SEKITARKITA.id – Dalam upaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan keterampilan masyarakat, Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bandung Barat (KBB) di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) KBB terus menggencarkan program pelatihan bagi calon tenaga kerja dan pelaku usaha mandiri.
Kepala Disnaker KBB, Yovi Indrawan Iskandar, mengatakan bahwa program pelatihan yang dilaksanakan BLK merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong lahirnya tenaga kerja yang terampil, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja maupun membuka usaha sendiri,” ujar Yovi, Selasa (28/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kepala UPTD BLK Disnaker KBB, Edwar Maulana, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 pihaknya menargetkan 20 paket kegiatan pelatihan dengan total 320 peserta yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung Barat.
“Jenis pelatihannya beragam, mulai dari perbengkelan, menjahit, tata rias, bakery, pembuatan roti dan kue, pelatihan servis AC, barista, hingga olahan ikan,” jelas Edwar.
Peserta pelatihan, lanjutnya, harus memenuhi ketentuan dari Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu berusia minimal 17 tahun, memiliki KTP, mampu baca tulis, serta tidak sedang bekerja maupun bersekolah. Seluruh kegiatan pelatihan tahun 2025 akan dibiayai melalui APBD Kabupaten Bandung Barat.
Edwar menambahkan, pada tahun 2026 BLK KBB akan meningkatkan kapasitas pelatihan hingga 100 persen. Rencananya, akan diselenggarakan empat paket pelatihan setiap bulan dengan jumlah peserta 64 orang per bulan, sehingga dalam setahun ditargetkan mencapai 768 peserta.
“Kalau dibandingkan dengan tahun 2025, peningkatannya mencapai 100 persen. Jenis pelatihannya tetap sama, hanya volumenya yang bertambah,” ungkapnya.
Selain bersumber dari APBD, BLK KBB juga mendapat dukungan anggaran APBN melalui BPVP Lembang untuk dua paket kegiatan, yaitu pelatihan barista dan pembuatan roti dan kue.
“Untuk tahun depan kami belum tahu apakah akan ada lagi bantuan dari APBN atau tidak. Namun kami sangat berharap program dari pusat bisa terus berlanjut karena dapat menambah kegiatan pelatihan berbasis kompetensi,” kata Edwar.
Lebih lanjut, Edwar mengungkapkan bahwa pada tahun depan BLK KBB juga akan membangun gedung pelatihan baru di Desa Cilame, yang dananya bersumber dari APBD KBB.
“Saat ini proses perencanaan pembangunan sudah melalui tahapan Detail Engineering Design (DED) dan berjalan baik. Mudah-mudahan tahun depan pembangunan bisa segera dimulai,” jelasnya.
Menurutnya, selama ini kegiatan pelatihan masih dilaksanakan dengan menumpang di Masjid As-Sidiq Kompleks Pemkab KBB. Dengan adanya gedung sendiri, kegiatan pelatihan akan berjalan lebih optimal karena akan dilengkapi fasilitas asrama bagi peserta.
“Dengan adanya gedung pelatihan baru, kami berharap kualitas pelatihan semakin meningkat dan peserta lebih nyaman mengikuti kegiatan,” pungkas Edwar.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








