[ad_1]
Politik, SekitarKita.id – Suhu politik jelang Pilkada di Cianjur, Jawa Barat, semakin memanas. Dengan begitu berbagai manuver politik berbau kriminal dimainkan.
Salah satu contoh, ratusan baliho dan banner pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur, Deden Nasihin dan Efa Fatimah, dilaporkan merasakan pengrusakan oleh orang tak dikenal (OTK) di berbagai tempat strategis di Kabupaten Cianjur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baliho yang terpampang di sejumlah titik, termasuk di jalur important seperti Jalan Raya Puncak mencapai Ciloto, ditemukan dalam kondisi rusak. Dengan jumlah besar diantara spanduk dan baliho tersebut yang terpotong, terjatuh, atau rusak parah, yang menyulut perhatian masyarakat dan simpatisan.
Kejadian ini menambah kekhawatiran akan terjadinya pelanggaran etika dan ethical dalam proses Pemilu yang seharusnya berjalan damai.
Menanggapi hal itu, Deden Nasihin memberikan pernyataan tegas, menyerukan kepada seluruh pendukung dan simpatisannya untuk tetap santai dan menjaga suasana kondusif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, simpatisan, dan pendukung untuk menolak diri. Mari kita wujudkan Pemilu yang damai dan beradab, serta saling menghormati,” tutur Deden kepada di Cianjur, Rabu, 19 September 2024.
Menurut doktor kebijakan publik Universitas Padjadjaran ini, kemenangan hanyalah takdir dari Allah SWT dengan begitu kita tidak perlu melakukan tindakan provokatif dan tidak berakhlak.
“Mari kita hormati satu sama lain. Semuanya sudah ada takdirnya. Kami yakin, kemenangan hanya datang dari Allah, dan kita tidak perlu melakukan tindakan yang mencederai prinsip pemilu jujur dan adil,” sebutnya.
Deden menekankan bahwa pemilu adalah proses demokrasi yang harus segera dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Jangan ada provokasi. Kami berpesan untuk terus fokus pada kampanye positif. Biarkan rakyat yang menyelesaikan pilihannya berdasarkan gagasan dan program kerja, bukan sebab intimidasi atau tekanan,” tegas Deden Nasihin.
Pasangan Deden Nasihin-Efa Fatimah, yang mengusung slogan mewujudkan ‘Cianjur Berkah’ (Berdaya Saing, Khidmah dan Amanah) melalui sejumlah program tremendous prioritas di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian dan pengembangan ekonomi masyarakat dan lain-lain ini terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan, terutama dari generasi muda.
Mereka mengharapkan pemilu ini dapat menjadi ajang kompetisi sehat tanpa kecurangan maupun perusakan atribut kampanye. “Apapun alasannya pengrusakan banner atau alat peraga sosialisasi calon bupati/wakil bupati manapun tidak elok bagi demokrasi sehat. Semoga tidak terjadi lagi,” tutur salah seorang warga Desa Sindanglaya Cipanas Cianjur, Umar Hadi (33) di lokasi kejadian.
Sementara, anggota Tim Hukum Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Cianjur Deden Nasihin – Efa Fatimah, Ronald Tampenawas, mengaku akan secepatnya melakukan upaya hukum keterkaitan kejadian tersebut. Termasuk melaporkannya kepada pihak kepolisian.
[ad_2]








