[ad_1]
Bandung Barat | SekitarKita.id,- Dinas Pendidikan (Disdik) Bandung Barat (KBB) mengklaim belum menemukan adanya pungutan liar (pungli) maupun kecurangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahap pertama.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan KBB Edy Saprudin, ia menyampaikan, sampai diumumkan pada 27 Juni 2024 lalu, PPDB di wilayahnya berjalan lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut, Dinas Pendidikan KBB memastikan akan terus memberikan pendampingan sepanjang pelaksanaan PPDB tahapan pertama di masing-masing sekolah.
“Sampai tahapan pertama selesai, alhamdulillah belum ada laporan kecurangan atau pungli oleh panitia PPDB di masing-masing sekolah. Mudah-mudahan di tahapan kedua dan tidak ada kendala dan tidak ada laporan kecurangan,” tutur Edy saat dihubungi jurnalis belum lama ini, dirilis Sabtu (06/07/2024).
Ia menegaskan akan menindak tegas oknum yang melakukan penipuan atau pemerasan apabila ada temuan manipulasi dokumen dari CPDB, baik dari tahapan I maupun tahapan II.
“Kalau ketahuan, apakah akan didiskualifikasi? Kalau keterkaitan (manipulasi dokumen) itu memang akan ada sanksi termasuk diskualifikasi,” tegasnya.
Menurut Edy, ada tiga jalur pada PPDB SMP tahapan pertama di Kabupaten Bandung Barat, pertama jalur zonasi sebesar 50 persen, jalur afirmasi sebesar 15 persen dan pengalihan tugas orang tua sebesar 5 persen.
“Kemudian seluruh yang diterima telah melakukan pendaftaran ulang pada tanggal 1-3 Juli 2024,” terangnya.
“Hasil PPDB tahapan pertama yang diadakan sejak 19 Juni sampai 27 Juni sangat berjalan lancar. Alhamdulillah, mereka yang diterima pihak sekolah sudah melakukan pendaftaran ulang di awal Juli,” lanjut Edy.
Meskipun itu, Edy belum dapat mengungkap jumlah calon mahasiswa baru (CPDB) yang sudah mendaftar maupun diterima. Lantaran, mereka masih menunggu PPDB tahapan kedua, yakni jalur prestasi dengan kuota 30 persen yang berakhir hari ini (4/7).
“Memang data saya belum bisa menyampaikan. Karena biasanya diakhir nanti jumlah kuota PPDB di Bandung Barat keseluruhan. Jadi sekarang belum ada laporan di tiap sekolah. Sekarang kan yang prestasi belum selesai,” ungkapnya.
Terkait kuota, lanjut Edy, terserap atau tidak itu biasanya menyesuaikan dengan kuota di tiap-tiap sekolah jika memang kouta sekolah tersebut sudah terisi berarti kuota tahap pertama sudah terisi.
“Tapi kalau seandainya kouta tahap pertama masih tersisa nah nanti dipindahkan ke jalur prestasi di tahap kedua,” jelas Edy.
Saat disinggung terkait SMP yang kekurangan pendaftaran CPDB, Edy menyebut masih banyak sekolah di wilayah selatan Bandung Barat yang kekurangan CPDB, pasalnya diwilayah tersebut masih minim (sedikit) sekolah negri dan akses masyarakat menuju sekolah terbilang cukup jauh.
“Kalau di daerah selatan memang ada (sekolah yang kurang peminat). Sebenarnya bukan kurang peminat. Seperti di daerah Rongga, Gununghalu kuota itu bisanya tidak terpenuhi. Karena banyak sekolah swasta sehingga masyarakat di sana mencari yang terdekat,” ujar dia menandaskan.
[ad_2]








