Bandung Barat | SekitarKita.id,- Riski (30) warga Gununghalu, keluhkan jalan Raya Sindangkerta – Cilanghari, Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) gelap gulita saat malam hari karena penerangan jalan umum (PJU) dilokasi belum berfungsi.
“Meskipun tiang PJU sudah terpasang disepanjang ruas jalan Sindangkerta, hingga saat ini belum juga menyala,” kata Rizki kepada SekitarKita.id, Kamis (1/2/2024).
Ia mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti kondisi jalan gelap di wilayahnya belum teratasi, padahal, Pemda Bandung Barat sendiri memiliki program (Caang) dengan nilai anggaran yang fantastis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan bisa merealisasikan program Bandung Barat Caang dengan memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 6.000 unit di tahun ini,” lanjut Rizki.
Diera Bupati terdahulu, kata dia, Pemkab Bandung Barat mengatakan pemasangan 6.000 unit PJU itu akan tersebar di sejumlah wilayah di KBB. Program Bandung Barat Caang juga merupakan janji politik dari pasangan Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan (Akur) pada saat maju di Pilkada 2018 lalu.
“Sedikitnya janji politik Bupati (Hengki Kurniawan.red) sudah tercapai dari mulai program Bandung Barat Leucir dan kini Bandung Barat Caang belum terealisasi sepenuhnya,” ujarnya.
Menurutnya satu per satu janji politik dituntaskan. Setelah Bandung Barat Leucir yakni perbaikan jalan sepanjang 71 km selama dua tahun, sudah diresmikan Bandung Barat Caang dengan pemasangan PJU yang totalnya akan ada sebanyak 6.000 titik di KBB.
“Masih banyak titik yang belum terpasang PJU. Janjinya KBB mencapai 20 ribu PJU, saya berharap Pj Bupati Arsan Latif yang sekarang menjabat bisa segera menuntaskan program itu,” sebutnya.
Rizki meyakini baik program Bandung Barat Leucir maupun Bandung Barat Caang bisa membantu aktivitas masyarakat semakin lancar dan juga meminimalisir aksi kejahatan. Selain itu, dengan adanya penerangan ini maka wilayah selatan Bandung Barat bisa menjadi daerah perekonomian maju pesat.
“Saya dukung program pemerintah dan apresiasi dengan gagasan itu, agar perekonomian masyarakat di wilayah selatan berjalan lancar ditopang oleh infrastruktur jalan yang baik dan PJU-nya, cuman saya pesan segera diaktifkan lampunya,” ucap dia.
Sementara itu, Fiqri (32) warga, Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat KBB juga mengeluh dengan buruknya penerangan diwilayahnya dirasakan hampir bertahun-tahun.
“Status itu memang jalan desa, kurang lebih sejak tahun 2019 kades sekarang di lantik, lampu penerangan di jalan tersebut belum teralisasi,” jelasnya.
Jalan yang menghubungkan Desa Ciptaharja ke Kecamatan Saguling kurang lebih 5 km itu kondisinya memperihatinkan jika malam hari.
“Jalan serem kang, kalau malam lewat situ warga takut banyak kejadian seperti begal, dan kejahatan malam lainnya, semoga keluhan kami didengar,” keluhnya ia menandaskan.
Disisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, Fauzan Azima menuturkan, sebetulnya program Bandung Barat Caang sudah berjalan.
“Mudah-mudahan momentum Bandung Barat Caang yang sudah dicanangkan ini bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat khususnya keamanan dan keselamatan di jalan,” kata Fauzan dilansir SekitarKita.id dari Inilah Koran baru-baru ini.
Fauzan menyebut, tahun ini Dishub KBB akan memasang PJU di 5.893 titik cahaya dengan panjang yang akan dilayani PJU sepanjang 235,72 kilometer.
“Pemasangan PJU ini tersebar di 16 kecamatan untuk jalan kabupaten dan jalan desa. Mudah-mudahan bisa terealisasi dengan waktu yang telah ditetapkan,” sebutnya.
Selain itu, pihaknya menargetkan pemasangan PJU ini sampai akhir Desember 2023. Meski begitu, pihaknya berharap pelaksanaannya bisa berjalan lebih cepat selesai.
“Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima manfaatnya sesuai harapan,” tandasnya.
Editor: Abdul Kholilulloh








