Bandung Barat | SekitarKita.id,- Usman 59 tahun warga Kampung Baru RT03/RW14, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikabarkan hilang sejak peristiwa bencana tanah longsor, Minggu (24/03/2024) malam.
Diketahui, bencana musibah tanah longsor dan banjir bandang itu bersamaan dengan longsor yang menerjang puluhan rumah warga Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor KBB.
Kepala Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga, Judin Setiawan mengatakan, pihaknya langsung melaporkan kejadian itu kepada Kalak BPBD KBB, Meidi di Posko Tanggap Darurat, Kamis 28 Maret 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut, petugas Tim SAR Gabungan saat ini langsung melakukan pencarian terhadap korban. Usman diduga terbawa arus longsoran saat peristiwa itu terjadi.
“Saya melaporkan kepada pak Kalak BPBD KBB tentang musibah yang terjadi pada hari Minggu, karena terjadi hujan lebat pada pukul 19.00 WIB,” kata Judin saat ditemui wartawan di posko pengungsian Desa Cibenda Cipongkor, Kamis malam.
Judin menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 23.45 WIB, dimana hujan deras mengguyur wilayah tersebut cukup lama hampir kurang lebih 5 jam menyebabkan longsor di beberapa titik.
“Yang mana ada 1 orang korban menghilang terbawa longsor, yaitu atas nama Usman. Beliau ini berprofesi sebagai petani gula aren yang mencari air nira untuk dijadikan gula aren,” ujarnya.
Dijelaskan Judin kembali, Usman kerap tinggal di hutan dan pulang ke rumahnya sehari dalam seminggu. Itupun untuk hanya untuk melaksanakan salat Jumat.
“Kebetulan, beliau (Usman) sendiri tidak ada yang menemani karena sudah terbiasa dan sampai saat ini korban belum bisa ditemukan,” jelasnya.
Selain diwilayahnya, lanjut Judin, dampak longsor juga menimpa Desa Sukaresmi dan mengakibatkan sejumlah rumah mengalami rusak berat, ringan hingga sedang.
Berdasarkan data yang dihimpun, ujar dia, sebanyak 63 Kepala Keluarga (KK) atau 177 jiwa terdampak bencana longsor.
“Bahkan, ada satu RT yang berlokasi di Kampung Cilawang RT 01/16 terisolir lantaran akses jalannya kurang lebih 100 meter terputus akibat longsor,” terangnya.
Pihaknya berharap, Pemda Bandung Barat agar segera melakukan asesment atau pencarian korban. Termasuk, memperbaiki akses jalan terputus tadi.
“Pencarian dilakukan oleh warga masyarakat dan pemerintah setempat secara manual. Selain itu juga, aksesnya jauh kurang lebih 2 KM dari jalan raya,” tandasnya.
Menanggapi hal ini, Kalak BPBD KBB, Meidi merespon cepat, ia menyebut di Kecamatan Rongga ada tiga desa yang juga terdampak bencana longsor, yakni Desa Cibitung, Desa Sukaresmi dan Desa Cinengah.
“Di Desa Cibitung sebanyak 217 KK atau 982 jiwa terdampak. Untuk rumah warga yang mengalami rusak ringan sebanyak 122 unit, 32 rusak sedang dan 63 unit rusak berat. Termasuk, sawah seluas 35 hektare juga turut terdampak,” ujar Meidi.
Dijelaskan Meidi, selain itu akses jalan kabupaten juga lumpuh akibat tertutup material longsor, petugas kesulitan menurunkan alat berat pasalnya medan yang terjal dan sempit tidak memungkinkan mobil masuk ke lokasi.
Selanjutnya, di Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga jumlah kepala keluarga yang terdampak sebanyak 63 KK atau sekitar 177 jiwa.
Meidi menyebut, rumah yang mengalami kerusakan di Desa Sukaresmi ini sebanyak 10 unit dengan kategori rusak berat.
“Ada satu orang yang masih hilang, yakni atas nama bapak Usman (59) yang berprofesi petani gula aren,” sebutnya.
Oleh karena itu, hari ini pihaknya akan meluncurkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, relawan, Tagana, termasuk dari unsur BPBD KBB, BPBD Provinsi Jabar dan BNPB.
“Mudah-mudahan berhasil, untuk itu mohon doa dari berbagai pihak agar bisa selesai. Semoga ini menjadi musibah yang pertama dan terakhir di KBB,” tandasnya.
Penulis : Abdul Kholilulloh
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan Khusus (Lipsus)








