SEKITARKITA.id – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung Barat (KBB) secara resmi membuka kegiatan Capacity Building Organisasi KNPI, sebuah program strategis yang digelar untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan kompetensi kepemudaan.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus KNPI, para narasumber, serta peserta dari berbagai perwakilan organisasi kepemudaan.
Dalam sambutannya, Kepala Dispora KBB, H. Imam Santoso Mulyo menegaskan bahwa capacity building pemuda merupakan langkah penting dalam mencetak generasi yang berintegritas, visioner, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyampaikan bahwa pemuda saat ini tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis organisasi, tetapi juga harus memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
Kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yaitu AMANAH: Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis.
“Keenam nilai tersebut menjadi dasar pembinaan kepemudaan dan diharapkan dapat diterapkan dalam seluruh aktivitas organisasi, terutama KNPI sebagai wadah berhimpunnya para pemuda,” kata Imam,
Ia menyebut, adapun makna nilai AMANAH dalam Pengembangan Kepemudaan yakni.
Agamis
Pemuda diharapkan menjunjung tinggi etika, moralitas, serta integritas dalam menjalankan roda organisasi.
Maju
Mengandung makna bahwa pemuda harus inovatif, berpikiran jauh ke depan, dan mampu memberi kontribusi nyata dalam pembangunan.
Adaptif
Generasi muda perlu responsif terhadap perkembangan teknologi, dinamika sosial, dan perubahan lingkungan strategis.
Nyaman
Organisasi pemuda harus menciptakan ruang yang inklusif, aman, dan kondusif untuk bertukar gagasan serta berkolaborasi.
Aspiratif
Pemuda diharapkan mampu menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat, menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan warga.
Harmonis
Setiap gerakan kepemudaan harus memperkuat kebersamaan, toleransi, dan kerja sama lintas elemen.
Iman menekankan bahwa semua nilai tersebut harus menjadi pedoman dalam membangun karakter organisasi kepemudaan yang progresif, mandiri, dan berdaya saing.
Dalam kesempatan tersebut, Imam juga menegaskan bahwa Pemerintah Daerah mendukung penuh berbagai inisiatif pembinaan kepemudaan.
Namun, ia menekankan bahwa KNPI tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, melainkan harus tampil sebagai mitra strategis pemerintah.
“KNPI diharapkan mampu memberikan masukan konstruktif, menjaga komunikasi yang sehat, serta berperan aktif dalam mengawal program pembangunan,” ujarnya.
Organisasi kepemudaan, menurutnya, harus menjadi agen perubahan, penyampai aspirasi publik, dan penggerak kemajuan daerah—bukan sekadar pelaku seremonial.
Menutup sambutannya, Kepala Dinas berharap kegiatan Capacity Building ini dapat memberikan dampak nyata. Para peserta diharapkan mampu meningkatkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta mengaplikasikan materi yang diperoleh untuk memperkuat peran organisasi di wilayah masing-masing.
“Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim,” Kepala Dinas secara resmi membuka kegiatan Capacity Building Organisasi KNPI,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







