Cegah DBD meluas, Kelurahan Tunggak Jati Karawang gencar sosialisasi pengelolaan sampah

- Penulis

Kamis, 27 Juni 2024 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lurah Tunggak Jati sosialisasi pengelolaan sampah di Aula Kelurahan Tunggak Jati, Selasa (25/6/2024).

i

Lurah Tunggak Jati sosialisasi pengelolaan sampah di Aula Kelurahan Tunggak Jati, Selasa (25/6/2024).

Karawang | SekitarKita.id,- Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Kelurahan Tunggak Jati, Kecamatan Karawang Barat bersama RT/RW mengadakan sosialisasi pengelolaan sampah.

Kegiatan itu dilakukan bersama pengelola sampah TPST yang diadakan di Aula Kelurahan Tunggak Jati, Selasa (25/6/2024).

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, agar masyarakat paham untuk memilih dasar sampah dari sumbernya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lurah Tunggak Jati, Farida Heryanti menyampaikan pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan terlebih di bakar.

Lurah Tunggak Jati sosialisasi pengelolaan sampah di Aula Kelurahan Tunggak Jati, Selasa (25/6/2024).
Lurah Tunggak Jati Farida Heryanti gelar sosialisasi pengelolaan sampah di Aula Kelurahan Tunggak Jati, Selasa (25/6/2024).

Pasalnya, kata dia, sampah jenis plastik jika tidak di lebur maka akan berdampak buruk bagi lingkungan.

Sosialisasi ini juga bertujuan untuk mencegah penyakit DBD di wilayah Kelurahan Tunggak Jati agar tidak meluas.

“Sosialisasi ini bisa disampaikan kemasyarakat melalui RT/RW setempat di Kelurahan Tunggak Jati, bahwa sampah akan di angkut oleh petugas dan akan dibuang di TPST Mekarjati,” kata Farida.

“Seluruhnya yang ada di wilayah Kelurahan Mekarjati dan angkutan ini juga termasuk wilayah Mekarjati dan Tunggak jati,” sambungnya.

Baca Juga:  Mariah Carey Lanjutkan Kejayaannya dalam Liburan dengan Memuncaki Tangga Lagu ARIA Singles Chart

Farida Heryanti menyebut, bahwa kedepannya akan mencoba sosialisasi melalui masjid dan mushola.

Dimana petugas akan mengambil sampah-sampah didepan rumah yang sudah disediakan plastik, di depan pager atau halaman rumah warga.

“Untuk kerja sama kami sosialisasi ini baru pengenalan dulu, kepada masyarakat untuk pengolahan sampah ini,” ucapnya.

Saat menyinggung terkait penyakit DBD dampak buruk pengelola sampah, pihaknya selalu menginformasikan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, berperilaku hidup bersih maka akan menciptakan lingkungan yang sehat.

Sejauh ini, Farida menegaskan, penyakit DBD telah merenggut nyawa warga di wilayah Tunggak Jati, ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak terutamana pemerintah Kabupaten Karawang.

adapun data yang terdampak penyakit DBD di wilayah RW10 sebanyak 5 orang, RW 8 sebanyak 2 orang, dan yang meninggal 1 orang.

“Kami menghimbau kepada masyarakat kita tingkatkan perilaku hidup sehat dari saluran air dari pola makan dan bersihkan dirumah masing-masing,” imbuhnya.

Sejauh ini, lanjut dia, sebelum melaksanakan kerja bakti membersihkan saluran air, respon positif dan antusias warga Tunggak Jati sangat tinggi.

Baca Juga:  Bandung Barat Tuntaskan Pemerataan Jalan 2025, 80 Persen Proyek Rampung, Anggaran Sentuh Rp128 Miliar

“Kami juga selalu mengintruksikan saluran air dan saluran air dirumah masing-masing harus dilakukan secara terus menerus,” terangya.

Pihaknya berupaya, kedepannya kebersihan lingkungan diwilayahnya akan terus dilakukan oleh masyarakat sekitar.

Sementara itu, Dede Suryani sebagai Fasilitator Edukasi Masyarakat di Program Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM) mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat selain membuang sampah pada tempatnya juga agar masyarakat paham untuk memilih dasar dari sumber.

Dede Suryani sebagai Fasilitator Edukasi Masyarakat di Program Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM)
Dede Suryani sebagai Fasilitator Edukasi Masyarakat di Program Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM)

“Jadi sekarang lagi ada penyakit DBD karena di Tunggak Jati masuk layanan TPST Mekarjati, untuk TPST ini mencakup 2 kelurahan, Tunggak Jati dan Mekarjati,” kata Dede Suryani yang juga mewakili ISWMP (Kementrian PUPR Pusat)

Dede menyebut, bahwa kegiatan TPST hanya memilihan sampah organik dan non organik di TPST, untuk sistem pengelolaan.

Pihaknya hanya mengumpulkan sampah dari warga untuk dipilih sementara, diakui Dede, pemerintah Kecamatan Karawang Barat belum mempunyai produk pengelolaan sampah lantaran keterbatasan alat.

“Tidak ada dampak buruk bagi masyarakat malahan masyarakat sudah bertahap akan untuk bisa membuang sampah, justru beberapa warga alhamdulillah TPST yang punya lahan-lahan ikut terbantu, tidak bingung buang sampah untuk kemana,” ujarnya.

Baca Juga:  Plt Bupati Hengki Pastikan Stok Vaksin Aman di Bandung Barat, Bisa Dicek Disini

Dede Suryani menyampaikan bahwa penanggung jawab sampah itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang.

Saat disinggung masalah APBD pengangkut sampah dari area perawatan menuju TPS, pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci terkait hal itu.

“Untuk masalah itu mungkin kami belum bisa menjelaskan karena saat ini kita lagi proses serah terima dari Provinsi ke daerah,”kata Dede suryani

“Hasil TPST digunakan untuk pencacah sampah organik,karena kami lagi mencari optekernya mungkin akan diskusikan dengan dinas pertanian karena hasil itu kami belum punya produk dan kami hanya sebagai pengolahan saja,” tandasnya.

 



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho (Kontributor Karawang)

Berita Terkait

Gebrakan BOMBER di HUT KBB ke-19: Siap Resmikan Sekretariat hingga Luncurkan FoodMobiVan 
Nestapa di HUT ke-19, Guru MTs di KBB Mengaku Dipecat Saat Cuti Hamil Lewat WhatsApp
Kado HUT ke-19, Atlet NPCI Bandung Barat Jaenal Aripin Raih Juara 2 Dunia di Tunisia
Ketua Viking Tobias Ungkap Alasan Dukung Portugal: Ronaldo Layak Raih Trofi Piala Dunia
Pimpin KONI KBB, Tobias Ditantang Bupati Jeje Ritchie Raih Prestasi di Porprov Jabar 2026
KONI KBB Resmi Dilantik, Tobias Ginanjar Targetkan Tembus 6 Besar Porprov Jabar 2026
Viral! Warga Sakit di Cipatat Ditandu 500 Meter ke Ambulans, Jalan Rusak Tuai Sorotan
Hari Jadi ke-19: Djamu Kertabudi Kupas Perjalanan Panjang Lahirnya Bandung Barat

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:48 WIB

Gebrakan BOMBER di HUT KBB ke-19: Siap Resmikan Sekretariat hingga Luncurkan FoodMobiVan 

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:18 WIB

Nestapa di HUT ke-19, Guru MTs di KBB Mengaku Dipecat Saat Cuti Hamil Lewat WhatsApp

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:09 WIB

Kado HUT ke-19, Atlet NPCI Bandung Barat Jaenal Aripin Raih Juara 2 Dunia di Tunisia

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:27 WIB

Ketua Viking Tobias Ungkap Alasan Dukung Portugal: Ronaldo Layak Raih Trofi Piala Dunia

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:58 WIB

Pimpin KONI KBB, Tobias Ditantang Bupati Jeje Ritchie Raih Prestasi di Porprov Jabar 2026

Berita Terbaru