SEKITARKITA.id – Rencana pembangunan fly over atau jalan layang Cimareme yang telah digagas sejak tahun 2015 kembali menjadi sorotan.
Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB) mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk segera merealisasikan proyek tersebut, mengingat tingkat kemacetan di kawasan Cimareme–Padalarang yang semakin parah dari tahun ke tahun.
Ketua P4KBB, Yacob Anwar Lewi, menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali melakukan audiensi dengan berbagai instansi pemerintah untuk mendorong percepatan pembangunan fly over Cimareme yang sudah tertunda selama hampir satu dekade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam wawancaranya, Yacob menjelaskan bahwa pihaknya akan kembali melakukan audiensi dengan berbagai instansi pemerintah untuk mendorong percepatan pembangunan fly over Cimareme yang sudah tertunda selama hampir satu dekade.
“Kami dari P4KBB akan mengadakan audiensi kepada Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Jawa Barat setelah sebelumnya melakukan audiensi dengan pihak Pemkab Bandung Barat, yang waktu itu dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda, Asisten Pembangunan, Kepala PUPR, dan Kepala Bappelitbangda. Pemerintah daerah sebenarnya sangat mendukung proyek ini, hanya saja terkendala pada masalah pembebasan lahan,” ujar Yacob saat ditemui di Ngamprah KBB, Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, pembangunan fly over Cimareme merupakan kebutuhan mendesak untuk mengurai kemacetan kronis yang terjadi setiap hari di jalur utama penghubung antara Cimahi dan Padalarang tersebut.
Namun, hingga kini persoalan pembebasan lahan menjadi kendala utama yang membuat proyek tidak kunjung dimulai.
“Waktu itu kami meminta agar ada dana penyertaan dari Kabupaten Bandung Barat sebagai bentuk komitmen bahwa pemerintah daerah serius mendukung pembangunan fly over ini. Karena dana dari pusat sebenarnya sudah ada sejak dulu, tapi tidak bisa direalisasikan tanpa pembebasan lahan,” tambahnya.
Yacob menyebut, pihaknya juga telah berkoordinasi kembali dengan Kepala Dinas PUPR Bandung Barat dan Asisten Pembangunan, Fauzan, untuk menanyakan perkembangan terkini mengenai rencana dana penyertaan serta permohonan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Surat permohonan bantuan sudah disampaikan ke Kementerian PUPR pusat melalui Gubernur Jawa Barat dan Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut konkret,” jelasnya.
Untuk itu, P4KBB berencana melanjutkan langkah advokasi dengan melakukan audiensi ke tingkat provinsi, bahkan ke pusat.
“Kami akan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat atau perwakilannya dari Dinas Bina Marga dan Tata Ruang. Setelah itu kami juga akan berkunjung ke Komisi V DPR RI, karena di sana bidangnya membidangi urusan pembangunan dan infrastruktur. Kami ingin memperjuangkan agar ada alokasi dana tambahan untuk pembebasan lahan, sebab total kebutuhan dana mencapai sekitar Rp150 miliar,” ungkap Yacob.
Ia menegaskan, proyek fly over Cimareme merupakan jalan nasional sehingga tanggung jawab utamanya berada di pemerintah pusat. Namun demikian, pemerintah daerah juga harus menunjukkan komitmen nyata dengan ikut berpartisipasi dalam bentuk dana penyertaan sebesar Rp20 hingga Rp40 miliar.
Yacob juga mengingatkan bahwa sebagian proses pembangunan sebenarnya telah dimulai, bahkan sekitar 10 persen pekerjaan awal sudah pernah dilakukan. Namun, jika tidak segera ditindaklanjuti, hasil yang sudah ada bisa sia-sia dan aset yang sudah dibebaskan berisiko hilang begitu saja.
“Kami sudah membebaskan sembilan bidang lahan dan dua gang dengan nilai miliaran rupiah. Kalau dibiarkan, ini akan merugikan masyarakat dan daerah. Karena itu, kami tidak akan diam,” tegasnya.
P4KBB pun berencana menggelar aksi demonstrasi apabila audiensi yang dilakukan tidak menghasilkan langkah konkret dari pemerintah.
“Kalau tidak ada respon, kami siap turun aksi ke Kementerian PUPR. Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Bandung Barat peduli terhadap pembangunan dan tidak akan berhenti mengawal proyek ini,” pungkasnya.
Pembangunan fly over Cimareme diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi kemacetan di jalur utama Bandung Barat yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.
“Selain memperlancar arus lalu lintas, proyek ini juga diyakini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah sekitar,” tandasnya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








