SEKITARKITA.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengatasi kekeringan potensi selama musim kemarau.
Potensi kekeringan dan kekurangan air bersih menjadi ancaman bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB), sehingga pemerintah daerah berupaya keras untuk mengatasinya.
Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Ade Zakir, menjelaskan bahwa izin telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk mengantisipasi kekeringan yang dapat mempengaruhi pasokan air bersih, kami telah menyiapkan posko di BPBD Bandung Barat,” ujar Ade Zakir kepada wartawan saat ditemui di Mansion Pain, Padalarang KBB, pada Jumat (16/8/2024).
Pihaknya juga telah mempersiapkan strategi jitu (khusus) untuk sektor pertanian yang terdampak oleh kekeringan.
Ia menyebutkan, salah satu upaya yang dilakukan adalah pompanisasi, yaitu proses pemanfaatan pompa untuk mengalirkan udara dari sumber yang tersedia ke kawasan pertanian.
“Pompanisasi ini merupakan salah satu upaya kami untuk memastikan pasokan udara baik untuk kebutuhan air bersih maupun untuk pertanian,” tambahnya.
Selain pompanisasi, lanjut dia, Pemkab Bandung Barat juga akan mengoptimalkan potensi sumber udara melalui pengeboran.
“Kami akan memanfaatkan sumber air yang ada dan melakukan pengeboran untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” jelas Ade Zakir.
Susi, salah satu warga Cisarua, mengungkapkan bahwa musim kemarau seringkali membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.
“Semoga solusi yang disiapkan oleh Pemkab Bandung Barat dapat membantu masyarakat dalam menghadapi musim kemarau ini,” ungkapnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkab Bandung Barat berharap dapat mengurangi dampak kekeringan dan memastikan kebutuhan udara bagi masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








