SEKITARKITA.id – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana peringatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) justru terkesan lesu.
Pantauan langsung pada Rabu, 6 Agustus 2025, memperlihatkan bahwa kompleks perkantoran Pemda KBB di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, tampak sepi tanpa hiasan ataupun bendera merah putih.
“Saya dari pintu masuk gerbang dua sampai gedung C mau ngurus KTP, enggak ada bendera satupun yang dipasang,” ungkap Ida (35), warga Padalarang, saat ditemui pewarta Sekitarkita.id di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ida menambahkan, dari pos jaga Satpol PP hingga gedung Bupati pun tidak terlihat adanya bendera atau ornamen perayaan HUT RI ke-80 yang tinggal menghitung hari.
“Kelihatannya sepele, tapi kami sebagai masyarakat merasakan patriotisme mulai menurun. Harusnya kantor Pemda memberikan contoh semangat nasionalisme,” ujarnya dengan nada prihatin.
Hingga Kamis, 7 Agustus 2025, belum terlihat perubahan berarti. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat belum juga menunjukkan geliat semarak perayaan hari kemerdekaan, termasuk pemasangan simbol kenegaraan seperti bendera merah putih di area perkantoran.
Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Wakil Ketua DPRD KBB dari Fraksi PKB, Asep Dedi, yang menyayangkan lambatnya respons Pemkab dalam menyambut momen penting kenegaraan ini.
“Saya sangat berharap bahwa sesegera mungkin dilakukan pemasangan bendera. Ini simbol kenegaraan, simbol nasionalisme kita. Momen ini sangat penting,” tegas Asep saat diwawancarai di Kompleks DPRD KBB, Kamis (7/8/2025).
Asep menyebutkan, antusiasme masyarakat dalam menyambut HUT RI ke-80 justru sangat tinggi. Karena itu, pemerintah seharusnya menjadi panutan dengan menampilkan semangat nasionalisme yang kuat, minimal lewat simbol visual.
“Jangan sampai kalah sama masyarakat. Sekarang masyarakat antusias, tapi Pemda malah tidak terlihat semangatnya. Ini ada apa?” katanya kecewa.
Ia juga menyoroti bahwa dari gerbang satu hingga gerbang tiga kantor Pemkab, tidak terlihat satu pun bendera yang dikibarkan.
“Sangat disayangkan. Mumpung masih ada waktu, saya minta pemerintah segera menunjukkan bentuk nasionalismenya, walaupun hanya lewat simbol bendera. Ini penting sebagai contoh bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Asep pun menduga, minimnya semarak perayaan HUT RI di lingkungan Pemkab KBB bisa jadi akibat kelalaian internal yang seharusnya tidak terjadi dalam menyambut momen penting bangsa.
“Kalau benar itu karena kelalaian, saya sangat kecewa. Pemerintah itu harusnya menjadi teladan, bukan justru jadi sorotan masyarakat. Jangan sampai publik mempertanyakan, di mana nasionalisme pemerintahnya?” pungkas Asep.
Editor : Abdul Kholilulloh
Sumber Berita : Liputan








