Taruhan penurunan suku bunga bulan Juni dipangkas setelah IHK panas dan berita acara hawkish – CME Fedwatch Oleh Making an investment.com

- Penulis

Kamis, 11 April 2024 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Making an investment.com– Pasar secara tajam menurunkan ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve pada bulan Juni pada hari Rabu menyusul knowledge inflasi yang lebih baik dari perkiraan dan risalah pertemuan financial institution sentral bulan Maret yang cenderung hawkish.

Hal ini menunjukkan bahwa para pedagang sekarang memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 foundation poin pada bulan Juni hanya sebesar 17,5% – turun tajam dari 61,1% yang terlihat pada minggu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ekspektasi untuk penundaan meningkat menjadi 81,8%, lebih dari dua kali lipat dari 37,1% yang terlihat pada minggu lalu.

Alat ini menggunakan harga kontrak berjangka dana Fed selama 30 hari yang diperdagangkan di Chicago Mercantile Change untuk mengukur ekspektasi pasar terhadap tingkat kebijakan Fed.

Prospek hawkish terhadap The Fed menunjukkan kenaikan suku bunga mendekati degree tertinggi dalam lima bulan pada hari Rabu, dan juga melonjak mendekati degree tertinggi dalam lima bulan. Sebaliknya, aset-aset yang didorong oleh risiko jatuh dengan kerugian hampir 1% pada hari Rabu.

Baca Juga:  Pembacaan Kartu Tarot Mingguan Setiap Zodiak Tanggal 3-9 Juni 2024

Kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan diperparah oleh CPI yang panas

knowledge menunjukkan pada hari Rabu bahwa inflasi tumbuh lebih dari yang diharapkan pada bulan Maret.

Angka tersebut – yang mengalahkan ekspektasi selama empat bulan berturut-turut – memperkuat anggapan bahwa penurunan inflasi yang terlihat hingga tahun 2023 kini melambat, dengan inflasi kemungkinan akan tetap berada jauh di atas goal tahunan The Fed sebesar 2% dalam beberapa bulan mendatang.

Meningkatnya harga komoditas – khususnya bahan bakar – serta kuatnya belanja konsumen menjadi faktor penyebab tingginya inflasi. Faktor-faktor ini diperkirakan akan tetap berpengaruh dalam beberapa bulan mendatang, terutama karena harga minyak masih ditopang oleh ketegangan yang terus-menerus di Timur Tengah.

Risalah rapat The Fed menunjukkan para pejabat mempertimbangkan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama

Knowledge tersebut menunjukkan bahwa bahkan sebelum angka inflasi yang kuat pada hari Rabu, para pejabat Fed sudah semakin khawatir terhadap inflasi yang masih stagnan.

Beberapa pejabat mengemukakan perlunya suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, dan bahkan mengungkapkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih besar.

Baca Juga:  Tes menentukan jalur pribadi Anda dengan bunga

Sejumlah pejabat Fed telah memperingatkan dalam beberapa pekan terakhir bahwa inflasi yang tinggi masih menjadi kekhawatiran terbesar The Fed, dan tren tersebut kemungkinan akan menunda potensi penurunan suku bunga tahun ini.

Kekuatan relatif dalam perekonomian AS – yang sebagian besar melampaui negara-negara maju dalam beberapa kuartal terakhir – memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama.



[ad_2]

2024-04-11 12:03:45

www.making an investment.com



Berita Terkait

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!
Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar
Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar
Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya
muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan
Cara Menghilangkan Jerawat di Punggung Secara Alami dan Efektif
Soft Opening Master Baker Indonesia: Sekolah Baking Profesional Baru di Surabaya Barat
Kolaborasi Pentahelik, Hamaren Corporation Sukses Gelar Annual Meeting 2025 di Bekasi

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 05:15 WIB

Tyranno Rilis! Motor Listrik Petualang Rp25 Juta: Fitur Canggih yang Mengancam!

Senin, 10 November 2025 - 04:30 WIB

Repo BI Kini Gunakan Obligasi Korporasi, Tingkatkan Likuiditas Pasar

Senin, 8 September 2025 - 09:20 WIB

Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun untuk Kredit Industri Padat Karya, Subsidi Bunga Rp260 Miliar

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:37 WIB

Disperindag KBB Dorong 50 Produk IKM Tembus Pasar Modern, Ini Tantangannya

Rabu, 18 Juni 2025 - 12:37 WIB

muslimai.ai: Sahabat Digital Gen Z untuk Refleksi, Ketenangan, dan Iman di Era Kegelisahan

Berita Terbaru

Kantor Bapenda KBB (foto: Abdul Kholilulloh)

Bandung Barat

Capaian Pajak KBB 2026 Melejit Rp183 Miliar, PBB Masih Terseok

Senin, 20 Apr 2026 - 20:00 WIB