SekitarKita.ID– Tumpukan sampah liar ditemukan di lahan kosong yang terletak di RW 02 Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Sampah domestik yang menumpuk di area ini sudah berlangsung lama, namun hingga kini belum ada tindakan serius untuk mengatasinya.
Berdasarkan pantauan media pada Selasa (7/1/2025), lokasi tumpukan sampah berada di tebing sekitar puluhan meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bau menyengat menyelimuti kawasan tersebut, yang tak jauh dari Jalan Raya Lembang dan permukiman warga.
Keberadaan sampah liar ini ironisnya berdekatan dengan TPS yang sebelumnya disegel oleh Pemkab Bandung Barat melalui Satpol PP, serta berada di bawah RSUD Lembang.
Minim Pengawasan, Sampah Kian Menumpuk
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Gudangkahuripan, Agus Karyana, mengakui bahwa tumpukan sampah liar di lokasi tersebut sudah berlangsung lama.
Ia menyampaikan bahwa sampah-sampah ini kemungkinan besar dibuang oleh warga, namun identitas warga yang membuangnya belum diketahui.
“Iya, sampah yang ada di sana sudah sejak lama. Dibuang oleh warga, tapi tidak tahu warga mana,” kata Agus, Selasa (7/1/2025).
Agus menambahkan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini.
Dia berencana mengundang para Ketua RW untuk mencari solusi, sekaligus memberikan sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Nanti kami akan melakukan penataan kawasan, termasuk pembersihan sampah liar. Apalagi sudah ada komplain dari warga sekitar,” ungkapnya.
Warga Mengeluhkan Bau dan Pemandangan Tak Sedap
Sementara itu, Udjang Nurdjaman (47), salah seorang warga setempat, mengaku resah dengan keberadaan tumpukan sampah tersebut.
Meski demikian, ia tidak berani mengeluhkan hal ini langsung kepada aparat desa, karena memahami bahwa pelaku pembuangan sampah adalah warga sekitar.
“Memang betul sudah lama. Saya setiap hari lewat jalan ini, jadi tahu. Harapannya agar segera dibersihkan. Pemilik lahan juga katanya sudah meminta warga agar sampah ini secepatnya dibawa, karena lahannya akan dibangun rumah,” ungkap Ujang.
Permasalahan sampah liar ini menjadi perhatian serius bagi warga Desa Gudangkahuripan. Selain menciptakan bau tak sedap, keberadaan sampah juga mencoreng estetika lingkungan dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
“Warga mengharapkan pemerintah desa dan kabupaten secepatnya turun tangan untuk membersihkan lokasi tersebut serta memberikan solusi jangka panjang,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








