[ad_1]
Anda mungkin saja tidak menganggap ekspresi wajah terlalu penting saat menilai siapa yang bahagia dalam pernikahannya. Tetapi, ada satu ungkapan yang sangat penting dalam memprediksi masalah dalam suatu hubungan, dan Anda tidak perlu menjadi seorang ilmuwan untuk menemukannya.
Gerakan memutar mata adalah indikasi penting bahwa hubungan Anda perlu diperbaiki. Sangat penting untuk berhenti memutar mata sebagai reaksi terhadap komunikasi yang penuh tekanan andai Anda ingin menyelamatkan hubungan Anda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut empat hal yang lebih efektif untuk dilakukan daripada menatap suami Anda:
1. Bicarakan tentang perilaku yang mengganggu Anda
Lakukan ini pada saat putusnya hubungan tidak terlihat, dan Anda merasa dekat dengan pasangan Anda.
Dengarkan mereka tentang bagaimana perasaan mereka terhadap perilaku ini. Dorong mereka untuk tetap berpegang pada pernyataan “saya”. Contohnya adalah, “Aku tahu kamu mencintaiku, tapi saat kamu memutar mata setelah aku menyampaikan sesuatu, aku merasa seperti kamu menamparku.”
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Cognition in Shut Relationships Magazine memberi dukungan pembicaraan melalui perilaku dan situasi ketika perilaku tersebut muncul adalah langkah besar dalam menyelesaikan kebiasaan memutar mata sekaligus membina komunikasi yang lebih baik.
2. Memberikan dorongan positif
Terkadang, menarik napas dalam-dalam dan memalingkan muka dapat membantu. Catatlah ketika Anda berhasil dan mintalah masukan dari pasangan Anda. Akan membantu andai pasangan Anda memperhatikannya dan memuji Anda atas upaya ini.
Kesadaran akan perilaku dan menerima dorongan positif adalah cara yang bagus untuk berhenti menonton dan menggantinya dengan komunikasi dan dukungan positif, seperti yang disarankan oleh observasi di Magazine of Analysis in Character.
3. Lebih terbuka tentang perasaan Anda
Ekaterina Zubal melalui Shutterstock
Andai Anda marah atau merasa dimanfaatkan, gunakan kata-kata Anda, bukan mata Anda. Gerakan memutar mata berkembang sebab orang takut menyampaikan apa yang dipikirkannya sebab ada kemungkinan ditolak.
Sebuah studi di Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan membantu menjelaskan betapa kerentanan merupakan sebuah tantangan, tetapi juga membantu Anda dan pasangan mengembangkan keterbukaan dan komunikasi yang penting untuk hubungan yang sehat.
4. Tanyakan pada pasangan Anda bagaimana perasaannya
Emosi di balik memutar mata biasanya berupa kemarahan, penghinaan, atau penghinaan. Saat Anda untuk memeriksa, catatlah dan bicarakan dengan pasangan Anda tentang apa yang Anda rasakan sementara waktu. Lebih baik membahasnya daripada menutupnya dan mengabaikannya, terutama andai rasa jijik semakin menumpuk.
Gerakan memutar mata adalah campuran non-verbal dari sikap menghina, meremehkan, sarkasme, dan dendam, seperti yang ditunjukkan oleh sebuah observasi di Observasi tentang Bahasa dan Interaksi Sosial. Gaya komunikasi non-verbal ini sangat kuat sebab penggunaan dan dampaknya sebagian besar terjadi di bawah sadar.
Memutar mata tidak pernah mengungkapkan perasaan yang baik, jadi memprogram ulang perilaku ini akan membutuhkan usaha, tetapi penting untuk membangun komunikasi dan interaksi yang lebih baik dengan pasangan Anda. Merubah tatapan mata dengan respons yang lebih penuh kasih mungkin saja mulai menyembuhkan pernikahan Anda dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh terapi pasangan sepanjang bertahun-tahun.
Mary Jo Rapini, MEd, LPC, adalah seorang psikoterapis, penulis, pembicara, dan konselor keintiman.
[ad_2]
Sumber: yourtango








