berkeliaran di depan pintu Anda, merasakan hiperventilasi.
Dalam konteks yang lebih serius, menurut pakar hubungan internasional Erika Jordan, penting untuk dapat diingat bahwa “hubungan tidak akan berkembang dengan sendirinya.”
“Anda harus segera menjadwalkan kencan romantis, merencanakan petualangan baru bersama, dan menyediakan waktu untuk mengeksplorasi hubungan Anda,” jelas Jordan. “Cinta bukanlah sesuatu yang terjadi dengan begitu saja pada diri Anda – cinta adalah sesuatu yang Anda berdiri, selangkah demi selangkah, pilihan demi pilihan.”
6. Ingat fakta bahwa komunikasi itu penting
Di Dalam Rumah Kreatif | stok foto
Saat sarapan, duduklah tepat di seberang meja dan lakukan kontak mata. Kemudian, melihat apakah Anda bisa melanjutkan mengirim pesan teks tanpa kesalahan ketik. Saat makan malam, periksa pesan suara Anda untuk dapat mencari pesan kemarahan yang menyampaikan bahwa Anda lupa menjemput pasangan Anda, yang telah menunggu Anda di toko kelontong sejak waktu sarapan.
7. Selalu tertawa bersama
Lomb | stok foto
Jangan hanya tertawa kecil ketika pasangan Anda mengoleskan saus tomat ke hidungnya. Juga, tertawalah ketika dia melempar botol saus tomat ke arah Anda dan semuanya sudah habis milikmu dahi.
Lebih serius lagi, psikolog Dr. Barbara Becker Holstein menegaskan rahasia ini adalah kebiasaan kecil yang membuat pernikahan tetap berjalan. “Tertawa mengingatkan kita bahwa sebagian besar hidup layak diperjuangkan, bukan diperjuangkan,” jelas Holstein. “Lakukan kesalahan, akui, dan tertawalah. Melihat kartun (atau meme) yang lucu, dan pastikan Anda membagikannya kepada pasangan Anda.”
8. Menerima dan berharap perubahan
Pengembara_Jiwa | stok foto
Ingat fakta bahwa orang tidak selalu selamanya sama. Kadang-kadang, mereka mungkin saja merasakan bunion. Dan pasangan bisa tertawa bersama saat mendengar bunion sebab kita semua setuju bahwasanya itu adalah tutur yang lucu.
9. Memahami bahagia selalu selamanya bukan berarti hidup bersama akan menjadi dongeng
Di Dalam Rumah Kreatif | stok foto
Alih-alih seperti dongeng, terkadang kehidupan berumah tangga akan menjadi kumpulan yang miring warga New York cerita pendek di mana tak ada “dia berkata” dan “dia berkata,” dan Anda tidak bisa membedakan pasangan mana yang berbicara dan mana yang tidak mendengarkan.
Terkadang, kehidupan pernikahan akan menjadi sebuah pantun jenaka, biasanya diakhiri dengan tutur yang berima dengan “ember”. Kadang-kadang, kehidupan pernikahan akan memberi kesan novel Rusia abad ke-19 di mana setiap orang bernama Goncharov atau Karolnikov dan Anda tidak tahu di bab mana Anda berada namun masih mempunyai 800 halaman lagi untuk dibaca.
10. Jangan pernah tidur dalam keadaan marah kecuali…
Tima Miroshnichenko | Pexels
Ini mungkin saja berarti Anda harus segera menghindari tidur sepanjang beberapa minggu. Andai Anda benar-benar lelah, bacalah novel Rusia yang bagus dengan karakter bernama Goncharov atau Karolnikov. Anda tidak akan tidur, tapi setidak-tidaknya mata Anda akan berkaca-kaca.
Saya dan istri saya tidak pernah tidur dalam keadaan marah. Hal ini terutama sebab, setelah 54 tahun, kami tidak lagi sejumlah besar tidur.
Yang lebih serius lagi, sepanjang beberapa tahun ini, observasi memperlihatkan bahwa faktor-faktor kunci untuk mempertahankan pernikahan bahagia dalam jangka panjang meliputi keterampilan komunikasi yang kuat, komitmen timbal balik, interaksi positif, nilai-nilai bersama, kemampuan menghentikan konflik secara konstruktif, menjaga keintiman, menyampaikan penghargaan, dan mengutamakan pertumbuhan individu sekaligus memberi dorongan untuk kebutuhan pasangan Anda. Peneliti seperti John Gottman menyoroti pentingnya komunikasi positif dan mengelola interaksi negatif untuk kesuksesan perkawinan.
Neil Offen baru-baru ini adalah penulis “Development a Higher Boomer”, yang tersedia di mana pun buku dijual. Ia sudah lama menjadi wartawan dan menjadi kolumnis humor sepanjang empat dekade di dua benua.
[ad_2]
Sumber: yourtango








