Miris, Oknum Ngaku Anggota Damkar Jaktim Tipu Karyawati Tenant Superindo Pulomas

- Penulis

Sabtu, 24 Juni 2023 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karyawati both (tenan) Pulomas Jakarta Timur diduga ditipu oknum anggota Damkar (foto: Abdul Kholilulloh).

i

Karyawati both (tenan) Pulomas Jakarta Timur diduga ditipu oknum anggota Damkar (foto: Abdul Kholilulloh).

JAKARTA TIMUR| SekitarKita.id – Nasib pilu menimpa salah seorang karyawati yang baru bekerja empat bulan di toko ritel (tenant) kawasan Superindo Pulomas, Jalan Raya Kayu, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Rugun Biduri Betania Hutabalan (26) warga pendatang asal Medan mengatakan, ia menjadi korban diduga komplotan penipu salah satu diantaranya mengaku oknum anggota Damkar Jakarta Timur.

Rugun menyebut, kejadian penipuan itu bermula salah seorang pelaku pertama oknum anggota Damkar ingin mengecek APAR dan bertemu dengannya di area Superindo Pulomas tempat ia bekerja, pada Jum’at 06 Juni 2023 sekitar pukul 14.00 WIB kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelaku bertemu saya di Superindo Kayu Putih (lokasi) dan mengaku sebagai petugas Damkar untuk melakukan pengecekan APAR, kemudian pelaku meminta HP saya untuk memberitahukan kepada Supervisor kami akan dilakukan pengecekan,” kata Rugun saat ditemui wartawan dilokasi, Sabtu 24 Juni 2023.

Lalu kemudian, terduga pelaku kedua, mengaku maintenance dari kantor datang mengambil HP korban berikut HP toko, untuk kemudian akan dilakukan upgrade dengan alasan sudah terdeteksi oleh system.

“Sebelumnya memberitahukan bahwa akan ada orang yang dateng ke toko mengambil HP. Karena dia mengaku supervisor dan saya percaya, nah pas dateng dia meminta HP toko 1 merk Oppo A.37 dan HP saya,” jelasnya.

Baca Juga:  Raffi Ahmad beri sinyal dukungan, Hengki Kurniawan yakin maju di Pilkada KBB

Setelah diberikan, kata Rugun, pelaku kedua yang diketahui seorang laki-laki itu tak kunjung datang setelah diberikan HP. Alhasil dua buah HP raib di gondol pelaku.

Namun sebelumnya, korban telah menstansfer uang senilai Rp 600.000 (enam ratus ribu rupiah) kepada pelaku untuk biaya tambahan Refil (isi ulang) Apar.

“Saya mentransfer uang 600 ribu buat Refil Apar menggunakan aplikasi Sakuku, ternyata pelaku juga melakukan tarik tunai Rp 200.000 ,- menggunakan ATM melalui M Bang BCA Cardless milik di HP saya, transfer uang Rp 200.000 ,- ke Aplikasi Dana,” jelasnya.

Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar kurang lebih lima juta rupiah, pihaknya susah melaporkan ke kasus dugaan penipuan ini ke pihak berwajib.

Kasus ini sudah di tangani Polsek Pulogadung Jakarta Timur, dengan laporan polisi (LP) 137/B/VI/2023/SPKT/POLSEK PULOGADUNG/RESTJAKTIM/PMJ.

“Kasus ini sudah di tangani Polsek Pulogadung semoga pelaku segera di tangkap, karena saya terancam dikeluarkan dari perusahaan, semoga ada keringanan dari pihak perusahaan, ” ujarnya.

Baca Juga:  Tebing 10 Meter Longsor, Akses Jalan Didua Kecamatan di Bandung Barat Terputus

“Karena disini saya merantau untuk mengganti rugi uang segitu rasanya berat sekali, tapi saya akan bertanggung jawab atas kelalaian saya,” sambungnya.

Sementara itu, Komandan Securiti Superindo Pulomas, Eko membenarkan kejadian tersebut, kasus dugaan penipuan ini sudah ditangani Polsek Pulogadung.

Hal senada dikatakan, Risma satu rekan kerjanya, pihaknya mengecam keras aksi tersebut dan berharap pelaku bisa segera di tangkap.

“Ya, kasus ini sudah di tangani polisi, semoga segera tertangkap dan semoga tidak ada korban lagi kedepannya,” tandasnya.

Ia berharap, ada keringanan dari pihak perusahaan, pasalnya, kejadian ini merupakan sebuah musibah yang memang dirasa tidak disengaja.

“Semoga ada keringanan dari perusahaan, jaman sekarang mencari kerja sangat sulit untuk kebutuhan sehari-hari di perantauan ketemu nasi ajah sudah bersyukur, semoga tidak ada pemecatan,” tandasnya.



Penulis : Abdul Kholilulloh 

Editor : Abdul Kholilulloh

Berita Terkait

Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang
Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik
Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo
Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB
Viral, Bocah 3 Tahun di KBB Diduga Dilecehkan, Ibu-ibu Ngadu ke Dedi Mulyadi
Menara Tower PT Protelindo Picu Polemik Warga Padalarang, Pemkab Bandung Barat Dinilai Lambat
Kecelakaan Tragis di Padalarang Jadi Alarm, Dishub Bandung Barat Genjot Perawatan PJU
Damai di Balik Tragedi Maut Padalarang: UPT DLH KBB Berikan Santunan, PJU Disorot

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:54 WIB

Tak Punya SLF, Satpol PP KBB Siap Matikan Operasional Tower Protelindo di Padalarang

Rabu, 15 April 2026 - 19:49 WIB

Skandal Pencatutan Nama Prabowo Subianto, DPRD KBB Sebut PT Protelindo Bohongi Publik

Rabu, 15 April 2026 - 19:00 WIB

Sorotan Publik Menguat, DPRD KBB Usulkan Stop Sementara Aktivitas Tower PT Protelindo

Rabu, 15 April 2026 - 17:35 WIB

Jeje Alami Kecelakaan, Diduga Rem Blong Truk Box Container Hantam Pembatas Jalan di KBB

Rabu, 15 April 2026 - 09:28 WIB

Viral, Bocah 3 Tahun di KBB Diduga Dilecehkan, Ibu-ibu Ngadu ke Dedi Mulyadi

Berita Terbaru