Wakil Ketua Komisi VIII Ini Usulkan Pembangunan Folder Air, untuk Atasi Banjir Tahunan di Kabupaten Bandung

- Penulis

Senin, 15 Januari 2024 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, SekitarKita.id – Tubagus Ace Hasan Syadzily Wakil Ketua Komisi VIII DPR mengusulkan pembangunan folder-folder air baru untuk atasi banjir tahunan yang selalu merendam Kabupaten Bandung.

Dari folder air ini, dengan tujuan agar dapat mengurangi dampak banjir saat debit air sangat tinggi, sehingga tidak lagi terjadi Banjir tahunan.

Kang Ace, sapaan akrab Tubagus Ace Hasan Syadzily ini, menuturkan, bahwa di Jabar khususnya Kabupaten Bandung memang sangat rawan bencana karena kontur alam banyak gunung dan dilintasi oleh sejumlah sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tubagus Ace Hasan Syadzily Wakil Ketua Komisi VIII DPR saat membersihkan usulan

Tiga hari lalu, Kang Ace melanjutkan, curah hujan yang sangat tinggi sehingga mengakibatkan bencana banjir. Ini perlu penanganan khusus. Karena dari itu ada enam kecamatan yang terdampak, dan 26.000 warga harus mengungsi.

Tentu ini harus menjadi perhatian semua pihak. Sebetulnya, Presiden Jokowi dan Bupati Bandung telah meresmikan kolam retensi di Cieunteung, Andir, dan juga di Kota Bandung. Seharusnya kolam retensi itu bisa menangani 70 persen debit air.

“Tetapi kemarin, ternyata ini (kolam retensi yang telah dibangun) belum mampu menyerap air yang begitu tinggi,” kata Kang Ace, saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir 2024 di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Saat bencana banjir terjadi, lanjut Kang Ace, kebetulan sedang berada di Kertasari, wilayah yang jadi pusat perhatian Kodam Siliwangi. Terutama Situ Cisanti.

Menurutnya, Saat banjir terjadi, kepala desa menyampaikan bencana itu telah 5 tahun terakhir kembali terjadi. Salah satu penyebabnya, beberapa dataran tinggi di Kertasari, sudah kembali ditanami oleh tanaman yang tidak memiliki akar kuat. Sehingga, sedimentasi kembali terjadi.

“Ketika saya datang ke Dayeuhkolot, Ciparay, Bojongsoang, Tegalluar, banyak yang terkena banjir. Sabtu saya keliling, ternyata infrastruktur untuk penanganan banjir belum tuntas. Folder-folder air yang telah dibangun belum mampu menampung saat debit air tinggi,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Jabar itu.

Baca Juga:  BMKG analisis terkait bencana puting beliung menerjang Bandung-Sumedang

Karena itu, tutur dia, dalam jangka menengah, lakukan normalisasi tanggul Cigede yang jebol. Kang Ace telah berkomunikasi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin), terutama penanganan banjir di Kota Bandung.

Tanggul Cikapundung yang jebol itu diperbaiki dan akan berkoordinasi dengan kementerian untuk menormalisasi aliran Sungai Cikapundung yang hilirnya ke Sungai Citarum.

Untuk penanganan jangka panjang, kata Kang Ace, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 2 (Kabupaten Bandung-Bandung Barat) ini, segera susun desain untuk membangun folder-folder air baru atau embung.

Termasuk yang paling penting mengaktivasi kembali program Kodam III Siliwangi, Citarum Harum, normalisasi DAS Citarum. Terutama dataran-dataran tinggi di hulu jangan ditanami tanaman lunak agar tidak terjadi sidementasi.

“Penanganan bencana banjir Kabupaten Bandung tidak bisa ditangani secara parsial, harus komprehensif. Dari hulu, aliran sungai, hingga mendasain agar genangan air tidak terlalu lama,” ucapnya.

Dalam kesempatan acara yang sama, Bupati Bandung Dadan Supriatna membenarkan, bahwa saat ini Kabupaten Bandung berstatus darurat bencana banjir.

Dari hal tersebut para pengungsi telah ditempatkan di lokasi pengungsian SMPN 1 Dayeuhkolot. Dan Pemkab Bandung telah menyalurkan bantuan makanan dan kebutuhan dasar mereka.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum juga telah melakukan upaya penanggulangan sementara. Terutama menangani tanggul Cigede yang jebol.

“Pada prinsipnya, Kabupaten Bandung dengan luas wilayah 174.000 hektare dan berpenduduk 3,3 juta jiwa, sehingga sangat padat. Setiap musim hujan, debit air sangat tinggi. Air datang dari selatan, Cisanti, dan utara. Titik kumpulnya (air) di Dayeukolot,” kata Bupati Bandung.

Baca Juga:  Realisasi APBD Bandung Barat 2025 Tembus 98,58 Persen, Pendapatan Rp3,39 Triliun Berbuah Opini WTP BPK

Kondisi ini, ujar Dadang Supriatna, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan langkah-langkah ikhtiar untuk mengatasi bencana banjir tahunan yang melanda Kabupaten Bandung. Salah satunya, membangun embung penampung air di Andi, Kecamatan Baleendah.

“Kami juga kembali menyampaikan usulan membangun enam danau ke Dirjen PUTR di wilayah Tegalluar. Yang terhormat Kang Tubagus Ace, tolong dibantu. Tegalluar itu daerah saya. Kalau Rancaekek-Cicalengka itu banjir, wilayah Tegalluar itu kakeueum (terendam),” ujar Dadang Supriatna.

Di Kabupaten Bandung, tutur Bupati, terdapat tiga kecamatan yang sampai saat ini masih rawan bencana banjir. Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. “Setelah pembuatan danau atau embung di Andir dan Curug Jompong, banjir paling lama 3 hari. Sebelumnya, bisa selama 2 minggu lebih,” tutur Bupati.

Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Erwin Djatniko mengatakan, Kodam III Siliwangi hadir untuk membantu mengatasi kesulitan yang dialami masyarakat. Sebab, TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

“Salah satunya penanggulangan bencana. Diminta atau tidak diminta, prajurit Kodam Siliwangi akan hadir membantu rakyat. Kami siapkan dapur lapangan untuk menyediakan 510 bungkus makanan bagi pengungsi,” kata Pangdam Siliwangi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, Komisi VIII DPR merupakan mitra BNPB. Selama ini, BNPB banyak dibantu oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily. “Mudah-mudahan beliau (Tubagus Ace Hasan Syadzily) masih menjadi wakil kita semua,” kata Kepala BNPB.

Letjen TNI Suharyanto menyatakan, bencana banjir cukup berdampak. Puluhan ribu terendam Jumlah pengungsi mulai berkurang setelah banjir mulai kering di beberapa wilayah. Namun curah hujan masih tinggi dan akan berlangsung sampai beberapa bulan ke depan. Ini harus diwaspadai.

Baca Juga:  DPP IPHI 1987 Apresiasi Suksesnya Rakor DPD Jabar, Dorong Penguatan Peran Advokat di Masyarakat

“Tiga tahun terakhir, Jawa Barat ranking 1 bencana alam. Karena, kondisi alam berbukit-bukit, jumlah penduduk Jabar pun tertinggi di Indonesia. Kita harus mewaspadai bencana alam yang kemungkinan akan terjadi beberapa bulan ke depan,” ujar Letjen TNI Suharyanto.

BNPB, tuturnya, bekerja sama dengan BMKG dalam melakukan modifikasi cuaca. Jika saat musim kemarau dan El Nino, modifikasi cuaca yang dilakukan adalah agar turun hujan. Saat ini, modifikasi untuk mengurangi curah hujan. “Dengan modifikasi curah hujan dapat dikurangi, yang tadinya lebat, menjadi ringan,” tutur Kepala BNPB.

Letjen TNI Suharyanto mengatakan, masa tanggap darurat bencana banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung disarankan hanya cukup tujuh hari. Sebab, pengungsi sudah semakin berkurang.

“Seenak apa pun tinggal di pengungsian, di tenda, pasti lebih enak di rumah. Dalam 7 hari ini, tolong pastikan betul, kebutuhan dasar para pengungsi terjamin,” ucap Letjen TNI Suharyanto.

Setelah masa tanggap darurat selesai, ujar Kepala BNPB, masuk masa transisi, rehabilitasi dan rekonstruksi. Tadi telah dibicarakan tentang rehabilitas dan rekonstruksi secara terbatas dengan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily, Bupati Bandung Dadang Supriatna, dan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Erwin Djatniko.

“Kami memikirkan langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi bencana banjir ini agar tak terus berulang,” ujar Kepala BNPB.

Seusai acara, Kang Ace bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Erwin Djatniko, dan Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau lokasi banjir di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.***



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab
Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 
Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin
Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi
Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan
Delapan Fraksi DPRD KBB Desak Bupati Jeje Evaluasi Sekda Ade Zakir
Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 07:08 WIB

Menteri LH Soroti Waduk Saguling Dipenuhi Eceng Gondok, Pengelola Diminta Ikut Bertanggung Jawab

Rabu, 30 September 2026 - 03:15 WIB

Pendidikan Jadi Prioritas, Bupati Jeje Siapkan Solusi untuk 16 Warga Terpencil Gunung Solok Pandan Cililin 

Selasa, 29 September 2026 - 20:40 WIB

Bangli Padalarang Disorot, Komisi I DPRD KBB Sebut RSIA Kartini Kantongi Izin

Selasa, 29 September 2026 - 09:21 WIB

Banjir Bandang Terjang Jambudipa Bandung Barat, Rumah Warga Rusak dan Tiga KK Mengungsi

Selasa, 29 September 2026 - 08:28 WIB

Sekolah Ambruk, Siswa MI Terpaksa Belajar Daring, Kemenag KBB: Relokasi Diupayakan

Berita Terbaru