[ad_1]
Making an investment.com — Sulit untuk bersikap “terlalu bearish” pada benchmark meskipun ada beberapa tanda peringatan potensial yang muncul di sektor konsumen, menurut analis di BTIG.
Dalam sebuah catatan kepada kliennya, para analis mengatakan bahwa investor mungkin menghadapi beberapa “lampu kuning” dari “kelemahan absolut” dalam bisnis seperti pemasok suku cadang mobil, restoran dan lodge.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beberapa bagian dari konsumen telah lemah sejak lama, sementara yang lain baru ditemukan dan masih terlalu dini untuk disebut sebagai yang teratas,” kata para analis.
Namun, mereka mencatat bahwa tren ini sepertinya tidak akan membebani S&P 500 lainnya, sebagian karena sempitnya indeks saat ini. Saat ini, 10 nama teratas di S&P 500 menyumbang lebih dari 35%, sebuah rekor tertinggi baru, menurut analis BTIG.
“Kami menyebutnya paradoks keluasan (breadth paradox) karena semakin besar bobot nama-nama tersebut dalam indeks, maka semakin berkurang keluasannya, dengan asumsi nama-nama tersebut terus bergerak lebih tinggi,” kata para analis.
Perusahaan-perusahaan teknologi informasi khususnya merupakan kelompok terbesar dalam S&P 500, sehingga membuat para analis BTIG menyimpulkan bahwa sulit untuk bersikap terlalu negatif pada rata-rata sampai saham-saham ini berhenti naik.
[ad_2]
www.making an investment.com








