Anggota parlemen AS mengajukan rancangan undang-undang untuk mempermudah pengekangan ekspor type AI Oleh Reuters

- Penulis

Kamis, 23 Mei 2024 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Oleh Alexandra Alper

WASHINGTON (Reuters) – Komite Urusan Luar Negeri DPR pada hari Rabu memberikan suara terbanyak untuk memajukan rancangan undang-undang yang akan memudahkan pemerintahan Biden untuk membatasi ekspor sistem kecerdasan buatan, dengan alasan kekhawatiran Tiongkok dapat mengeksploitasinya untuk meningkatkan kemampuan militernya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

RUU tersebut, yang disponsori oleh anggota DPR dari Partai Republik Michael McCaul dan John Molenaar serta anggota Partai Demokrat Raja Krishnamoorthi dan Susan Wild, juga akan memberikan wewenang tegas kepada Departemen Perdagangan untuk melarang orang Amerika bekerja dengan orang asing untuk mengembangkan sistem AI yang menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional AS.

Tanpa undang-undang ini, “perusahaan-perusahaan AI terkemuka kita dapat secara tidak sengaja mendorong kemajuan teknologi Tiongkok, memberdayakan militer mereka, dan ambisi jahat mereka,” McCaul, yang memimpin komite tersebut, memperingatkan pada hari Rabu.

“Ketika (Partai Komunis Tiongkok) berupaya memperluas kemajuan teknologi mereka untuk meningkatkan pengawasan negara dan mesin perang mereka, sangat penting bagi kita untuk melindungi teknologi sensitif kita agar tidak jatuh ke tangan mereka,” tambah McCaul.

Baca Juga:  Investor mengamati penurunan suku bunga Fed dan pendapatan sebagai kunci untuk mempertahankan reli pasar Oleh Reuters

Kedutaan Besar Tiongkok di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.

RUU ini merupakan tanda terbaru bahwa Washington bersiap untuk melawan ambisi AI Tiongkok karena kekhawatiran Beijing akan memanfaatkan teknologi tersebut untuk ikut campur dalam pemilu di negara lain, membuat senjata biologis, atau melancarkan serangan siber.

Sekelompok senator bipartisan, termasuk Pemimpin Mayoritas Chuck Schumer, pekan lalu meminta Kongres untuk menyetujui pendanaan sebesar $32 miliar untuk penelitian kecerdasan buatan agar AS tetap unggul dibandingkan Tiongkok dalam hal teknologi canggih.

Reuters melaporkan bulan ini bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden siap membuka entrance baru dalam upayanya melindungi AI AS dari Tiongkok dan Rusia, dengan rencana awal untuk membatasi type AI paling canggih.

Para pejabat AS menyampaikan kekhawatiran atas “penyalahgunaan” kecerdasan buatan yang dilakukan Tiongkok dalam pembicaraan bilateral formal pertama mereka mengenai masalah ini di Jenewa pekan lalu.

© Reuters.  FOTO FILE: Tanda AI (Kecerdasan Buatan) terlihat di Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC) di Shanghai, Tiongkok 6 Juli 2023. REUTERS/Aly Song/File Foto

RUU tersebut, yang disetujui dengan 43 suara mendukung dan hanya 3 suara menentang, memerlukan persetujuan seluruh anggota DPR serta Senat sebelum dapat ditandatangani menjadi undang-undang oleh Biden.

Baca Juga:  Yellen mengatakan penting untuk membuka nilai aset Rusia untuk membantu Ukraina Oleh Reuters

Saat ini tidak ada rancangan undang-undang pendamping di Senat dan baik kantor Schumer maupun Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai apakah mereka mendukung undang-undang tersebut. Namun, upaya untuk menggagalkan Tiongkok jarang terjadi dalam konsensus bipartisan dalam beberapa tahun terakhir.



[ad_2]

2024-05-23 07:20:15

www.making an investment.com



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru