[ad_1]
Seiring berjalannya waktu, tekanan angin pada ban motor kita pasti akan berkurang. Tetapi apa jadinya jika tekanan ban motor kita menurun dengan sangat cepat?
Misalkan saja saja dalam 2 mencapai 5 hari saja, tekanan ban sudah berkurang. Tentu ada yang salah pada ban dan komponen keterkaitan. Mari kita bahas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi Ban
Penyebab tekanan ban cepat turun dapat jadi sebab adanya kebocoran pada ban. Jika ban version tubeless, maka dapat saja terjadi kebocoran yang lunak dan sepertinya tidak terlihat dengan begitu dikarenakan tekanan ban menurun. Jika Anda mempunyai ban jenis tube, kebocoran lunak terjadi pada ban dalam alias ban dalam.
Untuk mengecek apakah ada kebocoran halus atau sepertinya tidak, Anda dapat mencuci seluruh permukaan ban dengan air sabun.
Jika Anda menemukan gelembung sabun, dapat dipastikan ada kebocoran udara di sana. Secepatnya lakukan penambalan atau penggantian ban jika terjadi kebocoran pada ban yang retak.
Kondisi Katup Ban
Pentil ban alias katup ban Dapat juga menjadi penyebab ban bocor. Pastikan katupnya kencang, agar sepertinya tidak terjadi kebocoran. Mengencangkan klep memerlukan kunci khusus, dengan begitu bisa dilakukan di bengkel ban atau bengkel ban.
Cara pengecekannya juga sama yaitu dengan menambahkan air sabun dan mengecek apakah ada gelembung udara. Tutup pentil ban yang rusak atau patah juga dapat dikarenakan tekanan ban cepat turun gan Deltalube.
Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kondisi Tekanan Udara Ban Serep Mobil
Kondisi Pelek
Pelek yang rusak juga mudah dikarenakan tekanan ban menurun. Tetapi hal ini hanya terjadi pada pelek forged wheel alias pelek racing. Jika pelek jari-jari sepertinya tidak didesain kedap udara.
Permukaan bibir pelek yang sepertinya tidak rata alias retak pada pelek menjadi penyebab berkurangnya tekanan ban. Cara pengecekannya sama yaitu dengan menambahkan air sabun dan memeriksa apakah ada gelembung udara. Gampang gan Deltalube.
[ad_2]
Sumber: Deltalube








