BEKASI | SekitarKita,id,- Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Rahayu, yang akrab disapa Mak Sri, mengadakan kunjungan kerja ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kabupaten Bekasi pada Selasa, 23 Juli 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi dan kegiatan di SLB tersebut.
Dalam kunjungannya, Mak Sri menyampaikan bahwa SLB merupakan kewenangan pemerintah provinsi Jawa Barat dan harus menjadi skala prioritas, khususnya bagi Dinas Pendidikan.
“Sekolah Luar Biasa harus benar-benar mendapatkan perhatian khusus karena tidak semua guru bisa mengajar di SLB,” ujar Mak Sri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi Fasilitas dan Kebutuhan SLB
Mak Sri menyoroti kurangnya ruang kelas yang layak di SLB Negeri Kabupaten Bekasi. “Ruang kelas masih kurang sampai ada satu kelas yang disekat menjadi dua kelas. Bagaimana mereka bisa belajar dengan tenang dan nyaman jika kelasnya disekat? Ada tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita, tuna netra, dan anak autis. Seperti siswa tuna rungu yang tidak mempunyai ruang atau kelas khusus buat mereka,” jelas Mak Sri.
Selain fasilitas ruang kelas, kapasitas guru pengajar juga menjadi kendala utama. “Satu guru memegang 8 sampai 10 orang siswa, padahal standar yang ideal adalah satu guru untuk lima orang siswa. Ini menunjukkan kurangnya jumlah guru pengajar yang memadai,” tambahnya.
Program Pembinaan dan Harapan
Guru di SLB dilatih untuk membantu siswa menjadi mandiri, sehingga mereka bisa hidup dengan kekurangan dan kelebihan mereka. Mak Sri juga menyampaikan pesan kepada orang tua agar terus berjuang demi masa depan anak-anaknya dan memberikan kasih sayang yang maksimal.
“Tadi saya pesan kepada para orang tua agar jangan minder. Masa depan anak tidak pernah kita tahu, yang penting kita berusaha semaksimal mungkin memberikan kasih sayang dan melindungi mereka, karena anak-anak berkebutuhan khusus tetap memiliki hak yang sama dengan anak lainnya,” ujar Mak Sri.
Komitmen Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
Mak Sri menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus wajib mendapatkan hak yang sama, khususnya dalam hal perlindungan dan kasih sayang. “Kehadiran saya di sini adalah wujud representasi bukti cinta kasih kita kepada seluruh masyarakat, tanpa ada perbedaan. Anak berkebutuhan khusus wajib mendapat hak yang sama, perlindungan, dan kasih sayang yang sama,” pungkasnya.
Mak Sri juga menyampaikan harapannya untuk anak-anak di SLB Negeri Kabupaten Bekasi. “Sehat-sehat ya, anakku. Semoga Allah SWT selalu melindungi kalian. Selamat Hari Anak Nasional 2024,” tutupnya.
Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perhatian khusus terhadap Sekolah Luar Biasa (SLB) dan kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan demikian, diharapkan pemerintah provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan dapat lebih memperhatikan dan meningkatkan fasilitas serta tenaga pengajar di SLB.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Andyka Nugroho








