SEKITARKITA.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi membuka tiga fasilitas strategis yang menjadi tonggak baru dalam penguatan ketahanan pangan hewani, kesehatan hewan, dan layanan publik, yaitu Rumah Potong Hewan (RPH), Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), dan Pasar Hewan.
Peresmian berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025 bertempat di RPH Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang.
Acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan berbagai bantuan untuk ratusan kelompok peternak dan pelaku usaha perikanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem peternakan dan perikanan dari hulu hingga hilir.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Drh. Wiwin Aprianti, M.Si, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan RPH baru yang menggantikan bangunan lama terdampak proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung.
RPH ini kini hadir dengan kapasitas yang lebih luas, modern, dan memenuhi seluruh standar teknis nasional.
“Pembangunan RPH ini bukan sekadar menggantikan bangunan lama, tetapi menjadi fasilitas publik modern yang menjamin keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat Bandung Barat. Mulai dari perizinan bangunan, AMDAL, UKL-UPL, IPAL, halal, hingga Nomor Kontrol Veteriner (NKV), semuanya telah dipenuhi,” jelas Wiwin.
Ia menegaskan bahwa keberadaan RPH, Puskeswan, dan Pasar Hewan merupakan bagian penting untuk memastikan produk daging yang beredar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
Fasilitas ini juga menjadi penggerak utama peningkatan daya saing sektor peternakan di Bandung Barat.
206 Kelompok dan 3 Koperasi Terima Bantuan
Pada kesempatan yang sama, pemerintah menyerahkan bantuan komprehensif yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi Jawa Barat, dan APBD KBB.
Total penerima manfaat mencapai 206 kelompok dan 3 koperasi yang bergerak di sektor peternakan dan perikanan.
Rincian bantuan meliputi APBN, 11 kelompok ternak ayam petelur, 3 kelompok kolam bioflok, 4 kelompok pengolahan hasil perikanan.
“APBD Provinsi Jawa Barat, 4 kelompok Unit Pengolah Pupuk Organik (UPO/UFO), APBD Kabupaten Bandung Barat, Sapi perah 4 kelompok, Sapi potong 4 kelompok, Domba 111 kelompok,” ujarnya.
Lalu kemudian, kambing 1 kelompok. Ayam petelur 44 kelompok, ayam kampung: 1 kelompok, itik 6 kelompok, puyuh 2 kelompok. Benih dan pakan ikan nila 5 kelompok, gurame 4 kelompok, patin 1 kelompok, lele 1 kelompok. Vaksin dan obat hewan untuk 3 KUD.
“Bantuan ini adalah bukti negara hadir dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan dan peternakan,” tegas Wiwin.
Bupati Jeje: RPH Modern Jadi Fondasi Ketahanan Pangan Masa Depan
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan fasilitas vital ini.
“Pembangunan RPH ini merupakan langkah strategis untuk memastikan standar kesehatan masyarakat veteriner serta jaminan pangan hewani yang ASUH. Proses ante mortem, penyembelihan, hingga post mortem kini dapat berjalan sesuai prosedur,” ujar Bupati.
Ia menambahkan bahwa kehadiran RPH modern akan memberikan nilai tambah bagi peternak serta mempermudah rantai pasok pangan hewani.
“Bangunan ini sudah luar biasa. Tugas kita adalah merawatnya dan menjadikannya pusat layanan pangan hewani terbaik di Jawa Barat,” tegasnya.
Dengan diresmikannya fasilitas ini, Bandung Barat menegaskan diri semakin siap menghadapi tantangan pangan masa depan melalui layanan peternakan dan perikanan yang lebih profesional, efisien, dan modern.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








