Keluarga Sukiman di Bandung Barat banjiri bantuan usai viral hidup setahun di kandang domba

- Penulis

Selasa, 6 Februari 2024 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukiman (34) dan Istri Siti Sopiah serta satu anaknya warga kampung Legoknangka, RT02/RW09, Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang KBB tinggal berhimpitan dengan kandang domba selama kurang lebih satu tahun (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Sukiman (34) dan Istri Siti Sopiah serta satu anaknya warga kampung Legoknangka, RT02/RW09, Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang KBB tinggal berhimpitan dengan kandang domba selama kurang lebih satu tahun (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Pasca video viral di jejaring media sosial (medsos) Sukiman (34) warga kampung Legoknangka, RT02/RW09, Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB) tinggal satu atap dengan kandang domba, kini bantuan terus mengalir.

Sebelumnya diberitakan ‘Nestapa! Cerita pilu warga Bandung Barat tinggal berdampingan dengan kandang domba’, kini perekonomian keluarga pasangan suami istri Sukiman dan Siti Sopiah (32) serta satu anaknya mulai berangsur membaik.

Kisah pilu Sukiman mampu mematik perhatian publik, baik tokoh masyarakat, organisasi sosial maupun pemerintah daerah setempat. Inilah kondisi potret kemiskinan ektrim ditengah pusat kota di Bandung Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penelusuran tim SEKITARKITA.ID menemukan sejumlah fakta dari keluarga Sukiman, dimana pasutri itu tinggal menetap berhimpitan dengan kandang domba milik mendiang kedua orangtuanya, pada Februari 2023 silam, Sukiman berinsiatif mengajak istri untuk tinggal bersama dan mengurus domba.

“Awalnya tinggal sama adik di Cilame situ, karena ini tanah milik pribadi turun menurun (warisan) ajak istri untuk mandiri, dan disini sudah satu tahun, kalau buat kartu keluarga (KK) nya belum punya uang jadi baru bulan Desember akhir tahun 2023 baru diurus,” kata Sukiman kepada tim SekitarKita.id, Selasa (06/02/2024).

Pasangan suami istri Sukiman dan Siti Sopiah (foto: Abdul Kholilulloh)
Pasangan suami istri Sukiman dan Siti Sopiah (foto: Abdul Kholilulloh)

Saat disinggung terkait isu Sukiman hanya ingin tenar (viral) dan baru tinggal dua hari disitu, dirinya membantah tuduhan tersebut, pihaknya sangat prihatin mendengar kabar itu.

“Masa sih, enggak bener itu mah kata siapa,” ucapannya.

Hidup bersama empat ekor domba dan puluhan unggas dalam satu atap dilakoni keluarga Sukiman, ia memang tak seberuntung tetangganya, mereka makan dan tidur di dalam sebuah kandang domba tanpa sekat tembok.

Baca Juga:  Disnaker KBB Tegaskan Sengketa PT Namasindo Plas Ditangani Lewat Bipartit

Keluarga Sukiman tinggal di sebuah bangunan berbahan bambu, beratap asbes dan berlantai tanah. Di dalam bangunan itu terdapat kandang domba berukuran 2×5 meter, beberapa kandang unggas, dan sebuah kamar tidur sekaligus dapur berukuran 2×2 meter.

Tamu yang hendak ke rumah Sukiman akan sedikit kebingungan. Rumah panggungnya yang kecil itu memang tersembunyi berada di ujung gang dan tak punya akses keluar-masuk lazimnya rumah yang ada di sekelilingnya. Bagian depan, kiri, dan kanan rumah Sukiman dikelilingi semak belukar.

Sukiman mengakui, awalnya ia tak menyangka video dirinya viral di jejaring sosial dan media masa, hingga tamu berdatangan silih berganti dari pejabat wilayah setempat hingga pejabat pemerintah KBB bahkan dari Kementerian Sosial turun langsung hanya untuk sekedar melihat kondisi tempat tinggalnya.

“Kaget banget, setelah viral itu, hingga saat ini bantuan dari Kemensos dan pemerintah KBB terus dateng alhamdulilah banget,” ujar Sukiman.

Ucap syukur terlontar dari bibir Sukiman dan Siti Sopiah, baik pemerintah daerah maupun pihak organisasi yang bergerak di bidang sosial serta masyarakat diwilayahnya turut membantu meringankan beban keluarga Sukiman.

Dinsos KBB kembali mengunjungi rumah Sukiman untuk menyalurkan bantuan berupa 10 ekor ayam dan bantuan alat kebutuhan rumah tangga, Selasa (06/02). (foto: Abdul Kholilulloh)
Dinsos KBB kembali mengunjungi rumah Sukiman untuk menyalurkan bantuan berupa 10 ekor ayam dan bantuan alat kebutuhan rumah tangga, Selasa (06/02). (foto: Abdul Kholilulloh)

“Terimakasih bantuannya bapak Pj Bupati KBB yang sudah mau membantu saya dan keluarga, bantuan yang datang itu tadi dari Dinsos KBB memberikan 10 ayam kampung untuk di ternak dan kandangnya, lalu peralatan rumah tangga kasur, lemari, alat sekolah anak dan bantuan untuk usaha istri (Siti Sopiah) seperti bantuan UMKM membuat kue-kue basah gitu nantinya,” jelasnya.

Baca Juga:  Foto Makan Bareng Calon Bupati dan Ketua KPU Karawang Memicu Kontroversi

“Kemarin dari Kemensos dan Disperkim KBB juga kesini sudah berkunjung dan berencana membantu kami keluarga, sekali lagi terimakasih banyak,” sambungnya.

Sukirman juga menyebut, sebelumnya pada Minggu, (04/02/2024) organisasi sosial Jabar Bergerak KBB yang dipimpin langsung Sonya Fatmala sambangi rumah Sukiman, selain memberikan sembako kebutuhan keluarga, Sonya juga memberikan simbolis bantuan rutilahu (rumah tidak layak huni) untuk keluarga Sukiman.

“Kalau bantuan dari ibu Sonya Fatmala (Jabar Bergerak) insyaallah renovasi rumah, pada hari Minggu beliau datang kesini meninjau langsung, saya sangat berterimakasih banget kepada semua yang mau membantu,” ujar Sukiman.

Sonya Fatmala dan Tim Jabar Bergerak KBB berikan rutilahu kepada pasangan suami istri (pasutri) Sukiman (35) dan Siti Sopiah (32) warga kampung Legoknangka, RT02/RW09, Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, pada Minggu (foto: Abdul Kholilulloh)
Sonya Fatmala dan Tim Jabar Bergerak KBB berikan rutilahu kepada pasangan suami istri (pasutri) Sukiman (35) dan Siti Sopiah (32) warga kampung Legoknangka, RT02/RW09, Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, pada Minggu (04/02/2024). (foto: Abdul Kholilulloh)

Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Berikan Bantuan kepada keluarga Sukiman 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui, Dinas Sosial (Dinsos) KBB memberikan bantuan sepuluh ekor ayam untuk dipelihara oleh Sukiman beserta keluarganya. Hal itu dilakukan untuk membantu perekonomian keluarga tersebut.

Kepala Dinas Sosial KBB, Ridwan Abdullah mengatakan, usai mendapatkan informasi kondisi rumah yang bersangkutan pihaknya langsung menurunkan tim ke rumah Sukiman.

“Kami setelah mendapatkan informasi tentang rumah pak Sukiman. Pada Minggu, langsung menurunkan tim ke lokasi dan mengecek kondisi rumah Sukiman yang tinggal di kandang domba,” kata Ridwan saat ditemui SekitarKita.id usai kunjungan dikediaman Sukiman, Selasa (6/2/2024).

Ridwan menyebut, selanjutnya pihaknya langsung berkoordinasi dengan Disperkim KBB sesuai arahan dari Pj Bupati Bandung Barat (Arsan Latif) untuk menangani rumah milik Sukiman tersebut.

Kepala Dinas Sosial KBB, Ridwan Abdullah (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Dinas Sosial KBB, Ridwan Abdullah (foto: Abdul Kholilulloh)

“Tentu kita tidak tinggal diam karena harus ada prosedur-prosedur yang harus di tempuh, terkecuali bencana (darurat),” katanya.

“Kalau ini kan sifatnya insidentil maka harus ada proses yang harus dilalui, kemarin sempat turun tim dari Kemensos RI, Dinsos KBB, Disperkim KBB, tim PKH,” imbuhnya.

Baca Juga:  Lima Paslon Paparkan Jawaban Panelis di Debat Pamungkas Pilbup KBB

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya saat ini memberikan bantuan sepuluh ekor ayam untuk dikembangkan yang terdiri dari dua ayam jantan dan delapan betina beserta kandangnya.

“Kemudian bantuan untuk alat rumah tangga, seperti kasur, lemari, alat sekolah untuk anaknya dan juga memberikan bantuan usaha untuk ibu membuat usaha kue basah. Kami dari Dinsos KBB terus berkomitmen untuk membantu permasalahan yang ada di masyarakat khususnya kepada keluarga Sukiman. Kami berharap kedepannya bisa mandiri dalam menjalankan usahanya,” tegasnya.

Sementara itu, dirinya menyinggung terkait bantuan rutilahu sudah diupayakan dan diurus oleh Disperkim KBB. Namun demikian, ada prosedur-prosedur yang harus ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Kami akan terus mendampingi keluarga Sukiman agar bisa mandiri dan memiliki usaha yang nantinya bisa dikembangkan. Pak Sukiman baru terdata di penduduk kampung Legoknangka ini sekitar Desember 2023 kemarin,” bebernya.

Ia menyebut, saat ini pihaknya akan segera membuat kajian hasil asesmen agar keluarga tersebut bisa masuk di data DTKS. Sementara itu, untuk masuk data DTKS harus melalui proses yang harus dilalui.

“Kami akan bekerjasama dengan pihak Desa dan Kecamatan untuk segera direkomendasikan keluarga pak Sukiman untuk segera masuk ke data DTKS supaya kedepannya data bantuan-bantuan sosial itu lebih mudah dan itu juga syarat mendapatkan bantuan harus terdata di DTKS,” tandasnya.

 

Liputan khusus: SekitarKita.id

Editor: Abdul Kholilulloh 

 



Berita Terkait

Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas
Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas
Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan
No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan
Jelang Pemilu 2029, NasDem KBB Optimistis Hadapi Verifikasi Partai Usai Dikunjungi KPU dan Kesbangpol
Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG
Pesan Menohok Zulhas di Pelantikan PAN Jabar, Target Tembus Tiga Besar Pemilu 2029
Dedi Mulyadi Puji Loyalitas PAN kepada Prabowo, Sebut Kesetiaan Jadi Kekuatan Politik

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:52 WIB

Ketua Komisi IV DPRD KBB Soroti Sekolah Rusak dan Layanan Kesehatan, Minta Jadi Prioritas

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:40 WIB

Bupati Jeje Soroti Kuota Haji Bandung Barat 2026 Anjlok, Pelayanan Jemaah Lansia Jadi Prioritas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:15 WIB

Kuota Haji Bandung Barat 2026 Turun Drastis, Hanya 89 Jemaah Diberangkatkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

No Viral No Justice? Sampah Menggunung di Ngamprah Bandung Barat Baru Diangkut Setelah Jadi Sorotan

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:13 WIB

Warga Ngamprah Bandung Barat Resah, Sampah Menggunung Timbulkan Bau Busuk hingga Ganggu Aktivitas MBG

Berita Terbaru