Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 5 Siswa SMK Wika dan SMP KPM di Padalarang Dilarikan ke Puskesmas

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 5 Siswa SMK Wika dan SMP KPM di Padalarang Dilarikan ke Puskesmas

SEKITARKITA.id – Sebanyak lima siswa dari SMK Widya Karya (WIKA) dan SMP Karya Prestasi Mandiri (KPM)  Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diduga mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (15/10/2025) pagi.

Isu ini mencuat setelah para siswa mengonsumsi makanan MBG sekitar pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan pantauan pewarta sekitarkita.id di lokasi, menu MBG yang disajikan berupa nasi putih, tempe goreng, sayur timun dan seledri, tahu keju, buah semangka, serta susu kemasan merek Ultra Milk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekitar satu jam kemudian, lima siswa mengeluh mual dan langsung dibawa ke Puskesmas Jayamekar untuk mendapatkan penanganan medis.

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terletak di Kampung Kepuh, RT03/RW10, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, yang dikelola oleh yayasan Lingga Sunda Nusantara adalah pemasok menu MBG.

Dapur SPPG yang menyalurkan menu MBG ke SMK Widya Karya (WIKA) dan SMP Karya Prestasi Mandiri (KPM)  Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) (foto: Abdul Kholilulloh)
Dapur SPPG yang menyalurkan menu MBG ke SMK Widya Karya (WIKA) dan SMP Karya Prestasi Mandiri (KPM)  Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) (foto: Abdul Kholilulloh)

Ketua Yayasan SMK Wika, Rastono, membantah bahwa gejala yang dialami siswa disebabkan oleh makanan MBG. Menurutnya, kelima siswa tersebut memiliki riwayat penyakit pencernaan.

Baca Juga:  Momentum HPN 2024, pengurus PWI Pusat periode 2023-2028 resmi dilantik

“Siswa bereaksi mengeluh sakit mual mulai pukul 10.00 WIB dan langsung dilarikan ke Puskesmas Jayamekar,” ujar Rastono saat ditemui sekitarkita.id di lokasi.

Ia meyakini kasus ini bukan keracunan massal karena hanya 5 dari total 87 penerima MBG yang mengalami gejala.

“Kalau keracunan makanan, seharusnya semua siswa kena. Dari 87 siswa penerima, hanya lima orang yang sakit. Dua dari SMK Wika dan dua dari SMP KPM,” jelasnya.

Rastono menambahkan, satu siswa diketahui memiliki penyakit maag kronis, sementara lainnya kondisi kesehatannya memang kurang stabil.

Plt Kepala Puskesmas Jayamekar, Ii, membenarkan adanya lima siswa yang dibawa untuk mendapat penanganan medis.

“Kejadian menjelang siang. Jam 12.00 WIB kami menerima dua pasien, kemudian tim Puskesmas ke sekolah dan menemukan tiga siswa lagi. Jadi total lima orang,” ujarnya.

Menurut Ii, keluhan para siswa mayoritas mual dan pusing. Beberapa di antaranya memiliki riwayat penyakit bawaan.

“Gejalanya mual. Ada tiga orang memiliki riwayat penyakit, sementara dua lainnya biasa saja,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik Asep Aang Rahmatullah Sebagai Sekda

Ii menegaskan bahwa sementara ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab gejala yang dialami siswa. Dugaan keracunan makanan MBG belum bisa dipastikan hingga hasil laboratorium keluar.

“Sementara bukan berasal dari keracunan makanan MBG. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinkes Jawa Barat, sekitar dua minggu setelah kejadian,” terangnya.

Kasus ini kembali menambah daftar insiden yang mengaitkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan dugaan keracunan siswa di Kabupaten Bandung Barat.

Meski pihak sekolah membantah, publik meminta evaluasi menyeluruh terhadap kualitas bahan makanan dan proses distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang.

Camat Padalarang, Agus Achmad Setiawan mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tempat untuk penanganan korban keracunan MBG.

“Kami dari Forkompicam Padalarang didampingi Polsek Padalarang sudah meninjau kelokasi, dari hasil sementara dari pihak Puskesmas Alhamdulillah kelima korban sudah pulang,” kata Achmad.

“Seperti arahan pimpinan (Bupati Bandung Barat, Jeje Richie Ismail) dan sudah berkoordinasi dengan Polsek Padalarang antisipasi adanya korban keracunan MBG kami membuat posko di aula Kecamatan, mengingat ruang Puskesmas tidak memungkinkan untuk menampung korban, dan Alhamdulillah belum ada penambahan korban masih 5 dan jangan sampai ada lagi,” sambungnya.

Baca Juga:  Bangkitkan Ekonomi Peternak, Dispernakan KBB Kembangkan Sentra Sapi Perah di Wilayah Selatan

Sejauh ini, kata dia, pihaknya masih menunggu hasil data uji laboratorium untuk memastikan kondisi korban apakah terindikasi keracunan MBG atau tidak.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium, korban memang memiliki histori penyakit menurut keterangan petugas medis, mudah mudahan aman hasilnya,” tandasnya.



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya
Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya
SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng
Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026
Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 
Mobil Tabrak Tiang PJU di Depan Pemkab Bandung Barat, Diduga Ban Pecah
Kanaya Whu Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker, Dedi Mulyadi Kenang Karyanya Lewat Lagu
Puluhan Siswa Diduga Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Malah Asik Berlibur ke Pangandaran

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:25 WIB

Soal Liburan ke Pangandaran di Tengah Isu Keracunan, Pemdes Cipeundeuy Padalarang Bongkar Faktanya

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Misteri Dugaan Keracunan MBG Belum Terungkap, Kepsek SDN 2 Cipeundeuy Ungkap Kronologinya

Senin, 14 September 2026 - 17:12 WIB

SPPG Padalarang Disuspend 20 Hari, BGN Temukan Masalah Pencucian Ompreng

Senin, 14 September 2026 - 16:45 WIB

Brigez Indonesia Jalin MoU dengan SKB KBB, Perkuat Pendidikan Kesetaraan 2026

Senin, 14 September 2026 - 13:57 WIB

Sidak SPBE Patra Niaga Padalarang, Wamendag Dyah Roro Pastikan LPG 3 Kg Sesuai Timbangan 

Berita Terbaru