Hadapi Tantangan Kebangsaan di Era Digital, Bakesbangpol KBB Teguhkan Persatuan Lewat Sosialisasi FPK

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kegiatan Sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) pada Selasa, 28 Oktober 2025. (Foto: Abdul Kholilulloh)

i

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kegiatan Sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) pada Selasa, 28 Oktober 2025. (Foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id — Dalam upaya memperkuat persatuan dan kerukunan antarwarga di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kegiatan Sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Bandung Barat ini dihadiri oleh unsur pemerintahan kecamatan dan desa, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, serta akademisi. Hadir pula Dr. Eki Baihaki, M.Si, pengurus FPK Provinsi Jawa Barat, sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol KBB Weda Wardiman, S.STP., M.Si yang diwakilkan oleh Jaja, Kabid Kesatuan dan Kebangsaan (Kesbang), menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kelembagaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) hingga ke tingkat kecamatan dan desa atau kelurahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berkomitmen memperkuat kelembagaan FPK sampai tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, serta memastikan forum ini memiliki peran yang nyata, bukan hanya nama,” ujar Jaja dalam sambutannya.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kegiatan Sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) pada Selasa, 28 Oktober 2025. (Foto: Abdul Kholilulloh)
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kegiatan Sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) pada Selasa, 28 Oktober 2025. (Foto: Abdul Kholilulloh)

Ia menambahkan bahwa menjaga persatuan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh warga bangsa.

Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya generasi muda untuk memperkuat komunikasi lintas sosial dan semangat gotong-royong.

Baca Juga:  PUTR KBB Jemput Bola ke Provinsi dan Kementerian, Genjot Perbaikan Jalan Rusak

“Bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh kuatnya persatuan, sikap saling menghargai, dan semangat kebersamaan di tengah perbedaan,” tegasnya.

Related Posts

Menurut Weda, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga sarana aksi kolaboratif dalam menyelesaikan persoalan sosial secara bermartabat.

FPK diharapkan mampu menjadi motor penggerak harmoni sosial sekaligus wadah pencegahan disintegrasi bangsa.

Ia juga menekankan tiga pesan penting bagi seluruh peserta sosialisasi.

1. Pertahankan komunikasi dan koordinasi antar elemen masyarakat untuk mencegah kesalahpahaman dan potensi konflik.

2. Kuatkan edukasi kebangsaan kepada generasi muda agar memahami nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

3. Tingkatkan empati sosial, karena toleransi berarti memahami dan hadir bagi sesama.

Baca Juga:  50 Cent tentang Mengapa Jay-Z Diduga Mencoba Menghalangi Efisiensi Mangkuk yang Luar Biasa – Data Loader

Kabupaten Bandung Barat dikenal sebagai daerah dengan tingkat keberagaman etnis dan agama yang tinggi. Kondisi ini menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam menjaga kohesi sosial.

“Pembauran kebangsaan bukan hanya konsep, melainkan kebutuhan strategis demi terciptanya masyarakat yang damai, rukun, dan berdaya saing,” jelas Weda.

Melalui FPK, pemerintah daerah berharap terwujudnya kerukunan antar suku, agama, ras, dan golongan (SARA), serta terjaganya stabilitas sosial dan keamanan masyarakat.

Tantangan Kebangsaan di Era Digital

Dalam sesi pembahasan bertema “Tantangan Kebangsaan Saat Ini”, FPK KBB menyoroti tiga isu besar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini:

Meningkatnya hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.

Masuknya paham radikalisme dan intoleransi yang menggerus nilai Pancasila.

Munculnya gesekan sosial akibat perbedaan budaya dan kepentingan kelompok.

Sebagai solusi, FPK diharapkan memperkuat dialog kebangsaan, kolaborasi lintas elemen, serta pendidikan karakter di seluruh lapisan masyarakat, termasuk tingkat kecamatan dan desa.

Sementara itu, Dr. Eki Baihaki, M.Si, akademisi sekaligus pengurus FPK Jawa Barat, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keberagaman bangsa.

Baca Juga:  SMPN 1 Sindangkerta Terancam Dibongkar, Warga dan Alumni Tolak Alih Fungsi Jadi Koperasi Merah Putih

“Indonesia memiliki 1.340 etnis dan 718 bahasa. Keberagaman ini jangan membuat kita berjauhan, tetapi justru harus menyatukan. Kuncinya ada pada silaturahmi, saling menyapa, memahami, dan bekerja sama,” ujar Eki.

Ia juga menyoroti perlunya dukungan anggaran dari pemerintah daerah agar kegiatan FPK di daerah berjalan optimal.

“Menjaga soliditas keberagaman adalah investasi sosial. Kami berharap ke depan ada dukungan pendanaan yang memadai agar program FPK berjalan efektif,” tambahnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bakesbangpol Kabupaten Bandung Barat berharap agar struktur FPK tingkat kecamatan dan desa segera terbentuk dan aktif menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Selain itu, FPK diharapkan dapat membangun jejaring komunikasi dan sistem peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi potensi konflik sosial dan intoleransi sejak dini.

Menutup kegiatan, Jaja menegaskan kembali bahwa Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) harus menjadi gerakan moral dan sosial dalam merawat persatuan dan kesatuan bangsa di Kabupaten Bandung Barat.

“FPK bukan hanya forum, tapi gerakan bersama untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan mempererat silaturahmi di tengah keberagaman masyarakat Bandung Barat,” pungkasnya.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tahap Pertama, 16 Bangunan Liar di Padalarang Akhirnya Dibongkar Paksa!
Misteri Kematian Pria di Kontrakan Padalarang, Diduga Meninggal karena Sakit
Viral, Kisah Siswa Naik Rakit di Cililin, Dedi Mulyadi Turunkan Tim PU Bangun Jembatan
Dari Lereng Lembang ke Timur Tengah, Kopi Arabika KBB Raup Transaksi Rp800 Juta
Di Ujung Tanduk! Nasib 16 Bangunan Liar di Sudimampir Padalarang Terancam Dibongkar Paksa
Kisah Pilu Pelajar di Cililin Bandung Barat, Berangkat Sekolah Harus Naik Rakit Bambu
Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember 
Wabup Asep Ismail Buka Pesta Siaga Bandung Barat, Pramuka Didorong Cetak Generasi Berkarakter

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Tahap Pertama, 16 Bangunan Liar di Padalarang Akhirnya Dibongkar Paksa!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Misteri Kematian Pria di Kontrakan Padalarang, Diduga Meninggal karena Sakit

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Viral, Kisah Siswa Naik Rakit di Cililin, Dedi Mulyadi Turunkan Tim PU Bangun Jembatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Dari Lereng Lembang ke Timur Tengah, Kopi Arabika KBB Raup Transaksi Rp800 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Di Ujung Tanduk! Nasib 16 Bangunan Liar di Sudimampir Padalarang Terancam Dibongkar Paksa

Berita Terbaru