Pasca Viral Menu MBG Bau Menyengat, Kepsek TK di Bandung Barat Telusuri Dugaan Penyebabnya 

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampling Menu MBG ayam di dapur SPPG Cilame bau menyengat (foto: Abdul Kholilulloh)

i

Sampling Menu MBG ayam di dapur SPPG Cilame bau menyengat (foto: Abdul Kholilulloh)

SEKITARKITA.id – Kasus dugaan menu ayam berbau menyengat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menemui titik terang.

Pihak sekolah bersama pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilame melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab keluhan yang sempat viral di media sosial.

Kepala Sekolah TK Lutfiyyah, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Widi, mengatakan pihaknya langsung mendatangi dapur SPPG Cilame setelah menerima laporan dari wali murid terkait aroma ayam pada menu MBG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hasil pertemuan tadi, bau ayam masih kami telusuri. Dugaan sementara karena penggunaan bumbu ketumbar yang terlalu banyak, bukan karena ayamnya busuk,” ujar Widi saat ditemui SEKITARKITA.id di SPPG Cilame, Senin (19/1/2026).

Kepala Sekolah TK Lutfiyyah, Widi (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala Sekolah TK Lutfiyyah, Widi (foto: Abdul Kholilulloh)

Menurutnya, anak-anak usia TK cenderung sensitif terhadap aroma rempah yang terlalu kuat. Pihak SPPG Cilame pun telah menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan menyesuaikan racikan bumbu agar lebih sesuai dengan selera anak-anak.

“Ke depannya akan lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan bumbu. Kami juga akan terus memantau agar menu MBG tetap aman, layak konsumsi, dan disukai anak-anak,” katanya.

Baca Juga:  Tampang Sopir Angkot yang Tega Cabuli Siswi SMP di Bandung Barat, Pelaku Berdalih Khilaf

Sementara itu, Kepala SPPG Cilame, Arif Aulia Akbar, membenarkan adanya laporan dari wali murid TK Lutfiyyah yang berlokasi di Kampung Cipametingan, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah.

“Benar, kami menerima laporan dari guru dan orang tua terkait aroma ayam pada menu MBG hari ini. Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran sebagai bahan evaluasi, khususnya pada masa awal operasional Dapur SPPG Cilame 4,” ungkap Arif.

Sampling Menu MBG ayam di dapur SPPG Cilame bau menyengat (foto: Abdul Kholilulloh)
Sampling Menu MBG ayam di dapur SPPG Cilame bau menyengat (foto: Abdul Kholilulloh)

Arif menjelaskan, seluruh proses pengolahan makanan di dapur SPPG telah mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang berlaku, mulai dari penerimaan bahan baku, penyortiran, penyimpanan di freezer, hingga pendistribusian.

“Terkait keluhan ini tentu akan kami evaluasi. Ayam yang masuk tetap kami sortir dan simpan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN),” jelasnya.

Ia menambahkan, kemungkinan aroma menyengat bukan berasal dari daging ayam, melainkan dari penggunaan bumbu masakan yang terlalu dominan, khususnya rempah ketumbar.

“Dugaan sementara memang dari bumbu. Untuk kondisi ayam sudah kami pastikan segar dan layak konsumsi,” tambahnya.

Kepala SPPG Cilame, Arif Aulia Akbar (foto: Abdul Kholilulloh)
Kepala SPPG Cilame, Arif Aulia Akbar (foto: Abdul Kholilulloh)

Diketahui, pasokan ayam untuk dapur SPPG Cilame berasal dari sejumlah pelaku UMKM lokal yang sebelumnya telah melalui proses pengecekan kualitas bahan baku.

Baca Juga:  Version Bernyanyi Bersama 'Wicked: The Soundtrack': Pindahkan Sekarang

“Bahan baku ayam berasal dari UMKM lokal. Setiap bahan yang masuk kami pastikan segar dan layak konsumsi sebelum dimasak,” tegas Arif.

Ia juga memastikan hingga saat ini tidak ditemukan laporan gangguan kesehatan atau keracunan makanan akibat menu MBG tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada laporan keracunan. Kami akan terus menelusuri penyebab bau agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Saat ini, layanan SPPG Cilame baru berjalan sekitar satu minggu dan telah menjangkau sekitar 600 penerima manfaat, yang mayoritas berasal dari jenjang TK dan SD, serta satu sekolah tingkat SMP.

“Karena masih tahap awal operasional, penerima manfaat saat ini sekitar 600 orang dari TK, SD, dan satu SMP,” katanya.

Sebelumnya, keluhan aroma ayam pada menu MBG ramai diperbincangkan di Grup WhatsApp wali murid TK Lutfiyyah dan menjadi viral. Sejumlah orang tua mengaku mencium bau kurang sedap saat menu MBG dibagikan kepada anak-anak.

“Assalamualaikum ibu, saya mau menyampaikan dari pesan ibu-ibu lainnya yang mencoba MBG hari ini, menu ayamnya agak bau,” tulis salah satu wali murid berinisial FN dalam percakapan grup WhatsApp.

Baca Juga:  Tingkatkan UMKM, Sekjen Kementrian Ekonomi Apresiasi Grend Opening Dita Catering Cikarang

Keluhan serupa juga disampaikan wali murid lainnya yang mengaku mencicipi langsung menu tersebut karena tidak dihabiskan oleh anaknya.

“Iya Bu, sama. Yang hari ini agak bau, saya juga sudah coba karena anaknya tidak dimakan jadi dibawa pulang,” timpal wali murid lainnya.

 



Berita Terkait

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 
Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 
Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat
ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth
Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026
Diduga Ada Pungli PTSL di Bandung Barat, Warga Ngamprah Diminta Rp500 Ribu untuk Pengukuran
Aksi Buruh di DPRD KBB: Pengawasan Ketenagakerjaan Dinilai Amburadul
PKB KBB Soroti Pentingnya Kenaikan Dana Bantuan Parpol untuk Hadapi Pemilu 2029

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:20 WIB

Perlu Diaudit, Menu MBG di Cipatik Cihampelas Tak Layak, Warga Nilai Tidak Sesuai Standar Gizi 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:04 WIB

Dokter Spesialis Jarang Ngantor, DPRD KBB Soroti Pelayanan di RSUD Cikalongwetan 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIB

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:19 WIB

ATCS Bandung Barat Kerap Terkendala Internet, Dishub Evaluasi Bandwidth

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:01 WIB

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi sertifikat tanah (foto: jatimnesia.com)

Bandung Barat

Terungkap! Ini Fakta Dugaan Pungli PTSL di Ngamprah Bandung Barat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:45 WIB

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Bandung Barat

Komisi I DPRD Buka Peluang ASN KBB Ikut Kontestasi BPD 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 09:01 WIB