Bandung Barat | SekitarKita.id,- Pasca video viral di jejaring media sosial (medsos) Sukiman (34) warga kampung Legoknangka, RT02/RW09, Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB) tinggal satu atap dengan kandang domba, kini bantuan terus mengalir.
Sebelumnya diberitakan ‘Nestapa! Cerita pilu warga Bandung Barat tinggal berdampingan dengan kandang domba’, kini perekonomian keluarga pasangan suami istri Sukiman dan Siti Sopiah (32) serta satu anaknya mulai berangsur membaik.
Kisah pilu Sukiman mampu mematik perhatian publik, baik tokoh masyarakat, organisasi sosial maupun pemerintah daerah setempat. Inilah kondisi potret kemiskinan ektrim ditengah pusat kota di Bandung Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penelusuran tim SEKITARKITA.ID menemukan sejumlah fakta dari keluarga Sukiman, dimana pasutri itu tinggal menetap berhimpitan dengan kandang domba milik mendiang kedua orangtuanya, pada Februari 2023 silam, Sukiman berinsiatif mengajak istri untuk tinggal bersama dan mengurus domba.
“Awalnya tinggal sama adik di Cilame situ, karena ini tanah milik pribadi turun menurun (warisan) ajak istri untuk mandiri, dan disini sudah satu tahun, kalau buat kartu keluarga (KK) nya belum punya uang jadi baru bulan Desember akhir tahun 2023 baru diurus,” kata Sukiman kepada tim SekitarKita.id, Selasa (06/02/2024).
Saat disinggung terkait isu Sukiman hanya ingin tenar (viral) dan baru tinggal dua hari disitu, dirinya membantah tuduhan tersebut, pihaknya sangat prihatin mendengar kabar itu.
“Masa sih, enggak bener itu mah kata siapa,” ucapannya.
Hidup bersama empat ekor domba dan puluhan unggas dalam satu atap dilakoni keluarga Sukiman, ia memang tak seberuntung tetangganya, mereka makan dan tidur di dalam sebuah kandang domba tanpa sekat tembok.
Keluarga Sukiman tinggal di sebuah bangunan berbahan bambu, beratap asbes dan berlantai tanah. Di dalam bangunan itu terdapat kandang domba berukuran 2×5 meter, beberapa kandang unggas, dan sebuah kamar tidur sekaligus dapur berukuran 2×2 meter.
Tamu yang hendak ke rumah Sukiman akan sedikit kebingungan. Rumah panggungnya yang kecil itu memang tersembunyi berada di ujung gang dan tak punya akses keluar-masuk lazimnya rumah yang ada di sekelilingnya. Bagian depan, kiri, dan kanan rumah Sukiman dikelilingi semak belukar.
Sukiman mengakui, awalnya ia tak menyangka video dirinya viral di jejaring sosial dan media masa, hingga tamu berdatangan silih berganti dari pejabat wilayah setempat hingga pejabat pemerintah KBB bahkan dari Kementerian Sosial turun langsung hanya untuk sekedar melihat kondisi tempat tinggalnya.
“Kaget banget, setelah viral itu, hingga saat ini bantuan dari Kemensos dan pemerintah KBB terus dateng alhamdulilah banget,” ujar Sukiman.
Ucap syukur terlontar dari bibir Sukiman dan Siti Sopiah, baik pemerintah daerah maupun pihak organisasi yang bergerak di bidang sosial serta masyarakat diwilayahnya turut membantu meringankan beban keluarga Sukiman.
“Terimakasih bantuannya bapak Pj Bupati KBB yang sudah mau membantu saya dan keluarga, bantuan yang datang itu tadi dari Dinsos KBB memberikan 10 ayam kampung untuk di ternak dan kandangnya, lalu peralatan rumah tangga kasur, lemari, alat sekolah anak dan bantuan untuk usaha istri (Siti Sopiah) seperti bantuan UMKM membuat kue-kue basah gitu nantinya,” jelasnya.
“Kemarin dari Kemensos dan Disperkim KBB juga kesini sudah berkunjung dan berencana membantu kami keluarga, sekali lagi terimakasih banyak,” sambungnya.
Sukirman juga menyebut, sebelumnya pada Minggu, (04/02/2024) organisasi sosial Jabar Bergerak KBB yang dipimpin langsung Sonya Fatmala sambangi rumah Sukiman, selain memberikan sembako kebutuhan keluarga, Sonya juga memberikan simbolis bantuan rutilahu (rumah tidak layak huni) untuk keluarga Sukiman.
“Kalau bantuan dari ibu Sonya Fatmala (Jabar Bergerak) insyaallah renovasi rumah, pada hari Minggu beliau datang kesini meninjau langsung, saya sangat berterimakasih banget kepada semua yang mau membantu,” ujar Sukiman.
Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Berikan Bantuan kepada keluarga Sukiman
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui, Dinas Sosial (Dinsos) KBB memberikan bantuan sepuluh ekor ayam untuk dipelihara oleh Sukiman beserta keluarganya. Hal itu dilakukan untuk membantu perekonomian keluarga tersebut.
Kepala Dinas Sosial KBB, Ridwan Abdullah mengatakan, usai mendapatkan informasi kondisi rumah yang bersangkutan pihaknya langsung menurunkan tim ke rumah Sukiman.
“Kami setelah mendapatkan informasi tentang rumah pak Sukiman. Pada Minggu, langsung menurunkan tim ke lokasi dan mengecek kondisi rumah Sukiman yang tinggal di kandang domba,” kata Ridwan saat ditemui SekitarKita.id usai kunjungan dikediaman Sukiman, Selasa (6/2/2024).
Ridwan menyebut, selanjutnya pihaknya langsung berkoordinasi dengan Disperkim KBB sesuai arahan dari Pj Bupati Bandung Barat (Arsan Latif) untuk menangani rumah milik Sukiman tersebut.
“Tentu kita tidak tinggal diam karena harus ada prosedur-prosedur yang harus di tempuh, terkecuali bencana (darurat),” katanya.
“Kalau ini kan sifatnya insidentil maka harus ada proses yang harus dilalui, kemarin sempat turun tim dari Kemensos RI, Dinsos KBB, Disperkim KBB, tim PKH,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya saat ini memberikan bantuan sepuluh ekor ayam untuk dikembangkan yang terdiri dari dua ayam jantan dan delapan betina beserta kandangnya.
“Kemudian bantuan untuk alat rumah tangga, seperti kasur, lemari, alat sekolah untuk anaknya dan juga memberikan bantuan usaha untuk ibu membuat usaha kue basah. Kami dari Dinsos KBB terus berkomitmen untuk membantu permasalahan yang ada di masyarakat khususnya kepada keluarga Sukiman. Kami berharap kedepannya bisa mandiri dalam menjalankan usahanya,” tegasnya.
Sementara itu, dirinya menyinggung terkait bantuan rutilahu sudah diupayakan dan diurus oleh Disperkim KBB. Namun demikian, ada prosedur-prosedur yang harus ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“Kami akan terus mendampingi keluarga Sukiman agar bisa mandiri dan memiliki usaha yang nantinya bisa dikembangkan. Pak Sukiman baru terdata di penduduk kampung Legoknangka ini sekitar Desember 2023 kemarin,” bebernya.
Ia menyebut, saat ini pihaknya akan segera membuat kajian hasil asesmen agar keluarga tersebut bisa masuk di data DTKS. Sementara itu, untuk masuk data DTKS harus melalui proses yang harus dilalui.
“Kami akan bekerjasama dengan pihak Desa dan Kecamatan untuk segera direkomendasikan keluarga pak Sukiman untuk segera masuk ke data DTKS supaya kedepannya data bantuan-bantuan sosial itu lebih mudah dan itu juga syarat mendapatkan bantuan harus terdata di DTKS,” tandasnya.
Liputan khusus: SekitarKita.id
Editor: Abdul Kholilulloh








