Kasus Pencabulan Anak di KBB Meningkat: Ngamprah Tertinggi, 116 Laporan Masuk Sepanjang 2025

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompleks Pemda Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

i

Kompleks Pemda Bandung Barat (foto: Abdul Kholilulloh/ilustrasi)

SEKITARKITA.id – Jumlah kasus pencabulan anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus menunjukkan tren peningkatan.

Data Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KBB mencatat, Kecamatan Ngamprah menjadi wilayah dengan kasus terbanyak sepanjang 2025.

Kepala Dinas DP2KBP3A, Achmad Panji Hernawan, melalui Kepala Bidang PPPA, Rini Haryani menyebutkan bahwa dari total 16 kecamatan, Ngamprah mencatat 18 kasus, disusul Kecamatan Padalarang dengan 12 kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kasus terbanyak ada di Kecamatan Ngamprah. Totalnya 18 kasus pencabulan anak,” kata Rini didampingi Petugas Penanganan Kasus Deden Irwan Kusumah, Senin (24/11/2025), dikutip dari SekitarKita.id.

Sementara itu, Kecamatan Saguling mencatat nol laporan, tetapi bukan berarti bebas kasus. Rini menegaskan banyak kasus diselesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak tercatat resmi.

Faktor Ekonomi Jadi Pemicu Utama Kekerasan Seksual Anak

DP2KBP3A KBB menilai faktor ekonomi menjadi akar dari banyak kasus kekerasan, termasuk pencabulan dan KDRT. Mayoritas pelaku merupakan pengangguran atau bekerja tidak tetap.

Baca Juga:  Ngotot, Pemilik Kekeh Berjualan Tuak di Bandung Barat, Bangunan Warung Seret nama PT KAI

“Konflik rumah tangga karena ekonomi itu sering berujung pada KDRT. Untuk kasus pencabulan, ada pelaku yang ditinggal istri bekerja sebagai TKW, lalu melampiaskan nafsunya ke anak sambung,” jelas Rini.

Related Posts

Secara keseluruhan, DP2KBP3A mencatat 116 laporan kasus kekerasan anak dan perempuan hingga November 2025. Angka tersebut melampaui jumlah laporan sepanjang tahun 2024 yang mencapai 71 kasus.

Rinciannya, 51 anak korban kekerasan dan pencabulan, 18 perempuan korban, 19 kasus KDRT, 1 kasus trafficking.

“Tahun ini baru November saja sudah 116 kasus. Naik dari 87 bulan September menjadi 116 laporan,” ujar Rini.

Jumlah korban sebenarnya jauh lebih besar karena satu kasus sering melibatkan lebih dari satu anak. Kasus tukang parkir di Padalarang diperkirakan memiliki lebih dari 10 korban.

Baca Juga:  Dua Pria Digerebek Polsek Setu saat Tengah Asik Pesta Sabu-sabu

Mayoritas pelaku justru berasal dari lingkungan paling dekat anak, seperti ayah tiri, paman, kakek, hingga tetangga.

“Korban biasanya mengenal pelaku. Ada ayah tiri, tetangga, hingga kerabat dekat,” kata Rini.

Trauma yang dialami korban pun beragam. Beberapa anak bahkan menolak kembali bersekolah karena takut bertemu sosok laki-laki yang menyerupai pelaku.

Dua korban saat ini menjalani penanganan rutin di RSJ Cisarua akibat trauma akut.

Dari total 116 kasus, sebagian besar masih dalam tahap penyidikan di Polres Cimahi. Hanya dua kasus yang sudah masuk ke meja persidangan dan belum ada vonis.

“Seringkali satu-satunya saksi adalah korban. Ketika diperiksa berulang, anak kelelahan dan jawabannya berubah-ubah. Ini membuat proses penanganan lebih panjang,” ungkapnya.

Untuk mencegah bertambahnya kasus, DP2KBP3A KBB terus melakukan sosialisasi ke desa-desa terkait bahaya kekerasan seksual anak serta pentingnya melapor ke aparat.

“Berbagai layanan juga diberikan, seperti, home visit ke keluarga korban, Asesmen psikolog, trauma healing, konseling via telepon dan endampingan hukum,” ujarnya.

Baca Juga:  Mafia Tanah di Bekasi Kian Marak, Diduga Oknum Perangkat Desa Cibatu Terlibat

“Setiap laporan kami tindaklanjuti sampai tuntas. Harapannya, anak-anak bisa pulih meski prosesnya panjang,” tutup Rini.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta
Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP
Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme
DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat
Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan
P4KBB Sentil Pemkab Bandung Barat: Tekanan Fiskal Jangan Jadi Alasan Abaikan Layanan Publik
Wakil Ketua DPR Cucun: PKB Harus Hadir di Tengah Rakyat, 1.000 Rumah Jadi Target Rehabilitasi
Enam Bulan Pascabencana Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Nasib Lahan Relokasi dan Petani Masih Menggantung

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Kades Akui Tak Ada Anggaran, Warga Bandung Barat Swadaya Perbaiki Jalan, Terkumpul Rp40 Juta

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Skandal ASN KBB Live TikTok Minta Fee 1 Persen, Bupati Jeje Perintahkan Inspektorat Periksa IYP

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Carut Marut Bandung Barat, P4KBB Bocorkan PR Besar: PAD, Infrastruktur hingga Flyover Cimareme

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:36 WIB

DPD IPHI 1987 Jabar Dorong Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Profesi Advokat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Raffi Ahmad Puji Jeje Ritchie Ismail, Tapi Ingatkan: Tak Ada Superman dalam Pemerintahan

Berita Terbaru