[ad_1]
Andai Anda suka ngemil, Anda tidak sendirian. Dengan jumlah besar orang senang memakan makanan ringan selama hari, sebab makanan ini cocok untuk menjauhkan gantungan baju. Makanan ringan juga lebih mudah disiapkan dibandingkan makanan lengkap, dengan begitu sangat nyaman untuk disiapkan dalam waktu singkat. Tetapi, dalam hal nutrisi, pembicaraan seputar camilan terus menerus kali melibatkan makanan tertentu untuk dimakan. Bagaimana dengan waktu ngemil—dan apakah itu penting? Untuk memahaminya, kami bertanya kepada mahir nutrition apakah ada waktu terbaik untuk makan camilan, ditambah apakah mungkin saja untuk ngemil terlalu sejumlah besar dan apakah Anda harus segera untuk memilih makanan yang sama setiap hari.
- Kristen LorenzRD, mahir nutrition terdaftar dan pendiri Kristen Lorenz Diet
- Inti Kuning, mahir nutrition terdaftar di The Ohio State College Wexner Scientific Center
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Waktu Terbaik untuk Ngemil
“Waktu terbaik untuk ngemil adalah di sela-sela waktu makan,” ujar Amber Core, RD. Ini termasuk tiga waktu makan utama hari itu: sarapan, makan siang, dan makan malam. Tetapi, sebab waktu terbaik untuk makan ini bergantung pada standing kesehatan dan cara hidup spesifik Anda, waktu yang tepat untuk ngemil juga akan bervariasi.
“Umumnya, makan akan membuat Anda kenyang sepanjang tiga mencapai lima jam,” jelas Kristen Lorenz, RD. (Dan andai tidak, ada baiknya mempertimbangkan apakah Anda makan cukup pada waktu makan.) Jadi, tergantung pada waktu makan siang Anda, ngemil bekerja dengan baik di pagi hari, sebab ngemil berada di antara waktu makan dan bisa membantu mempertahankan tingkat energi yang stabil, catat Lorenz. . “Demikian pula, camilan sore hari bisa mencegah makan berlebihan saat makan malam (atau bahkan saat persiapan makan malam) andai makan siang Anda ringan atau lebih awal,” tambahnya.
“Kuncinya adalah ngemil saat Anda benar-benar lapar—bukan hanya bosan—dan untuk memilih pilihan makanan padat nutrisi yang memberi dukungan tujuan Anda secara keseluruhan,” lanjut Lorenz.
Bisakah Anda Ngemil Terlalu Dengan jumlah besar?
Seperti halnya semua aspek nutrisi, ngemil terlalu sejumlah besar mungkin saja saja terjadi, terutama andai camilan tersebut menggantikan makanan kaya nutrisi atau menyumbang kalori berlebih, menurut Lorenz. Seiring waktu, hal ini bisa dikarenakan penambahan berat badan yang tidak diinginkan, dengan begitu berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan.
Faktanya, meski Anda mengonsumsi camilan yang lebih sehat, masih ada kemungkinan untuk mengonsumsinya secara berlebihan. “Terus menerus ngemil bisa mengurangi rasa lapar di waktu makan, dikarenakan Anda tidak makan sejumlah besar atau melewatkan waktu makan sama sekali,” ujar Core. Akibatnya, Anda mungkin saja kehilangan nutrisi penting yang Anda butuhkan setiap hari. “Hal ini juga bisa membuat gula darah Anda tetap tinggi dan memengaruhi pengaturan nafsu makan, dengan begitu membuat Anda lebih sulit mengenali rasa lapar yang pada kenyataannya,” catat Lorenz. “Seiring waktu, hal ini bisa dikarenakan makan berlebihan atau ketidaknyamanan pencernaan.”
Perlu diperhatikan juga, arti “terlalu sejumlah besar” bergantung pada sejumlah besar faktor—termasuk tingkat aktivitas, metabolisme, dan pola makan Anda secara keseluruhan, ujar Lorenz. Misalkan saja, andai Anda seorang atlet atau sangat aktif secara fisik, Anda mungkin saja mendapatkan manfaat dari seringnya ngemil untuk memenuhi kebutuhan energi Anda, jelasnya. Tetapi andai Anda tidak begitu aktif dan terus menerus ngemil, kebiasaan tersebut lebih cenderung dikarenakan asupan kalori berlebih.
Haruskah Anda Makan Camilan yang Sama Setiap Hari?
Andai Anda menyukai camilan tertentu, Anda akan senang mengetahui bahwa tidak masalah memakannya setiap hari. Hal ini terutama berlaku andai sesuai dengan kebutuhan nutrisi Anda Dan membuat Anda puas, menurut Lorenz. Faktanya, terdapat berbagai macam manfaat dari latihan ini: “Andai camilan Anda seimbang dan tinggi nutrisi, mengonsumsi camilan yang sama bisa membantu menjaga kalori pada tingkat yang sehat dan menghindari makan berlebihan,” ujar Core. “Mengonsumsi camilan yang sama juga bisa membantu Anda membangun kebiasaan makan yang sehat tanpa perlu memikirkan apa yang ingin Anda makan setiap hari,” tambahnya.
Satu-satunya kelemahan? “Mengonsumsi makanan yang sama setiap hari dapat dikarenakan kebosanan,” catat Core. Untuk mencegah hal ini, Lorenz menyarankan “memutar camilan untuk memasukkan kelompok makanan yang berbeda, untuk memastikan Anda meliputi semua foundation nutrisi dan preferensi selera pribadi.” Saat Anda melakukannya, pilihlah camilan yang memadukan protein, lemak sehat, dan karbohidrat berserat tinggi untuk membuat Anda kenyang dan berenergi, saran Lorenz.
“Beberapa pilihan camilan yang seimbang antara lain biskuit gandum dan tuna, irisan apel dan selai kacang, atau buah beri dan kacang campur,” tambah Core.
Selain itu, andai Anda ingin menikmati camilan yang kurang kaya nutrisi, ketahuilah bahwa Anda bisa melakukannya dengan hati-hati. Seperti yang dicatat Lorenz, indulgensi yaitu bagian dari cara hidup sehat, terutama andai dilakukan dengan sengaja dan seimbang. “Misalkan saja, Anda bisa menyeimbangkan camilan yang memanjakan dengan makanan bergizi (seperti coklat hitam dengan almond atau keripik dengan guacamole) untuk menambah lebih sejumlah besar nutrisi dan kepuasan,” simpul Lorenz.
[ad_2]
Sumber: realsimple.com








