[ad_1]
Meskipun keintiman diperkirakan akan mereda setelah anak-anak lahir, jika Anda menjadikan hubungan Anda sebagai prioritas, hal itu tidak akan terlalu menurun. Ketika seorang bayi lahir, orang tua perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan emosional dan fisik untuk menjadi orang tua. Masa bayi merupakan masa yang penuh tantangan (kebanyakan orang tua baru kurang tidur), waktu untuk keintiman dan percintaan menurun, dan pasangan perlu menyediakan waktu untuk berhubungan baik secara fisik maupun emosional.
Penulis Andrew G. Marshall mengatakan dua penyebab utama yang menghancurkan apa yang disebutnya “Keterikatan Penuh Kasih” – jenis cinta yang ditandai dengan hubungan yang mendalam, keintiman, dan kemampuan untuk mengatasi tantangan hidup bersama – adalah mengabaikan keintiman fisik dan tidak menerima perbedaan masing-masing. Dalam bukunya yang terkenal Aku Mencintaimu, Tapi Aku Tidak Mencintaimu, katanya, pasangan dapat menghidupkan kembali perasaan cinta dengan membangun pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri dan satu sama lain, dan pada akhirnya membangun hubungan yang lebih kuat dan penuh gairah. Ingin tahu cara mengutamakan pernikahan dan meningkatkan gairah Anda (bahkan saat memiliki anak)?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut 6 cara kecil untuk menjaga pernikahan Anda tetap hangat, bahkan dengan anak-anak:
1. Rencanakan kencan yang menyenangkan
Cobalah sesuatu seperti mountain climbing atau kayak yang berada di luar zona nyaman Anda. Jadikan melakukan aktivitas jauh dari anak-anak Anda sebagai prioritas.
2. Jadwalkan waktu hanya untuk Anda berdua – tanpa anak
Mereka tidak akan menderita jika Anda tidak menjadwalkan waktu bermain setiap hari. Anak-anak sangat tangguh dan mereka akan menjadi mandiri jika mereka memiliki waktu senggang untuk bermain sendiri, bersama saudara kandung, atau bersama teman sebaya.
3. Selesaikan konflik dengan terampil
Jangan mengesampingkan kebencian yang dapat menghancurkan suatu hubungan. Belajarlah untuk mengungkapkan perbedaan dan berkompromi sehingga Anda berdua mendapatkan sebagian — namun tidak semua — hal yang Anda inginkan.
4. Dengarkan sisi gerah Anda
Anda dapat melakukan ini dengan memanjakan diri Anda dengan keluar malam khusus atau pijat. Temukan cara untuk memberi tahu pasangan Anda, “Kamu menarik,” sambil menghindari kritik setelah berhubungan intim. Luangkan waktu Anda untuk membiarkan ketegangan meningkat. Otak kita mengalami lebih banyak kesenangan ketika penantian akan imbalan berlangsung selama beberapa waktu sebelum menerimanya.
5. Lebih sering menyentuh satu sama lain
Menurut penulis Dr Kory Floyd, kontak fisik melepaskan hormon perasaan senang. Berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dan menyentuh melepaskan oksitosin (hormon pengikat) yang mengurangi rasa sakit dan menciptakan sensasi menenangkan. Kasih sayang fisik juga mengurangi hormon stres – menurunkan kadar hormon stres kortisol harian.
6. Pastikan anak Anda mengetahui bahwa hubungan Anda dengan orang tuanya adalah hal yang penting
Ini mungkin terdengar sederhana, tetapi Anda bisa menyampaikannya melalui kehangatan, kasih sayang, dan menghabiskan waktu jauh dari mereka bersama pasangan. Menjadikan pernikahan Anda sebagai prioritas akan membuahkan hasil bagi Anda, pasangan, dan anak-anak Anda. Agar pernikahan atau hubungan romantis Anda bisa berkembang, penting untuk menciptakan ritual sehari-hari seperti menghabiskan waktu bersama, menunjukkan kasih sayang fisik, dan belajar menyelesaikan konflik dengan sehat.
Terry GaspardMSW, LICSW, adalah pekerja sosial klinis berlisensi dengan pengalaman luas dalam konseling dan menulis.
[ad_2]
www.yourtango.com








