Ketua DPRD KBB Minta Usut Tuntas Dugaan Pemecatan Guru Saat Cuti Hamil di MTs Citapen

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Mahdi (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Mahdi (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Mahdi, menyoroti polemik dugaan pemecatan sepihak terhadap seorang guru hamil berinisial N.W. di MTs Muslimin Citapen, Kecamatan Cihampelas.

Mahdi menegaskan, DPRD Kabupaten Bandung Barat tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta dan keterangan dari berbagai pihak dikumpulkan.

Menurutnya, informasi yang beredar saat ini masih bersifat sepihak dan perlu diverifikasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apakah betul terjadi pemecatan atau tidak, kita juga belum tahu secara pasti. Bisa jadi itu hanya sebatas informasi sepihak. Karena itu, DPRD akan mencoba mengklarifikasi lebih jauh dan hasilnya nanti akan kami sampaikan,” ujar Mahdi saat ditemui SEKITARKITA.id di Gedung DPRD KBB, Senin 22 Juni 2026.

MTs Muslimin Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (foto ilustrasi AI)
MTs Muslimin Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (foto ilustrasi AI)

Ia menilai, apabila benar terjadi pemberhentian terhadap seorang guru, maka prosesnya tidak bisa dilakukan secara informal, apalagi hanya melalui pesan singkat.

“Memutus hubungan kerja terhadap seorang guru tentu ada mekanismenya. Tidak bisa dilakukan begitu saja. Semua harus diproses dan diverifikasi terlebih dahulu kebenarannya,” katanya.

Baca Juga:  Rescene Shines in Attractiveness+ Magazine Might 2025: Unik Lihat bintang -bintang K -Pop yang muncul - Kpoppie

Mahdi juga mengingatkan agar semua pihak tidak terburu-buru membentuk opini sebelum fakta terungkap secara utuh.

Menurutnya, simpang siur informasi bisa dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari miskomunikasi hingga adanya pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Mahdi (foto: Abdul Kholilulloh)
Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhammad Mahdi (foto: Abdul Kholilulloh)

“Kita khawatir muncul informasi yang simpang siur. Bisa saja ada ketidaksukaan dari berbagai pihak, baik dari lingkungan sekolah, pihak terkait, maupun dari pihak yang bersangkutan. Karena itu, perlu dilakukan pendalaman,” ujarnya.

DPRD Bandung Barat, lanjut Mahdi, berencana melakukan cross-check dengan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat dan pihak sekolah.

“Nanti komisi akan mengundang pihak terkait untuk mengklarifikasi persoalan ini. Jangan sampai, jika memang terbukti benar, kejadian seperti ini terulang kembali,” ucapnya.

Mahdi menegaskan bahwa setiap keputusan pemberhentian tenaga pendidik harus berlandaskan aturan dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Terlepas benar atau salahnya, segala sesuatu harus diputuskan dengan baik. Negara kita adalah negara hukum, sehingga setiap keputusan harus memiliki dasar hukum yang jelas,” tegasnya.

Kemenag Bandung Barat Pastikan Tidak Ada SK Pemberhentian

Baca Juga:  Kekurangan Nakes Jadi Tantangan RSUD Cikalongwetan, DPRD KBB Siap Sokong Anggaran

Sementara itu, Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat memastikan tidak ada Surat Keputusan (SK) pemberhentian terhadap guru hamil berinisial N.W. di MTs Muslimin Citapen.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung Barat, Baiq Raehanun Ratnasari, melalui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Deden Sarif Hidayatullah, menegaskan bahwa status kepegawaian guru tersebut hingga kini masih aktif.

“Berdasarkan hasil verifikasi mendalam yang dilakukan langsung oleh pihak Kemenag di lokasi kejadian, hingga saat ini tidak ditemukan adanya Surat Keputusan resmi yang diterbitkan oleh kepala madrasah terkait pemberhentian guru tersebut,” kata Deden, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, ketiadaan dokumen resmi pemberhentian menjadi dasar bahwa guru berinisial N.W. masih sah tercatat sebagai tenaga pendidik di MTs Muslimin Citapen.

“Status kepegawaian guru yang bersangkutan masih aktif bertugas di madrasah tersebut hingga hari ini. Jadi, tuduhan pemecatan yang beredar luas selama ini belum memiliki landasan dokumen resmi yang sah,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penelusuran Kemenag, persoalan yang mencuat diduga dipicu oleh adanya miskomunikasi  nn pihak sekolah dan guru yang bersangkutan.

Baca Juga:  Ade Zakir: Pemkab Bandung Barat Terima Penghargaan Bergengsi Siddhakarya dari Pemprov Jabar

Meski demikian, Kemenag Kabupaten Bandung Barat memastikan akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan agar persoalan ini dapat diselesaikan secara bijak serta tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan
Dugaan Pemecatan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen: Klarifikasi Kepsek Dinilai Kontradiktif
Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas
Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”
Geram! Guru Hamil Dipecat, Wabup Asep Ismail Bakal Panggil Kemenag dan Kepsek MTs Muslimin Citapen
Dari Lintasan Balap Disabilitas ke Mimbar Paripurna, Atlet NPCI Venny Bacakan Sejarah KBB
Pemilihan BPD di Padalarang, Duseng Siap Kolaborasi Pentahelix dengan Pemdes Jayamekar
Di Usia ke-19, DPRD KBB Targetkan Bandung Barat Jadi Pusat Pertanian Masa Depan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 20:46 WIB

Kemenag KBB Pastikan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen Masih Aktif, Tak Ada SK Pemecatan

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16 WIB

Ketua DPRD KBB Minta Usut Tuntas Dugaan Pemecatan Guru Saat Cuti Hamil di MTs Citapen

Senin, 22 Juni 2026 - 13:07 WIB

Dugaan Pemecatan Guru Hamil di MTs Muslimin Citapen: Klarifikasi Kepsek Dinilai Kontradiktif

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:46 WIB

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:12 WIB

Libur Sekolah 2026, Dusun Bambu Hadirkan Playground Baru dan Drama Musikal “Kabayan The Story”

Berita Terbaru

Atlet asal Kabupaten Bandung Barat, Jaenal Aripin, dan para atlet Indonesia didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, usai penyerahan simbolis medali emas pada ajang Grand Prix Para Athletics 2026 yang berlangsung di Tunisia. (Foto: dok. NPCI KBB).

Bandung Barat

Jaenal Aripin Bersinar di Tunisia, Atlet NPCI KBB Sumbang Medali Emas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:46 WIB