Malam 1 Suro, Kesurupan Massal di Pabrik Sepatu PT Adonia Tegal

- Penulis

Jumat, 27 Juni 2025 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Adonia yang berlokasi di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal (foto: Abdul Kholilulloh/ dok. Sekitarkita.id)

i

PT Adonia yang berlokasi di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal (foto: Abdul Kholilulloh/ dok. Sekitarkita.id)

SEKITARKITA.id – Puluhan pekerja dilaporkan mengalami kesurupan massal saat proses produksi tengah berlangsung. Suasana mencekam terjadi di lingkungan pabrik sepatu PT Adonia yang berlokasi di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, pada Kamis malam, 26 Juni 2025.

Kejadian ini mengejutkan pihak manajemen dan warga sekitar, terlebih karena bertepatan dengan malam Jumat Kliwon yang jatuh bersamaan dengan malam 1 Suro, dua momen yang dikenal sakral dalam tradisi kejawen.

Menurut keterangan warga sekitar, sejumlah karyawan menyebut bahwa kejadian bermula ketika beberapa pekerja mulai menunjukkan perilaku tak biasa, seperti berbicara tak terkendali, menangis histeris, hingga pingsan tanpa sebab yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada temen saya yang kerja di dalam (PT. Adonia) kejadian sekitar jam 18.20 WIB pas malam 1 Suro bertepatan dengan malam Jumat Kliwon, awalnya satu orang karyawan teriak histeris tidak sadarkan diri,” kata warga yang enggan disebutkan namanya saat ditemui SekitarKita.id, Jumat 27 Juni 2025.

PT Adonia yang berlokasi di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal (foto: Abdul Kholilulloh/ dok. Sekitarkita.id)
PT Adonia yang berlokasi di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal (foto: Abdul Kholilulloh/ dok. Sekitarkita.id)

Ia menjelaskan, dalam hitungan menit, fenomena tersebut menjalar ke puluhan bahkan belasan karyawan lainnya.

Baca Juga:  Di Unpas Bandung, Gubernur Lemhanas RI Beberkan Peran Perguruan Tinggi pada Program Hilirisasi untuk Ketahanan Nasional

“Langsung menyambar ke karyawan yang lainnya, ada sekitar puluhan hingga belasan orang yang kesurupan massal enggak sampai ratusan,” ujarnya.

Manajemen PT Adonia langsung menghentikan seluruh aktivitas produksi demi keselamatan para pekerja. Pihak perusahaan segera memanggil petugas medis untuk memberikan pertolongan pertama. Selain itu, tokoh spiritual lokal turut didatangkan untuk menangani situasi secara non-medis.

Related Posts

“Akhirnya ada salah satu karyawan mengusulkan untuk diberhentikan dulu produksinya dan memanggil ulama sekitar, setelah datang ulama (ustadz) ke lokasi dan di bubarin oleh management Alhamdulillah situasi mulai kondusif,” ujarnya.

PT Adonia yang berlokasi di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal (foto: Abdul Kholilulloh/ dok. Sekitarkita.id)
PT Adonia yang berlokasi di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal (foto: Abdul Kholilulloh/ dok. Sekitarkita.id)

“Kalau untuk saat ini kayaknya libur sampai hari Senin, tapi kurang tahu juga ada yang lembut atau engga soalnya bertepatan dengan hari libur,” tandasnya.

Baca Juga:  Kapal Jukung terbakar di Palembang, api berkobar di bawah jembatan Ampera

Sebelumnya ramai di media sosial, dikutip dari akun Instagram @tegalterkini.id sejumlah karyawan menyebut bahwa kejadian bermula ketika beberapa pekerja mulai menunjukkan perilaku tak biasa, seperti berbicara tak terkendali, menangis histeris, hingga pingsan tanpa sebab yang jelas. Dalam hitungan menit, fenomena tersebut menjalar ke puluhan karyawan lainnya.

Postingan akun Instagram @tegalterkini.id memperlihatkan kesurupan massal
Postingan akun Instagram @tegalterkini.id memperlihatkan kesurupan massal

Hingga berita ini ditulis, pihak PT Adonia belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab pasti dari insiden tersebut. Namun, masyarakat sekitar menduga kuat bahwa peristiwa ini memiliki unsur mistis, mengingat waktunya yang bertepatan dengan malam yang diyakini memiliki energi spiritual tinggi dalam kalender Jawa.

Warga Desa Lebaksiu menyebut bahwa malam 1 Suro dan Jumat Kliwon sering dianggap sebagai waktu rawan terhadap gangguan makhluk halus. Banyak yang menyarankan agar perusahaan menggelar doa bersama atau ritual adat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal.

Menurut keterangan terbaru, kondisi sejumlah pekerja yang mengalami kesurupan dilaporkan mulai membaik setelah mendapat penanganan. Beberapa di antaranya telah dipulangkan, sementara yang lain masih dalam pengawasan tim medis.

Baca Juga:  Hadapi Kemarau Panjang di KBB, Kang Hengky: Solusi Hidupkan Forum CSR buat Embung Raksasa

Fenomena Kesurupan Massal di Tempat Kerja

Fenomena kesurupan massal di lingkungan kerja bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Para ahli menyebut bahwa kejadian semacam ini bisa disebabkan oleh tekanan kerja berlebih, kelelahan, kondisi psikologis, serta kepercayaan kolektif yang hidup di kalangan karyawan.

Oleh karena itu, penting bagi setiap perusahaan untuk memperhatikan tidak hanya aspek fisik dan teknis kerja, tetapi juga keseimbangan mental dan spiritual para pekerja. Lingkungan kerja yang sehat secara holistik diyakini dapat meminimalkan potensi gangguan semacam ini di masa depan.



Editor : Abdul Kholilulloh

Sumber Berita : Liputan

Follow WhatsApp Channel sekitarkita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto
Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi
5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya
Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”
Dedi Mulyadi Tegur Wali Kota Cimahi Soal Peredaran Tramadol ‘Sikat Saja’ Jangan Takut 
KPK Ingatkan Celah Korupsi Sektor Pertanahan, Bandung Barat Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian
Persib Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Ketum BOMBER Dian Purnama Puji Performa Solid Maung Bandung 

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Kampung Warna-Warni di Padalarang Curi Perhatian, Mural Persib Jadi Ikon Swafoto

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Golkar KBB Soroti Pernyataan Jeje Soal Pencatutan Nama, Dinilai Memperkeruh Situasi Birokrasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:45 WIB

5 Pabrik Kapur di Cipatat Ditutup Permanen, KDM: Penerima Bantuan Bertambah Jadi 1.000 Orang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Apin Marmot Puji Kreativitas Mobivan BOMBER KBB, UMKM Bobotoh Makin Berdaya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Marak Tramadol di Cimahi dan KBB, Dedi Mulyadi: “Masa Negara Kalah Sama Beking?”

Berita Terbaru