[ad_1]
Lihat kembali pernikahan saya, saya bertanya-tanya kapan kami menjadi basi. Hal ini terjadi secara progresif, juga berawal sejak dini. Kami yaitu teman sekamar, pengelola rumah, juga pengelola rekening financial institution kami, tetapi hari-hari ketika kami menjadi sepasang kekasih sudah lama berlalu. Tersebut yaitu sejarah kuno. Kami telah tidur di kamar yang dengan cara yang berbeda selagi bertahun-tahun. Saya serta sepertinya tidak merasa seperti tersebut terhadap dia; Saya untuk melihat lebih seperti seorang kenalan.
Dia bukan orang jahat, juga dia jauh dari tersebut. Kami sebagian besar bekerja sama dengan baik, meski demikian kami sangat sepertinya tidak cocok. Tapi, faktor keintiman yaitu kenangan yang jauh. Kami sepertinya tidak cocok, juga ada terlalu dalam jumlah besar air di bawah jembatan untuk membangun kembali apa pun. Dengan kata lain, kerusakan telah terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa yang salah?
Sangat mudah untuk mengawasi kembali ketika segala sesuatunya mulai berjalan salah. Pertama, kami berdua payah dalam komunikasi, juga seperti yang saya katakan, kami menghadapi masalah sejak awal yang sepertinya tidak pernah diperbaiki. Saya mencoba untuk sembuh dalam hal tersebut, namun dia menutup diri akibat dia yaitu seorang penghindar. Tetapi, ketika mertuaku yang monster ada, dia menimbulkan masalah, juga suamiku gagal membelaku. Alasannya yaitu dia merasa seperti ditarik ke dua arah yang dengan cara yang berbeda. Karena itu aku yaitu orang yang suka menyenangkan orang lain (juga dia serta mencapai hari ini, yang membuatku sangat bersenang-senang), aku sepertinya tidak menyuruh ibuku untuk mundur pada saat yang seharusnya. Mereka berdua ikut campur di tempat yang bukan tempatnya. Aku serta salah di sana.
Serta, mari kita hadapi tersebut. Pengasuhan anak berkebutuhan khusus bisa membuat atau menghancurkan sebuah pernikahan. Saya menanggung beban terbesar dalam perawatan putra saya, juga tersebut hanya dikarenakan kebencian terhadap suami saya tumbuh juga membusuk. Saya memahami bahwa ia yaitu pencari nafkah utama, tetapi ia serta memberikan tanggung jawab yang terlalu besar kepada saya walaupun pada kenyataannya ia dapat ikut campur. Sayangnya, hal ini dikarenakan kerusakan permanen.
Saya terlepas dari segalanya benar-benar membencinya selagi bertahun-tahun. Saya sepertinya tidak merasa seperti tersebut sekarang, akibat dia telah melakukan beberapa hal sebagai kompensasinya. Saya mulai melunak terhadap hal tersebut setelah anak saya bepergian. Jangan salah paham. Saya jauh dari sempurna. Saya sadar saya telah melakukan hal-hal yang menyakitkan kepada suami saya juga saya bertanggung jawab atas hal tersebut. Intinya kami berdua gagal dalam pernikahan ini. Setiap kali saya memberi tahu orang-orang tentang keadaan pernikahan mereka, mereka setiap saat berkata, “Kamu hanya hidup sekali, jadi kenapa kamu masih bersamaan?”
Mengapa saya setuju untuk tetap menikah dengan teman sekamar?
Aku ingin bepergian berkali-kali, tapi aku menyerah. Pertama, dia sepertinya tidak akan memudahkan saya akibat dia mempunyai masalah pengabaian yang parah (kembali ke mertuanya yang monster, jika dilihat ke belakang, dia yaitu seorang narsisis buku teks). Saya telah mengancam, juga dia akan pucat pasi, gemetar tak terkendali, berlutut, juga memohon sambil menangis, “Jangan pernah tinggalkan aku.”
Memang memuakkan, tapi kenyataannya saya serta seorang individu praktis yang menyukai kenyamanannya. Taurus Moon saya yang harus segera disalahkan oleh karena itu. Sepertinya tidak mungkin saja tinggal di Kanada sebagai satu orang (Terima kasih, Trudeau). Penghasilan saya sepertinya tidak stabil. Saya lebih suka tinggal dalam pernikahan teman sekamar di mana suami saya menghormati ruang juga privasi saya juga di mana kami kebanyakan rukun selagi kami sepertinya tidak salah bergaul daripada harus segera tinggal di tempat penampungan. Itulah yang akan terjadi jika kita berpisah. Saya sangat mencintai juga menghargai kenyamanan saya. Selain tersebut, putri saya yaitu prioritas, juga sepertinya tidak satu pun dari kami yang dapat membantunya secara finansial ketika dia siap untuk melanjutkan hidup jika kami berpisah.
Jika tersebut yaitu pernikahan yang penuh kekerasan juga sepertinya tidak sopan, hal tersebut akan dengan cara yang berbeda. Saya sepertinya tidak punya pilihan lain. Tapi untungnya sepertinya tidak demikian. Inilah pertanyaannya: Bagaimana saya dapat setuju untuk tetap menikah dengan teman sekamar juga sepertinya tidak menjadi sengsara? Karena itu pernikahan ini sepertinya tidak mengandung kekerasan, juga suami saya memberi saya ruang juga privasi yang saya perlukan, saya memanfaatkannya sebaik mungkin saja.
Saya fokus pada hal-hal yang saya nikmati. Jika suamiku memintaku untuk setiap saat bersamanya, maka hal tersebut akan menjadi masalah. Tetapi, dia puas menonton acaranya sendirian dengan anjingnya. Sementara, saya dapat fokus pada hal-hal yang saya sukai, seperti tarot, menulis di Medium, juga mendapatkan manfaat dari pencarian kreatif lainnya. Jika saya dapat melakukan tersebut, saya dapat lihat rasa kepuasan juga sepertinya tidak fokus pada betapa basi pernikahan saya akibat hal hal tersebut akan membuat saya sengsara. Jika saya sepertinya tidak bekerja, saya dapat bepergian kemanapun saya mau. Saya dapat berjalan sendiri atau tinggal di kamar saya juga menonton video untuk saat ini dia melakukan pekerjaannya. Jika saya dapat fokus pada hal tersebut, maka hidup sepertinya tidak seburuk tersebut.
Saya sibuk dengan jaringan. Saya sepertinya tidak menyukai “orang-orang”, tetapi saya memahami perlunya jaringan lokal untuk dapatkan lebih dalam jumlah besar bisnis juga menjalin lebih dalam jumlah besar koneksi. Untuk alasan itu, selagi saya dapat bepergian, saya bepergian ketika suatu peristiwa terjadi. Untuk alasan itu, fokus pada jaringan saya yaitu pengalih perhatian yang baik dari kebosanan juga ketidakpuasan dalam pernikahan teman sekamar. Meski demikian teman-teman telah mengecewakan saya, saya memahami pentingnya tetap berkorespondensi dengan orang-orang yang berpikiran sama. Saya sepertinya tidak ingin berteman baik dengan siapa pun. Tetapi, saya senang menjalin hubungan baru dengan orang-orang yang menurut saya menarik juga berbagi dalam jumlah besar hal dengan saya.
Saya memprioritaskan perawatan diri. Karena itu aku menikah dengan teman sekamar juga aku menderita depresi saat memproses trauma bertahun-tahun, aku harus segera menjaga diriku sendiri. Serta dua guidelines saya sebelumnya untuk bertahan dalam pernikahan teman sekamar termasuk dalam kategori perawatan diri. Perawatan diri yaitu melakukan apa yang saya sukai juga berjejaring dengan mereka yang ingin berjejaring dengan saya. Untuk alasan itu, saya sepertinya tidak melakukan apa yang “ingin” saya lakukan; Saya melakukan apa yang “perlu” saya lakukan.
Ketika saya bisa melakukan hal-hal yang perlu saya lakukan untuk kesehatan psychological saya, manfaat kesehatan fisik, emosional, juga non secular saya. Tentu saja, Ozempic membantu saya berpikir secara dengan cara yang berbeda tentang makanan dengan menggunakan yang positif. Saya sepertinya tidak lagi menggunakannya sebagai penopang emosional. Tetapi, jika saya sengsara juga terjebak dengan beban yang berada di luar kemampuan saya untuk mengatasinya, maka hal tersebut akan menjadi bencana. Dalam hal ini, saya mungkin saja akan kembali makan secara emosional meski demikian sudah memakai Ozempic, juga tersebut dapat menjadi bencana bagi kesehatan saya. Selain tersebut, perawatan diri membantu saya mengawasi depresi.
Saya percaya saya akan menyanyikan lagu yang dengan cara yang berbeda jika saya saling mencinta dengan orang lain
Inilah masalahnya. Saya telah menghabiskan sebagian besar hidup saya membungkuk ke belakang demi orang lain, jadi saya sepertinya tidak tertarik menjalin hubungan akibat saya perlu fokus pada diri sendiri. Ditambah lagi, saya mendekati menopause. Untuk alasan itu, gagasan menjalin hubungan asmara dengan siapa pun bukanlah hal yang penting bagi saya.
Tetapi, jika saya tetap berkorespondensi dengan seseorang yang saya cintai, hal tersebut akan menjadi masalah. Saya akan menyampaikan sesuatu yang dengan cara yang berbeda akibat Anda serta sepertinya tidak bisa tahan perasaan Anda. Syukurlah, hal tersebut sepertinya tidak menjadi masalah, juga saya sepertinya tidak pernah menyangka hal hal tersebut akan menjadi masalah. Saya masih mempunyai dalam jumlah besar pekerjaan yang harus segera dilakukan untuk dapat mencari tahu sendiri. Saya sedang menuju ke sana, namun akibat saya telah kehilangan diri saya sendiri selagi bertahun-tahun, masih perlu waktu bagi saya untuk mengenal diri saya sendiri. Untuk alasan itu, saya percaya saya sepertinya tidak akan saling mencinta pada siapa pun.
Saya menulis posting ini sebagai tanggapan terhadap jadwal cepat penulisan tarot saya. Karena itu saya berpegang teguh pada cara hidup/perawatan diri, pesan hari ini berasal dari Empat Piala. Empat Piala mewakili sikap apatis, kebosanan, juga ketidakpuasan, namun serta merupakan kartu yang mewakili introspeksi juga mengeksplorasi segala sesuatu yang tetap berkorespondensi dengan kepuasan emosional. Untuk alasan itu, menulis tentang pernikahan teman sekamar saya juga bagaimana saya menemukan makna dalam hidup meski demikian berada dalam satu kehidupan yaitu topik yang tepat untuk topik ini.
Meski demikian Anda sepertinya tidak akan menemukan pengabdian dalam pernikahan teman sekamar, selagi pasangan Anda sepertinya tidak menghalangi Anda untuk belajar lebih dalam jumlah besar tentang diri Anda, Anda harus segera melakukan tersebut. Jika Anda berada dalam pernikahan yang penuh kekerasan juga sepertinya tidak mempunyai kebebasan, maka Anda sepertinya tidak dapat bertahan. Tetapi, jika bukan tersebut masalahnya, terutama jika Anda berada dalam kesulitan finansial jika Anda bepergian, yang kualitas terbaik yaitu menemukan hal-hal yang Anda sukai untuk diri sendiri, menjaga diri sendiri sambil tetap merasa nyaman.
Tetapi, jika Anda menikah dengan teman sekamar juga merasa keuntungan dari perpisahan lebih besar sekali daripada kerugiannya setelah mengevaluasinya secara menyeluruh, Anda harus segera menyetujuinya. Anda harus segera setiap saat melakukan yang kualitas terbaik untuk Anda. Bukan tersebut yang terjadi pada saya sekarang, jadi saya sepertinya tidak melakukan apa pun. Tetapi, waktu akan menjawabnya. Segalanya mungkin saja dengan cara yang berbeda mengenai hal tersebut di tahun-tahun yang akan datang.
Miriam Rachel yaitu seorang penulis, podcaster, juga pembaca tarot. Dia mempunyai dalam jumlah besar artikel yang ditampilkan di Medium, AskAstrology, juga Calmoura, juga masih dalam jumlah besar lagi.
[ad_2]
Sumber: yourtango







