Jakarta, SEKITARKITA.id – Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dikabarkan menghilang dari sorotan publik setelah diduga terlibat dalam kasus gratifikasi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah mengamati Kaesang atas dugaan penerimaan gratifikasi berupa fasilitas jet pribadi.
Isu ini muncul setelah istri Kaesang, Erina Gudono, membagikan foto jendela pesawat yang diduga merupakan jet pribadi di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, sebuah video juga beredar, menampilkan Kaesang dan Erina turun dari pesawat Gulfstream dengan nomor registrasi N588SE.
Dugaan bahwa Kaesang menerima gratifikasi ini semakin menguat setelah video tersebut menjadi viral di kalangan netizen.
KPK berencana memanggil Kaesang untuk mengklarifikasi terkait dugaan gratifikasi tersebut. Namun, lembaga antikorupsi ini mengaku kesulitan menemukan keberadaan Kaesang saat ini.
“Saat ini, surat sedang dikonsep, surat undangan, apakah nanti apa, saya tidak tahu posisi yang bersangkutan (Kaesang) saat ini ada di mana. Ya-lah, (Kaesang ke KPK), masa kita harus datang ke sana, ngapain gitu?” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (03/09/2024).
Ketidakhadiran Kaesang di ruang publik memicu spekulasi lebih lanjut. Selain KPK, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga tidak mengetahui keberadaan Kaesang.
Wakil Dewan Pembina PSI yang juga Staf Khusus Presiden Jokowi, Grace Natalie, mengaku tidak tahu di mana putra bungsu Presiden Jokowi tersebut berada.
Kaesang Pangarep memiliki hubungan erat dengan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan kakak kandungnya.
Selain itu, Kaesang juga memiliki kakak iparnya, Bobby Nasution, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Medan dan telah mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara.
Dengan posisi strateginya dalam keluarga dan politik, dugaan keterlibatan Kaesang dalam kasus gratifikasi ini menjadi perhatian publik dan media.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Kaesang terkait kasus ini, sementara KPK dan PSI masih terus mencari keberadaannya.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Laporan: Fhatar








