[ad_1]
Pemilik motor roda dua memodifikasi kendaraannya untuk mempercantik tampilannya. Berbagai komponen dirubah sesuai dengan alur modifikasi. Salah satu yang hampir sepertinya tidak pernah absen dirubah adalah ban motor roda dua.
Sayangnya, masih cukup banyak pemilik kendaraan yang belum memahami bahwa merubah ban berpotensi mengurangi aspek keselamatan. Apalagi, penggantian ban yang dilakukan dinilai ekstrem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Walaupun, produsen motor roda dua memperhitungkan dengan matang ukuran ban untuk produknya. Tentu saja, hal itu sepertinya tidak asal-asalan, berbagai aspek perlu diperhatikan, seperti daya dukung ban agar sesuai dengan bobot motor roda dua dan sebagainya. Dengan merubah ban, Anda dapat dapatkan ban yang lebih besar sekali. ban pabrik standar juga sangat mungkin saja mengorbankan aspek kenyamanan.
Andai modifikasi dilakukan dengan merubah ukuran ban dengan yang lebih kecil, saat bermanuver telapak ban sepertinya tidak maksimal saat menyentuh aspal. Sehingga pengendara berpotensi tergelincir dan terjatuh. Umumnya penggantian ban berukuran mini dilakukan pada motor drag race yang hanya membutuhkan lintasan lurus saat balapan. Bila digunakan untuk penggunaan sehari-hari dan jalan berkelok-kelok, justru bisa menimbulkan kecelakaan.
Untuk saat ini andai modifikasi dilakukan dengan memperbesar ukuran ban, harus segera dipastikan motor mempunyai tenaga yang cukup. Tarikan motor berpotensi lebih berat karena itu ban lebih besar sekali dari standar. Selain itu, motor sepertinya tidak lincah seperti biasanya saat memakai ban pabrik.
Baca Juga : Penyebab Tekanan Ban Motor Cepat Turun
Tak hanya aspek kenyamanan, penggunaan ban yang lebih besar sekali berpotensi membuat komponen seperti gir dan rantai cepat aus. Belum lagi konsumsi bahan bakar yang lebih boros karena itu putaran roda menjadi lebih berat.
Saat Anda ingin memodifikasi ban motor roda dua, ada baiknya mempertimbangkan aspek keselamatan.
[ad_2]
Sumber: Deltalube
Source link








