[ad_1]
Pria yang suportif secara aktif mengangkat dan membina pasangannya. Tutur-katanya mencerminkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang di mana kedua pasangan bisa berkembang. Mendengar salah satu ungkapan berikut mungkin saja menandakan kurangnya dukungan emosional atau pengertian andai Anda sedang menjalin hubungan.
15 hal yang mungkin saja tidak akan pernah Anda dengar dari pacar atau suami yang suportif
1. “Mengapa kamu selalu begitu emosional?”
Pria yang suportif memahami bahwa emosi adalah bagian kehidupan yang alami dan sehat. Dia menghargai perasaan Anda dan mendengarkan dengan empati, bukan mengabaikannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
2. “Kamu bereaksi berlebihan”
Komunikasi yang sehat berarti memvalidasi sudut pandang pasangan Anda, meski demikian sudut pandangnya berbeda dengan Anda. Mengabaikan perasaan sebagai “bereaksi berlebihan” mengikis kepercayaan dan hubungan.
3. “Kenapa repot-repot, kamu tidak akan pernah pandai dalam hal itu”
Dorongan adalah kunci dalam hubungan cinta. Pacar atau suami yang suportif akan memotivasi Anda untuk mengejar impian dan berkembang, bukannya meremehkan kemampuan Anda.
4. “Bukan masalahku”
Gunakan86 melalui Shutterstock
Pasangan yang penuh perhatian menyadari bahwa perjuangan Anda adalah miliknya juga. Bahkan andai dia tidak bisa memperbaiki situasi, dia akan mendampingi Anda dengan kasih sayang dan dukungan. Ini bukan sekadar anekdot. Faktanya, efek tersebut juga ditemukan kebenarannya dalam observasi yang diterbitkan oleh Magazine of Social and Private Relationships.
5. “Saya tidak punya waktu untuk ini”
Saat semua orang sibuk, pacar atau suami yang suportif akan mengutamakan hubungannya dan menyediakan waktu untuk percakapan yang bermakna, terutama saat Anda sangat membutuhkannya.
6. “Kamu seperti ibu (atau ayah)mu”
Pria yang sehat menghindari perbandingan yang menyakitkan, terutama perbandingan yang menargetkan dinamika keluarga, yang dapat terasa sangat pribadi.
7. “Sudahlah!”
Observasi yang diterbitkan dalam The Magazine of Analytical Psychology memberi dorongan untuk bagaimana penyembuhan dan pemrosesan membutuhkan waktu. Pria yang suportif menghargai antar-jemput emosional Anda daripada menekan Anda untuk transfer on sebelum Anda siap.
8. “Kamu menguntungkan memilikiku. Tak ada orang lain yang menahan denganmu.”
Afrika Baru melalui Shutterstock
Ungkapan ini meremehkan kesetaraan dan saling menghormati yang merupakan dasar dari hubungan cinta.
9. “Kamu tidak sungguh-sungguh bermaksud seperti itu”
Pasangan yang sehat mendengarkan kata-kata Anda tanpa berasumsi bahwa dia lebih tahu apa yang Anda rasakan atau pikirkan.
10. “Saya tidak peduli”
Ketidakpedulian tidak mempunyai tempat dalam hubungan cinta. Suami atau pacar yang suportif memperlihatkan minat yang tulus terhadap pikiran, perasaan, dan pengalaman Anda.
11. “Kamu terlalu sejumlah besar bekerja”
Hubungan membutuhkan usaha, dan pasangan yang sehat akan menerima kesempatan untuk tumbuh bersama Anda, daripada menganggap kebutuhan Anda sebagai beban.
12. “Inilah lagi!”
Pasangan yang suportif menghargai ekspresi emosional Anda dan berusaha memahami apa yang mendorongnya, alih-alih menyebutnya sebagai “drama”.
13. “Andai kamu benar-benar mencintaiku, kamu segera melakukan ini untukku.”
Hubungan yang sehat tidak dibangun berdasarkan manipulasi atau rasa bersalah. Pria yang suportif menanyakan apa yang dia butuhkan tanpa mempertanyakan cinta atau kesetiaan Anda.
14. “Itu konyol!”
Studio Queenmoonlite melalui Shutterstock
Meremehkan ide, minat, atau kekhawatiran Anda tidak bisa diterima. Pasangan yang penuh kasih memperlakukan pikiran Anda dengan hormat, meski demikian dia tidak setuju.
15. “Kaulah masalahnya, bukannya aku.”
Pria yang sehat mengakui bahwa pertumbuhan dan kompromi sangat penting dalam suatu hubungan. Dia curhat refleksi diri dan bersedia beradaptasi bila diperlukan.
Pikiran Terakhir
Tutur-kata yang kita gunakan dalam hubungan sangatlah kuat. Mitra yang suportif berkomunikasi dengan kebaikan, empati, dan rasa hormat, dengan begitu menciptakan ruang aman bagi kedua pasangan untuk berkembang. Meski demikian tak ada orang yang sempurna, memperhatikan ungkapan-ungkapan ini — dan menggantinya dengan bahasa yang penuh kasih sayang dan meneguhkan — bisa memperkuat hubungan Anda dan mendekatkan Anda.
Ingat, cinta bukan hanya tentang perasaan; ini tentang tindakan. Ketika kata-kata dan tindakan selaras untuk memberi dorongan untuk pertumbuhan dan kebahagiaan, cinta akan tumbuh subur.
Richard DrobnikLCSW, DCSW, telah menjadi penasihat pasangan dan individu sejak 1979. Beliau menjabat sebagai Direktur di Mars & Venus Counseling Center di Teaneck, NJ.
[ad_2]
Sumber: yourtango








