Warga Bandung Barat keluhkan jalan gelap gulita rawan kejahatan malam

- Penulis

Kamis, 1 Februari 2024 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat | SekitarKita.id,- Riski (30) warga Gununghalu, keluhkan jalan Raya Sindangkerta – Cilanghari, Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) gelap gulita saat malam hari karena penerangan jalan umum (PJU) dilokasi belum berfungsi.

“Meskipun tiang PJU sudah terpasang disepanjang ruas jalan Sindangkerta, hingga saat ini belum juga menyala,” kata Rizki kepada SekitarKita.id, Kamis (1/2/2024).

Ia mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti kondisi jalan gelap di wilayahnya belum teratasi, padahal, Pemda Bandung Barat sendiri memiliki program (Caang) dengan nilai anggaran yang fantastis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan bisa merealisasikan program Bandung Barat Caang dengan memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 6.000 unit di tahun ini,” lanjut Rizki.

Diera Bupati terdahulu, kata dia, Pemkab Bandung Barat mengatakan pemasangan 6.000 unit PJU itu akan tersebar di sejumlah wilayah di KBB. Program Bandung Barat Caang juga merupakan janji politik dari pasangan Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan (Akur) pada saat maju di Pilkada 2018 lalu.

Baca Juga:  Dorong Kualitas Layanan Publik di KBB, Bupati Jeje Resmi Angkat 5.812 PPPK Paruh Waktu

“Sedikitnya janji politik Bupati (Hengki Kurniawan.red) sudah tercapai dari mulai program Bandung Barat Leucir dan kini Bandung Barat Caang belum terealisasi sepenuhnya,” ujarnya.

Menurutnya satu per satu janji politik dituntaskan. Setelah Bandung Barat Leucir yakni perbaikan jalan sepanjang 71 km selama dua tahun, sudah diresmikan Bandung Barat Caang dengan pemasangan PJU yang totalnya akan ada sebanyak 6.000 titik di KBB.

“Masih banyak titik yang belum terpasang PJU. Janjinya KBB mencapai 20 ribu PJU, saya berharap Pj Bupati Arsan Latif yang sekarang menjabat bisa segera menuntaskan program itu,” sebutnya.

Rizki meyakini baik program Bandung Barat Leucir maupun Bandung Barat Caang bisa membantu aktivitas masyarakat semakin lancar dan juga meminimalisir aksi kejahatan. Selain itu, dengan adanya penerangan ini maka wilayah selatan Bandung Barat bisa menjadi daerah perekonomian maju pesat.

“Saya dukung program pemerintah dan apresiasi dengan gagasan itu, agar perekonomian masyarakat di wilayah selatan berjalan lancar ditopang oleh infrastruktur jalan yang baik dan PJU-nya, cuman saya pesan segera diaktifkan lampunya,” ucap dia.

Baca Juga:  Kobaran Api Hanguskan 3 Bangunan Pabrik di Jababeka Cikarang, Penyebab Belum Diketahui

Sementara itu, Fiqri (32) warga, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat KBB juga mengeluh dengan buruknya penerangan diwilayahnya dirasakan hampir bertahun-tahun.

“Status itu memang jalan desa, kurang lebih sejak tahun 2019 kades sekarang di lantik, lampu penerangan di jalan tersebut belum teralisasi,” jelasnya.

Jalan yang menghubungkan Desa Ciptaharja ke Kecamatan Saguling kurang lebih 5 km itu kondisinya memperihatinkan jika malam hari.

“Jalan serem kang, kalau malam lewat situ warga takut banyak kejadian seperti begal, dan kejahatan malam lainnya, semoga keluhan kami didengar,” keluhnya ia menandaskan.

Disisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, Fauzan Azima menuturkan, sebetulnya program Bandung Barat Caang sudah berjalan.

“Mudah-mudahan momentum Bandung Barat Caang yang sudah dicanangkan ini bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat khususnya keamanan dan keselamatan di jalan,” kata Fauzan dilansir SekitarKita.id dari Inilah Koran baru-baru ini.

Fauzan menyebut, tahun ini Dishub KBB akan memasang PJU di 5.893 titik cahaya dengan panjang yang akan dilayani PJU sepanjang 235,72 kilometer.

Baca Juga:  Pasca Bencana Longsor Cisarua, Wamensos: Pemerintah Pusat Siapkan Anggaran Rehabilitasi dan Rekonstruksi

“Pemasangan PJU ini tersebar di 16 kecamatan untuk jalan kabupaten dan jalan desa. Mudah-mudahan bisa terealisasi dengan waktu yang telah ditetapkan,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya menargetkan pemasangan PJU ini sampai akhir Desember 2023. Meski begitu, pihaknya berharap pelaksanaannya bisa berjalan lebih cepat selesai.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima manfaatnya sesuai harapan,” tandasnya.

 

Editor: Abdul Kholilulloh 



Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan
Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular
Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur
Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 
Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah
Bak Istana Presiden, Jurnalis Masuk Gedung Mewah DPRD KBB Malah Diusir, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Warga Sukamulya Padalarang Kekeringan, Wakil Ketua DPRD KBB Pipih Supriati Bangun Sumur Bor 
Aksi Nyata Prajurit Yonif TP 938/Pancasona, Bantu Warga Bandung Barat Buka Lahan Pelebaran Jalan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:31 WIB

Fakta Baru Sengketa Lahan SDN 2 Kertamulya, Komisi IV DPRD KBB Sebut Pemkab Menang di Pengadilan

Senin, 28 September 2026 - 14:07 WIB

Dispernakan KBB Gencarkan Pencegahan Rabies, Warga Diminta Waspadai Gigitan Hewan Penular

Senin, 28 September 2026 - 10:50 WIB

Ironi Penataan di Padalarang: Bangli Dibongkar, Minimarket Justru Menjamur

Kamis, 24 September 2026 - 22:48 WIB

Kemarau Panjang, Yonif TP 938/Pancasona Salurkan Air Bersih untuk Warga KBB 

Kamis, 24 September 2026 - 19:12 WIB

Rumput Langka, Peternak KBB Mulai Kelimpungan Cari Pakan hingga ke Luar Daerah

Berita Terbaru