SEKITARKITA.id – Jelang perayaan May Day atau Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2025, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh para buruh, termasuk yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat.
Persiapan tersebut meliputi atribut unjuk rasa hingga naskah tuntutan yang akan disampaikan saat aksi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Sebanyak 100 ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Andi Gani Nena siap turun ke jalan, bergabung dengan ribu buruh lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka akan menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, yang salah satunya terkait percepatan revisi Undang-Undang Cipta Kerja.
Ketua Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP KEP SPSI) Kabupaten Bandung Barat, Dadang Ramon, mengatakan bahwa tuntutan buruh masih berfokus pada hak dasar pekerja, seperti kerja layak, upah layak, dan jaminan sosial yang hingga kini dinilai belum optimal diberikan oleh negara.
“Kita menghendaki agar pekerja Indonesia setelah 78 tahun merdeka bisa merasakan kerja yang layak. Melalui putusan Mahkamah Konstitusi nomor 168/2023, pemerintah bersama DPR diminta untuk segera membuat undang-undang baru yang lebih berpihak pada buruh,” ujar Dadang Ramon, Rabu (30/4/2025) di Padalarang, Bandung Barat.
Lebih lanjut, Dadang menyebut pihaknya telah menyiapkan sekitar 7 bus yang akan mengangkut 420 orang buruh dari Bandung Barat menuju Jakarta.
Titik kumpul, kata Dadang, akan dipusatkan di Kota Baru Parahyangan, sebelum bertolak ke Monas untuk mengikuti aksi unjuk rasa yang rencananya dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kami 99 persen sudah siap. Koordinasi dengan pengurus tingkat cabang, daerah, dan pengamanan Polres sudah dilakukan. Bahkan tiap bus kita siapkan koordinator lapangan agar peserta tetap tertib dan aman,” ujarnya.
Menurutnya, May Day 2025 menjadi momen luar biasa karena kehadiran Presiden RI, sehingga seluruh peserta dari Bandung Barat diimbau menjaga ketertiban.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi kepada para pekerja terkait hak-hak normatif, seperti upah minimum kabupaten (UMK), BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan, yang hingga kini masih banyak belum diterima oleh sebagian buruh.
“Masih banyak pekerja yang bahkan belum tahu apa arti kesejahteraan itu sendiri. Inilah yang akan kita gaungkan dalam May Day. Kita suarakan hak-hak pekerja yang dijamin oleh undang-undang namun belum sepenuhnya dilaksanakan oleh pengusaha,” tegasnya.
Melalui momen ini, PC FSP KEP SPSI Bandung Barat akan memperjuangkan poin-poin penting terkait kesejahteraan buruh, termasuk soal jam kerja, perlindungan sosial, dan kejelasan status kerja.
Semua tuntutan tersebut nantinya, kata dia, akan dibukukan dan diserahkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
“May Day bukan hanya untuk buruh, tetapi juga momentum nasional dan internasional untuk mengingatkan bahwa pekerja adalah tulang punggung negara. Masyarakat harus paham dan ikut mendukung perjuangan ini,” pungkas Dadang Ramon.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan







