KBB | SEKITARKITA.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB) bergerak cepat menindaklanjuti persoalan akses sejumlah siswa SDN Budiharja, Kecamatan Cililin, yang terpaksa menggunakan rakit untuk menyeberangi Waduk Saguling saat berangkat dan pulang sekolah.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail bersama jajaran terkait turun langsung meninjau kondisi akses yang selama ini digunakan para siswa. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi yang aman dan dapat segera diterapkan.
Melansir akun resmi Instagram pribadinya, Jeje dalam kunjungan itu menyebut, Pemkab Bandung Barat menemukan sejumlah kondisi yang menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan akses pendidikan bagi para siswa tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beberapa hari lalu kami mendapatkan arahan dari pak Gubernur Dedi Mulyadi untuk meninjau kondisi SDN Budiharja Cililin, beberapa video yang kami terima terlihat sejumlah siswa berangkat ke sekolah menggunakan rakit dengan melintasi waduk Saguling, kita melihat langsung fakta kondisi dilapangan,” kata Jeje @richieismail, Rabu 2 September 2026.
Dikatakan Jeje, tim Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat juga telah melakukan kajian teknis terkait kemungkinan pembangunan akses penghubung di lokasi tersebut.
Berdasarkan kajian sementara, kata Jeje, bentang Waduk Saguling yang harus dilintasi mencapai sekitar 280 meter. Dengan kondisi tersebut, pembangunan jembatan gantung dinilai tidak memungkinkan untuk diterapkan.
Salah satu alternatif yang kemudian dikaji adalah pembangunan jembatan apung. Namun, opsi tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga masih diperlukan kajian lebih mendalam, baik dari sisi teknis maupun kemampuan pembiayaan.
Sambil menunggu solusi jangka panjang, Pemkab Bandung Barat menyiapkan langkah cepat untuk memastikan para siswa tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan dengan menggunakan rakit.
Pemerintah daerah berencana menyediakan transportasi mobil antar jemput bagi sekitar 16 siswa yang selama ini menggunakan rakit untuk menuju SDN Budiharja.
Langkah tersebut menjadi solusi jangka pendek sembari pemerintah melakukan kajian terhadap kemungkinan pembangunan akses permanen di kawasan Waduk Saguling.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan seluruh alternatif masih dalam tahap kajian dan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Menurutnya, solusi yang dipilih harus mempertimbangkan aspek keselamatan, efektivitas serta kemampuan pemerintah dalam merealisasikannya.
“Semua opsi kita kaji. Untuk jangka panjang kita melihat kemungkinan pembangunan akses yang lebih permanen. Sementara, untuk langkah cepat kita siapkan alternatif transportasi bagi anak-anak,” ujar Jeje.
Hasil kajian teknis terkait kondisi akses siswa di Waduk Saguling beserta sejumlah alternatif penanganannya selanjutnya akan dilaporkan kepada Gubernur Jawa Barat untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Pemkab Bandung Barat memastikan persoalan akses siswa SDN Budiharja tersebut tidak berhenti pada peninjauan lapangan. Pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi konkret agar aktivitas belajar para siswa dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Dengan adanya opsi transportasi antar jemput sebagai solusi sementara, para siswa diharapkan tidak lagi harus menggunakan rakit untuk menyeberangi Waduk Saguling.
“Sementara untuk jangka panjang, pemerintah masih mengkaji pembangunan akses permanen yang dinilai paling aman, efektif dan realistis untuk diwujudkan,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Instagram Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail







