SEKITARKITA.id- Rencana audiensi antara DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan puluhan massa yang tergabung dalam Barisan Ormas, OKP, LSM, dan Mahasiswa (BOOMS) berakhir tegang.
Pasalnya, sebagian besar pimpinan DPRD KBB tak tampak hadir dalam forum yang digelar di Gedung DPRD KBB, Rabu (3/9/2025).
Pantauan Sekitarkita.id di lokasi, audiensi yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB itu terpaksa ditunda karena hanya dihadiri Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir pula Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra, jajaran Polsek Padalarang, dan Koramil Padalarang. Dari total 50 anggota dewan, tidak satu pun lainnya terlihat.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan para peserta audiensi. BOOMS kemudian memutuskan walk out seraya menuntut kehadiran pimpinan DPRD secara lengkap, termasuk Ketua dan para Wakil Ketua.
Beni, salah satu anggota BOOMS, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tidak bisa dititipkan hanya kepada perwakilan.
“Kami sudah beberapa kali melakukan audiensi, nyatanya aspirasi kami tidak terealisasi. Jadi saya tidak mau tahu, kami minta para pimpinan DPRD wajib ada di ruangan ini,” tegasnya.
Nada serupa dilontarkan Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKI) KBB, Gunawan Rasyid alias Guras. Ia menolak melanjutkan forum tanpa kehadiran seluruh pimpinan dewan.
“Kami enggak mau tahu, pokoknya harus ada pimpinan semuanya. Di Jakarta itu terjadi rusuh karena DPR sombong gayanya, nah sekarang di KBB DPRD jangan songong,” teriak Gunawan yang diamini peserta lainnya.
Ketua Umum BOOMS, Didin Suhendar, juga sepakat agar pertemuan ditunda sampai seluruh pimpinan DPRD hadir.
“Banyak hal harus kami sampaikan, tidak bisa hanya kolektif kolegial. Ini harus didengar langsung sama mereka. Kalau begitu, pertemuan ini ditunda saja sampai semua pimpinan DPRD kumpul,” ujarnya.
BOOMS Sudah Layangkan Surat Resmi
Sebelumnya, BOOMS telah mengajukan surat resmi bernomor 50/BOOMS/IV/9/2025 yang ditandatangani Ketua Pupuhu BOOMS, Didin Suhendar, pada 1 September 2025.
Dalam surat itu, BOOMS meminta DPRD KBB meluangkan waktu untuk berdiskusi terkait isu-isu nasional maupun daerah.
Mereka juga menekankan bahwa tujuan audiensi adalah menciptakan suasana aman, damai, dan kondusif di wilayah KBB.
“Bersama surat ini kami berharap Bapak Ketua DPRD dapat meluangkan waktu untuk berdiskusi serta memberikan arahan guna terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif,” tulis BOOMS dalam suratnya.
Forum BOOMS menegaskan pentingnya komunikasi antara legislatif dan masyarakat di tengah dinamika isu nasional maupun lokal yang berkembang.
Dengan adanya audiensi, mereka berharap DPRD KBB bisa lebih memperhatikan aspirasi rakyat sekaligus memperkuat sinergi menjaga stabilitas sosial dan politik di Bandung Barat.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








