[ad_1]
Pendidikan, SekitarKita.id – Siswi cerdas dan cantik bernama Asqia Dinnie Marsella ini kini telah mengukir tekad kuatnya untuk menjadi juara pertama dalam Olimpiade Bahasa Indonesia.
Kejuaraan OLIMPIADE SAINS PATERON 2024 diselenggarakan secara langsung daring oleh Olimpiade terbaru yang diselenggarakan oleh Pateron.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Olimpiade ini bisa diikuti oleh siswa jenjang SD/MI sederajat, SMP/MTs sederajat, SMA/SMK/MA sederajat, dan perguruan tinggi.
Olimpiade ini diselenggarakan secara online berskala nasional menggunakan situs resmi Pateron (www.pateron.{id}) dan aplikasi resmi Pateron Indonesia yang bisa diunduh melalui Play Store.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pateron yang telah menyelenggarakan rutinitas ini. Awalnya saya hanya mencoba-coba sebab diajak rekan-rekan, namun pada akhirnya saya dapat menjadi juara. Terima kasih kepada rekan-rekan semua dan juga kepada guru-guru yang telah membantu,” ujar Asqia, sapaan akrab gadis cantik berusia 17 tahun ini.
Asqia Dinnie Marsella yang lahir pada 19 April 2007 merupakan putri tunggal pasangan CEO sekaligus pemilik perusahaan Bangbara Group, Moch Syachruddien (Addien Bangbara) dan Eny Sugiarti.
Setelah dapatkan kesempatan menjadi juara pertama pada ajang olimpiade bahasa Indonesia, kini ia bertekad untuk mengikuti ajang perlombaan lainnya untuk terus memperlihatkan semangat dan taringnya.
“Asqia ambil Bahasa Indonesia dulu yang gampang, selanjutnya dia mau ambil Kimia, Kedokteran, atau Matematika, mohon bantuan dan doanya agar Asqia dapat menang lagi,” katanya sembari tersipu malu.
Rasa bangga itu terpancar dari Addien, sapaan akrab CEO Bangbara, yang mendapat kabar bahagia dari putri semata wayangnya.
“Alhamdulillah, saya sempat sharing chat dari anak saya kalau dia berhasil meraih juara pertama olimpiade bahasa Indonesia tingkat nasional,” ujar Addien.
Dari rasa bangga tersebut, keluarga besar lainnya pun mengikuti dan mengharapkan agar terus memotivasi Asqia untuk terus belajar ke jenjang yang lebih menantang.
Kegigihan Asqia si kutu buku selalu tidak lepas dari gaya baca dan belajarnya yang tekun dengan begitu dalam pemeringkatan sekolahnya mulai dari SD, SMP, mencapai SMA, Asqia selalu mendapat rangking teratas di sekolahnya.
Ayah yang mengelola sebuah perusahaan media di Bandung, Jawa Barat ini senantiasa memotivasi putrinya untuk terus belajar meski dalam segala keterbatasan kebersamaan mereka.
Ayahnya berada di Bandung, Jawa Barat, sedangkan Asqia tinggal di Kota Slawi, Tegal, Jawa Tengah. Tetapi, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Asqia untuk terus belajar demi meraih cita-citanya.
Tak hanya itu, peran Ibu menjadi sosok penting bagi kelangsungan Asqia dalam belajar, karena Eny Sugiarti merupakan sosok Ibu yang tegas dalam turut andil memberikan semangat belajar kepada Asqia.
[ad_2]








