SEKITARKITA.id– Dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, hijau, dan asri sesuai visi sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui SMPN 4 Cipeundeuy terus menghadirkan berbagai program pelestarian lingkungan.
Konsistensi ini tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan sekolah, tetapi juga membangkitkan rasa kepedulian seluruh warga sekolah—mulai dari kepala sekolah, guru, staf tata usaha, hingga para murid.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, pada 3 Desember 2025, guru IPA Dede Sumiarsih, bersama peserta didiknya melaksanakan kegiatan penanaman 21 pohon cengkeh di area sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dilansir SEKITARKITA.id dari disdikkbb.org jumlah tersebut dibagi kepada tujuh rombongan belajar, sehingga tiap kelas memperoleh tiga pohon untuk ditanam dan dirawat bersama.
“Simbolis Penanaman: “Pahlawan Wanita dalam Mencangkul” Serahkan Pohon Pertama,” tulis Dede.
Momentum penanaman ini diawali dengan penyerahan pohon cengkeh pertama oleh Ilma, murid kelas VIII A, yang dijuluki sebagai “pahlawan wanita dalam mencangkul” berkat semangatnya dalam bekerja di lapangan.
Ia menyerahkan bibit cengkeh tersebut kepada kepala sekolah sebagai simbolis launching program penanaman.
Simbolis berlangsung di lapangan upacara, bertepatan dengan kegiatan makan bersama seluruh siswa setelah mendapatkan pengarahan mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Dengan penuh haru, kepala sekolah menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif sedekah pohon yang dilakukan para guru dan siswa.
Pembiasaan bersedekah yang selama ini menjadi budaya sekolah terbukti memberikan dampak nyata bagi lingkungan SMPN 4 Cipeundeuy.
Kepala sekolah pun berharap bahwa pohon-pohon cengkeh tersebut kelak dapat menjadi sumber manfaat sekaligus penghasilan bagi sekolah, sehingga membantu menunjang program-program pendidikan ke depan.
Setelah simbolis pertama dilakukan, masing-masing wali kelas menerima satu bibit dari perwakilan kelasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman bersama di area depan kelas VIIIC, yang melibatkan seluruh siswa.
Suasana riang gembira terlihat jelas dari antusiasme murid saat menanam dan memberi tanda pada pohon cengkeh milik kelas masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari pembiasaan baik yang terus ditanamkan sekolah, bahwa siapa yang menanam kebaikan, dialah yang akan menuai manfaatnya—baik bagi lingkungan maupun masa depan sekolah.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








