Roy Suryo Tidak Yakin Jokowi Tunjukkan Ijazah, Tuduh Gunakan Cara Kotor dalam Persidangan

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 03:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Roy Suryo tidak akan yakin andai Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan ijazahnya dalam persidangan.
  • Roy menyampaikan Jokowi akan melakukan pemalsuan dalam sidang dengan segala cara.
  • Penetapan tersangka terhadap Roy Suryo dinilai tidak sesuai dan perlu dicabut.

 

Related Posts

AdinJava– Mahir telematika, Roy Suryo tidak akan yakin Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan ijazahnya dalam persidangan dan menyatakan akan mengganggu sidang dengan segala cara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Itu diungkapkan Roy Suryo setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7, Jokowi.

Selain Roy Suryo, tujuh orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Rismon Hasiholan Sianipar, Tifauziah Tyassuma atau dokter Tifa, Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, M Rizal Fadillah, Rustam Effendi, serta Damai Hari Lubis.

Para terduga dilaporkan berusaha menghapus atau menyembunyikan knowledge atau dokumen virtual, serta memalsu dokumen agar terlihat asli.

Mereka dituntut dengan Pasal 27A dan Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP keterkaitan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian, yang mengancam hukuman maksimal enam tahun penjara. Tetapi, Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma menghadapi ancaman hukuman yang lebih berat.

Baca Juga:  Kasus Vina Cirebon, Iptu Rudiana Laporkan Dedi Mulyadi ke Polda Metro Jaya

Dalam penentuan tersangka ini, polisi diketahui tidak melampirkan dokumen ijazah asli Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi terus menerus menyatakan bahwa dia tidak akan memperlihatkan ijazah aslinya kepada masyarakat.

Jokowi mengakui, dirinya hanya ingin memperlihatkan ijazah asli tersebut di persidangan nanti.

“Saya akan memperlihatkan ijazahnya dalam persidangan nanti, harus segera dilakukan di sidang-sidang pengadilan yang ada, nanti saya akan tunjukkan ijazah asli,” tegasnya.

Tetapi, menurut Roy Suryo, pernyataan Jokowi hanyalah omongan kosong.

Bahkan, Roy Suryo juga mengklaim bahwa Jokowi terus menerus kali memengaruhi persidangan dengan berbagai cara.

“Kesaksian itu. Buktikan bahwa perkataannya palsu, dia terus menerus dihadapkan dalam persidangan namun tidak berani memperlihatkan bukti dan terus memakai segala cara untuk memanipulasi persidangan,” ungkapnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Minggu (9/11/2025).

Roy Suryo kemudian menyatakan bahwa penunjukan dirinya sebagai tersangka tidak sesuai dan harus segera dibatalkan.

“Sangat tidak sesuai (penetapan tersangka) dan harus segera dibatalkan, gugur berdasarkan hukum dan itulah nanti akan ada langkah upaya apa yang akan diambil,” tegas Roy Suryo.

Meski demikian telah ditetapkan sebagai tersangka, Roy Suryo dan kawan-kawannya belum ditahan sebab akan dilakukan pemanggilan terlebih dahulu, sesuai dengan ketentuan Undang-undang.

Baca Juga:  Tak Serius Tawarkan Raisa Pekerjaan, Hotman Paris Buka Suara Soal Sabrina Alatas: Lebih Cantik

Petugas kepolisian akan secepatnya mengirimkan surat panggilan pemeriksaan dan diharapkan para tersangka bisa hadir.

Selanjutnya, penunjukan tersangka Roy Suryo dan kawan-kawannya dibagi menjadi dua klaster tergantung pada peran dan jenis pelanggaran yang dilakukan.

Kelompok pertama terdiri dari lima tersangka, yaitu Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.

Mereka dituntut berdasarkan Pasal 310 dan/atau Pasal 311 dan/atau Pasal 160 KUHP keterkaitan penghasutan untuk melakukan kekerasan terhadap pejabat negara, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara, serta beberapa pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang juga menawarkan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Di klaster kedua terdapat tiga tersangka, yaitu mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, Rismon Sianipar, serta dokter Tifa.

Klaster kedua ini dijerat dengan kombinasi pasal KUHP dan UU ITE, termasuk Pasal 27A beserta Pasal 45 Ayat (4) serta Pasal 28 Ayat 2 bersama Pasal 45A Ayat 2 yang menawarkan hukuman pidana penjara antara 8 sampai 12 tahun.

Pembelaan Relawan Jokowi

Ketua Jokowi Mania, Andi Azwan, memberikan pembelaan mengenai pernyataan Roy Suryo yang menyebut Jokowi berbohong keterkaitan ucapan akan memperlihatkan ijazah asli di persidangan.

Menurut Andi, pernyataan Roy Suryo hanya bertujuan untuk membela diri saja, setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga:  Jelang pemungutan suara, Pemkab Bandung Barat menginventarisir wilayah potensi bencana

“Yang disebutkan oleh Roy Suryo dan teman-temannya adalah haknya untuk dibela, twist-nya paling hebat,” ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

Andi menegaskan bahwa Jokowi siap menunjukkan ijazah asli dalam persidangan berikutnya, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai gelar Sarjana (S1) di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Apakah dia berkomunikasi dengan Pak Jokowi, tidak, yang berkomunikasi adalah saya.

“Pak Jokowi berkata, ‘Saya siap andai diminta oleh pengadilan untuk membuka segalanya, saya akan buka di depan pengadilan’. Dari pendidikan SD, SMP, SMA sampai S1, itu jelas mengungkapkan kepada saya, di mana? Di Solo,” tutur Andi.

Menurut Andi, alasan Roy Suryo terus mengklaim bahwa Jokowi berbohong adalah sebab mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut mempunyai kecenderungan berbohong yang berlebihan atau disebut Mythomania.

“Andai Roy Suryo berbohong, maka ini disebut Mythomania,” ujar Andi.

Diketahui, ijazah Jokowi dari SD sampai S1 untuk saat ini sedang dalam pemilikan pihak penyidik.

Surat ijazah itu diberikan Jokowi setelah ia diperiksa oleh penyidik di Polresta Solo, Jawa Tengah, pada 23 Juli lalu.

(AdinJava)

Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com

Baca berita lain dari TRIBUN MEDAN di Google News

Ikuti pula informasi lainnya melalui Fb, Instagram, Twitter, dan Channel WA

Berita menarik lainnya di Tribun Medan



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Sembako Mencekik, PKB Bandung Barat Turun ke Situ Ciburuy Gelar Pasar Murah
Usai ASN Dilantik, Ketua Komisi I DPRD KBB Minta Kekosongan Jabatan Kadis Segera Diisi 
Aksi Ibu-Ibu Geruduk PT Royal, Minta KDM Turun Tangan soal Dugaan PHK Sepihak
Hadiri Pelantikan HIPMI KBB, Ketua DPRD Soroti Peran Pengusaha Muda dalam Mendorong Ekonomi Daerah
Jeje Ritchie Kurban Sapi Jumbo 1 Ton di RPH Dispernakan Bandung Barat
HPSN 2026, Pemkab Bandung Barat Perkuat Kolaborasi Tangani Sampah Berkelanjutan
Bandung Barat Darurat Peredaran Obat Keras, BNN Amankan 4 Pelaku Pengedar di Batujajar
DPRD KBB Bahas Penanganan Penumpukan Sampah di Pasar Cililin, Warga Terdampak Masalah Kesehatan

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Harga Sembako Mencekik, PKB Bandung Barat Turun ke Situ Ciburuy Gelar Pasar Murah

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:15 WIB

Usai ASN Dilantik, Ketua Komisi I DPRD KBB Minta Kekosongan Jabatan Kadis Segera Diisi 

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:57 WIB

Aksi Ibu-Ibu Geruduk PT Royal, Minta KDM Turun Tangan soal Dugaan PHK Sepihak

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:03 WIB

Hadiri Pelantikan HIPMI KBB, Ketua DPRD Soroti Peran Pengusaha Muda dalam Mendorong Ekonomi Daerah

Rabu, 27 Mei 2026 - 16:28 WIB

Jeje Ritchie Kurban Sapi Jumbo 1 Ton di RPH Dispernakan Bandung Barat

Berita Terbaru

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Padalarang-Bandung, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (31/8/2026) sekitar pukul 14.37 WIB. Foto: Abdul Kholilulloh

Bandung Barat

Ngeri! Pelajar SMP Tewas Terlindas Truk di Padalarang Bandung Barat

Senin, 31 Agu 2026 - 18:30 WIB