Milangkala Desa Tanimulya ke-57: Lomba dan Budaya Ngakeul Ala Sunda

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Milangkala Desa Tanimulya ke-57: Lomba dan Budaya Ngakeul Ala Sunda (foto: istimewa)

i

Milangkala Desa Tanimulya ke-57: Lomba dan Budaya Ngakeul Ala Sunda (foto: istimewa)

SEKITARKITA.id– Puncak perayaan Milangkala ke-57 Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, berlangsung meriah pada Minggu (31/8/2025).

Acara dimeriahkan dengan beragam lomba, pentas seni, serta penampilan budaya khas Sunda yaitu tradisi Ngakeul (prosesi menanak nasi secara tradisional) yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Desa Tanimulya, Omin Efendi, dalam sambutannya menggunakan bahasa Sunda menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada panitia serta seluruh warga yang ikut berpartisipasi hingga acara berjalan lancar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Desa Tanimulya, Omin Efendi/tengah (foto: Humas Desa Tani Mulya)
Kepala Desa Tanimulya, Omin Efendi/tengah (foto: Humas Desa Tani Mulya)

“Milangkala ke-57 ini adalah momen penting untuk mengenang jasa para leluhur dan tokoh masyarakat yang telah mendirikan serta membangun desa ini sejak awal. Kita tidak boleh lupa menghargai perjuangan mereka demi kemajuan dan kesejahteraan desa,” ujar Omin.

Sementara itu, Sekdes Tani Mulya, Ian Sopian menambahkan, perayaan Milangkala juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, memperbaiki perilaku, serta memperkuat kebersamaan warga.

“Ia pun berpesan khusus kepada generasi muda agar tetap menjaga identitas budaya lokal meski harus beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Baca Juga:  Usai Sidak KDM, Pemprov Jabar Mulai Data Nasib Pekerja Pabrik Kapur di Cipatat
Related Posts

“Dengan acara Festival Ngakeul ini Desa Tani Mulya mendapatkan sertifikat dari Kementerian Pariwisata katagori pengetahuan tradisional warisan budaya tak benda (WBTB),” sambungnya.

penampilan budaya khas Sunda yaitu tradisi Ngakeul (prosesi menanak nasi secara tradisional) yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat (foto: Humas Tani Mulya)
penampilan budaya khas Sunda yaitu tradisi Ngakeul (prosesi menanak nasi secara tradisional) yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat (foto: Humas Tani Mulya)

“Milangkala Desa Tani Mulya ini dengan tema Ngaguar ku Sejarah, Nyaangan ku Agama, Ngamumule ku Budaya (menggali sejarah di barengi dengan agama dipertahankan dengan budaya),” tandasnya.

Sertifikat DAPOBUD karya Ngakeul untuk Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah KBB (foto: istimewa)
Sertifikat DAPOBUD karya Ngakeul untuk Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah KBB (foto: istimewa)

Mengenal Tradisi Ngakeul

Ngakeul adalah tradisi Sunda dalam tahap akhir proses menanak nasi secara tradisional. Nasi yang baru matang dipindahkan dari dandang ke wadah boboko atau dulang, kemudian dibalik-balik dengan cukil (centong kayu) sambil dikipasi dengan hihid (kipas tradisional).

Tujuannya untuk menghilangkan uap panas sehingga nasi menjadi lebih empuk, pulen, dan tidak menggumpal.

Selain itu, uap nasi yang mengenai kulit dipercaya memiliki manfaat kesehatan karena mengandung vitamin dan mineral alami.

Baca Juga:  Pohon Lapuk Tumbang Timpa Pengendara Motor di Cililin KBB, Korban Dilarikan ke RSUD

Sayangnya, seiring berkembangnya teknologi, tradisi Ngakeul mulai jarang dilakukan karena digantikan oleh alat modern seperti rice cooker.

Padahal, bagi masyarakat Sunda, rasa dan sensasi nasi hasil Ngakeul diyakini memiliki kenikmatan tersendiri yang tidak tergantikan.

Alat yang Digunakan dalam Ngakeul

Untuk melakukan Ngakeul, ada tiga peralatan utama yang dipakai, yaitu:

1. Boboko/Dulang – wadah nasi tradisional dari anyaman bambu.

2. Cukil/Centong – sendok kayu besar untuk membalik nasi.

3. Hihid – kipas tradisional untuk mengurangi uap panas.

Filosofi dalam Tradisi Ngakeul

Teknik Ngakeul tidak hanya sekadar membalik nasi, tetapi juga mengandung filosofi kebersamaan. Kedua tangan harus bekerja selaras—satu membalik nasi, satu lagi mengipas—yang melambangkan kesatuan dan gotong royong.

Perayaan Milangkala ke-57 Desa Tanimulya bukan hanya pesta rakyat, tetapi juga wujud nyata gotong royong, pelestarian budaya, dan kebersamaan warga.

Dengan ditampilkannya tradisi Ngakeul, acara ini menjadi sarana edukasi sekaligus ajang menjaga warisan budaya Sunda di tengah modernisasi.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejari Cimahi Bongkar Aliran Dana Rp823 Juta, Eks Kabid Disnaker dan Staf Dijerat Korupsi
Polres Cimahi Musnahkan 653.321 Butir Obat Keras dan 8.164 Psikotropika
HPN 2027 di Lampung Siap Kolaboratif, PWI Libatkan Seluruh Konstituen Dewan Pers
Tahap Kedua Penertiban Bangli di Padalarang Berlanjut, Warga Diberi Waktu Bongkar Mandiri
Perang Lawan Penyakit Masyarakat, Polres Cimahi Musnahkan 15 Ribu Botol Miras Ilegal
Bupati Jeje Tinjau Siswa Naik Rakit di Waduk Saguling, Siapkan Transportasi Antar Jemput
PWI Jabar Kecam Oknum Wartawan Ngamuk di SDN Sukabumi, Tegaskan Wartawan Bukan Preman
Kondisi Pasca 16 Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang di Padalarang Belum Dapat Relokasi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:15 WIB

Kejari Cimahi Bongkar Aliran Dana Rp823 Juta, Eks Kabid Disnaker dan Staf Dijerat Korupsi

Kamis, 3 September 2026 - 08:51 WIB

Polres Cimahi Musnahkan 653.321 Butir Obat Keras dan 8.164 Psikotropika

Rabu, 2 September 2026 - 23:26 WIB

HPN 2027 di Lampung Siap Kolaboratif, PWI Libatkan Seluruh Konstituen Dewan Pers

Rabu, 2 September 2026 - 20:03 WIB

Tahap Kedua Penertiban Bangli di Padalarang Berlanjut, Warga Diberi Waktu Bongkar Mandiri

Rabu, 2 September 2026 - 09:46 WIB

Bupati Jeje Tinjau Siswa Naik Rakit di Waduk Saguling, Siapkan Transportasi Antar Jemput

Berita Terbaru