[ad_1]
Oleh Abhinav Parmar juga Supantha Mukherjee
(Reuters) – Nokia (HE:) akan memenangkan kontrak untuk memasok peralatan radio 5G ke operator telekomunikasi Portugis MEO, menurut postingan weblog interior Nokia juga dua sumber yang mengetahui masalah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nokia siap mengamankan kesepakatan itu meski demikian Huawei dari Tiongkok telah menjadi satu-satunya pemasok peralatan Jaringan Akses Radio (RAN) 2G, 3G juga 4G bagi MEO.
Kontrak telah disepakati namun belum ditandatangani, juga pengumumannya kemungkinan akan dilakukan pada awal bulan depan, menurut sumber itu.
MEO yaitu salah satu operator seluler terkemuka di Portugal yang sebelumnya dikenal sebagai Telecom Portugal juga sekarang dimiliki oleh Altice dari Prancis.
“Dalam beberapa tahun terakhir, MEO… hanya dipasok dalam RAN oleh Huawei. Dengan kata lain, Huawei telah menguasai 100% pangsa pasar di 2G/3G/4G. Kami kini terpilih untuk menggantikan Huawei di beberapa sektor utama pasar di Portugal,” Tommi Uitto, presiden jaringan seluler Nokia, menulis dalam weblog interior yang dilihat oleh Reuters.
Seorang juru bicara Nokia menolak berkomentar, begitu pula Huawei. MEO sepertinya tidak secepatnya menanggapi permintaan komentar.
Peralatan RAN telah menghasilkan sebagian besar penjualan telekomunikasi seperti Huawei, Nokia juga pesaingnya dari Swedia, Ericsson (BS:) tetapi penurunan permintaan peralatan baru dari perusahaan telekomunikasi sejak tahun lalu telah memukul Nokia juga Ericsson, dengan begitu mendorong mereka untuk memotong ribuan peralatan itu. pekerjaan.
Pasar RAN international diperkirakan turun 5-8% pada tahun 2024, menurut firma riset Dell (NYSE:)'Oro.
Huawei, yang dilarang di Amerika Serikat juga beberapa negara Eropa akibat masalah keamanan, masih hadir di Eropa juga menguasai pasar telekomunikasi yang berkembang pesat di Tiongkok.
Kesepakatan hal tersebut akan menandai kembalinya Nokia ke pasar RAN Portugal setelah kehilangan pangsa pasar di sana akibat Huawei beberapa tahun lalu juga sepertinya tidak lagi memasok RAN kepada penyedia layanan komunikasi mana pun di negara itu sejak ketika itu, tulis Uitto dalam weblog interior yang dilihat oleh Reuters.
[ad_2]
Sumber: investment-com








