Bandung Barat | SekitarKita.id,– Penyiksaan anjing di Bandung Barat menjadi sorotan publik setelah sebuah video berdurasi 26 detik menunjukkan aksi kejam terhadap seekor anjing pemburu babi. Video ini viral di media sosial, mencetuskan kemarahan luas di masyarakat
Kejadian Brutal Terungkap
Video yang diunggah oleh akun Anang Soreang menampilkan pemilik anjing, diduga dari Kabupaten Bandung, yang brutal terhadap hewan peliharaannya. Sekitar 30 orang dikabarkan menyaksikan dan mungkin ikut dalam aksi penyiksaan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Reaksi Masyarakat dan Organisasi Perlindungan Hewan
Peristiwa ini tidak hanya menggemparkan tetapi juga membangkitkan kepedulian dari berbagai pihak, termasuk Christian Joshua Pale dari Animals Hope Shelter Indonesia.
Pale mengambil langkah untuk melaporkan kejadian ini kepada Polres Cimahi, lantaran lokasi video dibuat TKP ada dibilangan Kecamatan Gununghalu dengan harapan keadilan dapat ditegakkan.
Pelaporan dan Respons Polisi
Sebelum melaporkan kejadian tersebut, Pale mengunjungi rumah terduga pelaku di Soreang, namun pelaku tidak ditemukan di tempat. Keluarga pelaku mengonfirmasi kejadian tersebut, memperkuat bukti penyiksaan yang terjadi.
“Anjing milik pemburu, awalnya jadi anjing ini dilatih untuk berburu diajarkan supaya galak agar bisa menyerang babi. Alasannya anjing yang jadi siksaan mereka itu tidak patuh terduga pelaku Anang ini dia merasa malu apalagi didepan para pemburu lainnya karena anjing-anjing lemburu lainnya patuh dan sigap,” kata Christian saat ditemui usai membuat laporan di Mapolres Cimahi, Rabu 24 Juli 2024.
Investigasi dan Tindak Lanjut
Pihak kepolisian setempat telah mengonfirmasi keaslian video tersebut dan sedang menyelidiki kasus ini dengan serius.
“Anjingnya diseret secara paksa di banting dan dibuang, video ini direkam dan diposting lagi dimedia sosial. Ini membuat masyarakat geram karena dengan sadar sengaja melakukan penyiksaan, ” sambungnya.
Meskipun pelaku belum tertangkap, kata Pele, pihak kepolisian berkomitmen untuk menindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.
Dampak Sosial dan Kepedulian Publik
Kasus ini memunculkan diskusi tentang perlindungan hewan dan perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan terhadap hewan.
Media sosial menjadi wadah utama di mana kemarahan publik dan tuntutan untuk keadilan beredar luas.
“Harapan untuk Keadilan Masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas dan memberikan hukuman setimpal kepada pelaku, sebagai bentuk keadilan bagi hewan yang menjadi korban kekejaman manusia,” harapnya.
Dengan demikian, kasus penyiksaan ini tidak hanya menjadi sorotan di media sosial tetapi juga mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga kesejahteraan hewan dan menegakkan keadilan dalam masyarakat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








