Nadran, tradisi ziarah kubur warga Bandung Barat sebelum Ramadhan

- Penulis

Senin, 11 Maret 2024 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Dalam menyambut bulan suci Ramadhan penuh berkah, sebagai warga mengabadikan momen itu untuk berbagi, bukan hanya untuk sesama, melainkan juga bagi keluarga yang sudah meninggal dunia.

Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), tradisi nadran atau yang dikenal ziarah kubur sebelum memasuki bulan Ramadhan itu melekat sejak jaman leluhur.

Biasanya, sanak famili mendatangi orang tua atau sesepuh yang sudah meninggal dunia beberapa hari sebelum datangnya bulan suci puasa Ramadhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tradisi ziarah kubur ini bukan hanya diwilayah Kabupaten Bandung Barat saja, melainkan di seluruh wilayah Jawa Barat umumnya di Indonesia, dimaksudkan untuk mendoakan orang-orang yang telah wafat.

Seperti yang dilakukan Gilang warga permata Padalarang, Kecamatan Padalarang KBB, ia mendatangi makam orang tuanya pada Minggu 10 Maret 2024, orang-orang mendatangi makam tersebut untuk nadran, ziarah kubur sebelum Ramadan.

“Sudah menjadi tradisi, sebelum ramadan mendatangi makam keluarga untuk mendoakan mereka, hari terakhir menjelang puasa” kata Gilang warga Padalarang kepada SekitarKita.id, Senin (11/03/2024).

Baca Juga:  Kabar Perselingkuhan Istri Pratama Arhan, Azizah Salsha dan Video Call Panas yang Viral

Gilang datang ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Bariluk, Desa Cintakarya Samarang, Kabupaten Garut tersebut bersama keluarga, anak dan istrinya tidak luput turut serta.

Mereka membawa tikar dan bunga dengan berjongkok di sebuah makam, mendoakan sanak saudara yang telah meninggal dunia.

Related Posts

Ia menyebut, baginya, nadran bukan sekadar mendoakan orang-orang terdekat yang telah meninggal dunia, tetapi juga sebagai pengingat baginya yang masih hidup.

“Kita mengingatkan diri kalau kita juga akan meninggal dunia, kami doakan orang tua semoga dilapangan kubunya dan diterima iman Islam nya,” tandas Gilang.

Setelah itu, selain mendoakan, saat nadran peziarah juga membersihkan makam keluarga yang ditumbuhi rumput liar dan menabur bunga



Penulis : Abdul Kholilulloh

Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”
Dedi Mulyadi Tegur Wali Kota Cimahi Soal Peredaran Tramadol ‘Sikat Saja’ Jangan Takut 
KPK Ingatkan Celah Korupsi Sektor Pertanahan, Bandung Barat Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian
Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Ketum BOMBER Dian Purnama Puji Performa Solid Maung Bandung 

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:45 WIB

5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Berita Terbaru