Jalan Poros Lintas 5 Desa di KBB Rusak Parah, Tokoh Masyarakat Sindir Pejabat yang Abai

- Penulis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Poros Lintas 5 Desa di KBB Rusak Parah (foto: dok. Sekitarkita.id)

i

Jalan Poros Lintas 5 Desa di KBB Rusak Parah (foto: dok. Sekitarkita.id)

SEKITARKITA.id– Jalan poros kabupaten yang menghubungkan lima desa di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami kerusakan parah.

Informasi yang dihimpun redaksi, jalan sepanjang 5 kilometer yang melintasi Desa Sindangkerta, Cintakarya, Puncaksari, Pasirpogor, dan Cijenuk ini tak pernah tersentuh perbaikan sejak pemekaran wilayah KBB pada 2008.

Kerusakan yang terjadi tak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga mengganggu roda perekonomian desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tokoh masyarakat KBB wilayah selatan, Yayat Ruhiyat, mengungkapkan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan dua kecamatan, yaitu Sindangkerta dan Cipongkor.

Jalan Poros Lintas 5 Desa di KBB Rusak Parah (foto: dok. Sekitarkita.id)
Jalan Poros Lintas 5 Desa di KBB Rusak Parah (foto: dok. Sekitarkita.id)

Ia menyayangkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah meski kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan.

“Setiap hari kami harus melewati jalan rusak ini. Kalau musim hujan, jalan jadi seperti kubangan. Banyak warga yang jatuh dari motor,” ujarnya saat dihubungi kantor berita Sekitarkita.id, Sabtu (31/05/2025).

Lebih lanjut, Yayat menyebut bahwa kerusakan jalan yang dipenuhi lubang besar, batu lepas, hingga genangan air saat hujan sudah sering diusulkan untuk diperbaiki melalui Musrenbang. Namun hingga kini, tak satu pun upaya perbaikan dilakukan oleh Pemkab Bandung Barat.

Baca Juga:  Serap Tenaga Kerja, Disnakertrans KBB Gandeng HIPKI Perkuat Pelatihan Vokasi dan Wirausaha
Related Posts

Warga Tanam Pohon Pisang dan Talas sebagai Protes

Dikatakan dia, sebagai bentuk kekecewaan, warga dari lima desa tersebut sempat melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon pisang dan talas di tengah jalan berlubang pada malam sebelumnya.

Aksi protes ini, kata Yayat, menjadi sindiran keras bagi para pejabat yang dianggap tidak peduli terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka.

Namun karena jalur ini merupakan satu-satunya akses utama bagi warga, terutama saat pasar tumpah Ranca Panggung berlangsung setiap hari Sabtu, warga akhirnya terpaksa mencabut pohon-pohon tersebut agar kendaraan bisa tetap melintas.

“Kami paham kenapa warga menanam pohon pisang, itu bentuk keputusasaan. Tapi jalan ini akses hidup kami, jadi mau tidak mau pohon itu harus disingkirkan,” tegas Yayat Ruhiyat.

Baca Juga:  Desakan Warga Menguat, Satpol PP KBB Usulkan Putus Listrik Tower PT Protelindo Padalarang

Jalan poros yang dimulai dari Peusing Sindangkerta dan melintasi lima desa tersebut sangat krusial karena sebagian besar warga bermata pencaharian sebagai petani.

Kerusakan jalan secara langsung memengaruhi distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

“Kalau dibiarkan terus, ini bisa berdampak pada keterisolasian wilayah dan memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat,” tambah Yayat.

Masyarakat dari lima desa mendesak agar pemerintah Kabupaten Bandung Barat segera turun tangan dan memperbaiki jalan poros tersebut.

Jika tidak ada tindakan segera, warga khawatir dampaknya akan semakin meluas dan membahayakan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak butuh janji, kami butuh aksi nyata dari pemerintah,” pungkas Yayat.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tahap Pertama, 16 Bangunan Liar di Padalarang Akhirnya Dibongkar Paksa!
Misteri Kematian Pria di Kontrakan Padalarang, Diduga Meninggal karena Sakit
Viral, Kisah Siswa Naik Rakit di Cililin, Dedi Mulyadi Turunkan Tim PU Bangun Jembatan
Dari Lereng Lembang ke Timur Tengah, Kopi Arabika KBB Raup Transaksi Rp800 Juta
Di Ujung Tanduk! Nasib 16 Bangunan Liar di Sudimampir Padalarang Terancam Dibongkar Paksa
Kisah Pilu Pelajar di Cililin Bandung Barat, Berangkat Sekolah Harus Naik Rakit Bambu
Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember 
Wabup Asep Ismail Buka Pesta Siaga Bandung Barat, Pramuka Didorong Cetak Generasi Berkarakter

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Tahap Pertama, 16 Bangunan Liar di Padalarang Akhirnya Dibongkar Paksa!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Misteri Kematian Pria di Kontrakan Padalarang, Diduga Meninggal karena Sakit

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Viral, Kisah Siswa Naik Rakit di Cililin, Dedi Mulyadi Turunkan Tim PU Bangun Jembatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Dari Lereng Lembang ke Timur Tengah, Kopi Arabika KBB Raup Transaksi Rp800 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Di Ujung Tanduk! Nasib 16 Bangunan Liar di Sudimampir Padalarang Terancam Dibongkar Paksa

Berita Terbaru